Selasa, Maret 27, 2012

Off Dulu Bentar ya Sobat ^_^

See You Soon
Haiiii... Kangen ya sama postingan saya? Hehehe...
Sama nih. Saya juga kangen posting artikel baru. Di otak, saya udah nyiapin sejuta rencana soal materi apa aja yang mau saya publish. Insya Allah deh artikel terbaru nantinya bisa ngasih suatu inspirasi buat temen-temen Manyar dimana pun berada. Syukur-syukur jadi motivasi ke arah yang positif dan bisa bikin temen-temen jadi lebih baik dari sekarang.

Tapi...

Berhubung belakangan ini saya lagi musuhan sama waktu karena tugas-tugas udah kayak Gunung Everest, saya mohon pamit bentaaaaaaaaaaar aja. Boleh nggak? Mulai hari ini saya akan mengurangi (atau bisa dikatakan meninggalkan -.-") porsi tatap muka dengan blog saya, termasuk porsi update posting terbaru. Memang sih berat banget ninggalin visitor setia yang kayaknya udah mulai rutin keluar masuk blog ini walau sekedar intip atau naruh link doang di Buku Tamu. Tapi, mereka tetep temen Sang Manyar 'kan? Mereka pasti kecewa masuk ke sini dan nemuin nggak ada postingan baru dan menarik di blog ini. Dan saya jelas nggak enak banget kalo harus mengecewakan mereka. Tanpa kehadiran mereka blog ini nggak akan jadi apa-apa. Bener nggak?

Nah. Oleh karena itu, Sang Manyar ijin pamit bentar aja ya? Insya Allah, kalo ada waktu, setiap akhir pekan saya sempetin pasang posting baru walau cuma satu, dua gitu lah. Sekedar tombo kangen. Hehehe... Kalo semua urusan sudah kelar, Sang Manyar akan bombardir browser windows kalian dengan artikel-artikel menarik dan mengesankan yang nggak akan kalian sia-siakan selamanya. Hehehe... Oke? See you next time. ^_________________________^

PS : Buat temen-temen yang udah kunjungan dan ninggalin jejak di blog ini, maaf ya kalo belum sempat kunjungan balik. Insya Allah ke depan akan saya visit back. Sekian.

Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Kendali

Marah
Menyebar ke ubun kepala
Segala rasa seakan sama
Segala duka seakan nyala
Mengutuk sepanjang jalan
Memaki lintasan angan
Begitu nyata...
Sumbu

Ruang dendam hening mencekam
Mata. Sorot menusuk angkasa
Nafas. Berburu begitu culas
Ada kibaran panji di hati
Ada tarian sepi. Memagut pungkasan rintih
Bergerak menghujam menjelang mati

Ketika tubuh seperlima langkah
Dan seribu kepala bersiap waspada
Tangan kobar. Kaki cemar
Tekad dan nekad berbebat memburat
Menghitung waktu
Satu. Satu. Satu
...
Satu...
Hingga kala melenguh ke lorong telinga itu
Lalu. Pias sudah kendali
Menjadi setumpuk harga yang musti dibeli
Dengan sesal atau malu
Atau jari yang lumpuh
Atau. Kehidupan yang pindah benua
Disusul banjir air mata
Basahi koran yang ku baca
Esok lusa...

Sumber Gambar: Berita Jakarta.com - Unjuk Rasa di Bundaran HI Ricuh
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Pelukan Sehangat Pagi

Ku dambakan pelukan
        sehangat pagi
Agar ku mengerti
Agar ku pahami
Kebenaran hakiki cinta dan kasih

Dan ku rindukan senyuman
        setulus janji
Agar ku insyafi
Agar ku sadari

Bahwa hati adalah misteri
Dan aku tak pernah tahu
Kapan nurani selalu begitu
Kapan ia setia
Dan kapan pula ia durja
Seperti mu
        yang tertawa di balik nestapa
Renyah. Bahana
Bernanah di hamparan hari
Menjelang matahari.
Ku...

(Kepada Yang Tercinta Yang Tak Mencinta)
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Selasa, Maret 20, 2012

Masyarakat Sampah. Sampah Masyarakat

Siapa yang Sampah?
(Sorot cerita. Sebuah kavling berdinding hening)

Berpeluh. Antri di antara terik matahari. Atau gigil di kepungan dingin malam hari. Diam memandang matahari. Tunduk di linangan sinar bulan sepi. Mencoba apa saja demi mendapat apa saja. Demi terisi perut yang rintih. Atau sekedar menutupi lubang mimpi. Sebab: kau tak bisa menjadikannya nyata. Tak pernah bisa...

Kau yang hidup di antara sisa. Kau yang bertahan di jelaga sisa. Berkejaran mencoba. Mendaki berusaha. Tuhan di hati. Hari esok meski tak pasti: kau hadapi dengan api. Membara menjalari dunia. Memberikan hangat di sela-sela kebekuan yang bumpat. Kau malaikat.
                             Wahai... Masyakarat sampah

(Setting berpindah ke rumpun rimba yang asing)

Berbanjir curang. Bagai tampilan seorang raja. Berdiam di balik meja dan tumpukan kertas tak berguna. Mata mencari mangsa. Ya orang, ya uang. Atau segala yang mampu membuat kenyang. Ketika sasaran dalam perangkap, serentak kau sergap. Entah apa. Bisa percikan harta bertuah. Atau sederet pangkat bernanah. Atau. Sekelumit cahaya yang entah bila akan menjelma menjadi bara dan menancap di dahimu yang murka. Entah...

Kau yang menghidupi diri menjadi sisa. Kau yang bertahan membenih derita. Berlomba menimbun luka. Berlomba dan berlomba mencipta air mata. Berlomba menyusun gaduh. Dan kau lari dari pantulan gemuruh. Tanpa suara namun jejak terlanjur berbekas di kepala. Kepala orang-orang di petak busuk sana. Kepala manusia-manusia kereta. Pemulung dan peminta-minta. Dan deretan manusia yang kepalang disebut hama. Jejakmu menempel di jidat mereka. Dengan apa kau menghapusnya?
                             Wahai... Sampah masyakarat 

Sumber Inspirasi: Baban Sarbana - On the Road : Masyarakat Sampah vs Sampah Masyarakat (Versi Hard Book)

Sumber Gambar (Sebelum Editing):
-. Kompasiana - Subki Raz - Para Pejabat Koruptor Bercerminlah pada Mbah Pemulung!
-. Daniel Harahap - Para Koruptor yang Bebas Berkeliaran di Luar Lapas
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

9.15

Tak ada sangka dalam tanda
Tak ada duga dalam terka
Tiba-tiba
Begitu saja
Awan hitam tertawa
Bagai puasnya iblis di atas bencana
Bagai leganya kafir atas murtad sesosok hamba

Jejak Trauma
Jalan,
Setapak,
Entah mengapa seketika sesak
Rimbun hari sirna
Gelap bagai kutuk menyerba
Usai sudah cerita
Deretan bencana. Runtutan nestapa
Terseret dan terkerek ke angkasa
Kibar bersama luka...

Kau yang tersenyum di sana
Terima kasih t'lah kau cipta air mata dan tumpah
Kau yang terbahak di sana
Terima kasih t'lah menyabda dendam: menguncup lalu merekah
Kau yang mendengki dan berpesta
Terima kasih
Entah karma hendak tertimpa pada siapa lagi
Aku tak mengerti

Yang ku pahami
Seribu tuah menari di langit pagi ini
Menyediakan sejuta anak panah
Beracun dan bernanah
Mengukur hendak tertujam di sana
Bersiaplah jika kau terkena olehnya
Untuk apa menangis?
Untuk apa ratap berbaris?
Untuk apa sesal berlapis?
Jalanilah, Manis

Ini baru awal
Ini baru pangkal
Belum ajal...

Selamat menanti
Semoga kau menyukai
Aamiin.

Sumber Gambar: Catatan Sang Pemimpi - Andai Waktu Bisa Dibeli...
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

I Can Still Recall... - Mengenang Duka Setahun Lalu

Kenangan yang Tak Tergantikan
"WAKTU terus berjalan... Sejarah telah hilang..."

Sebuah lirik manis yang berkesan bagi saya. Deddy Mizwar. Melihat Dengan Hati. Meskipun berbeda konteks dengan apa yang mau saya tulis, penggalan awal lagu soundtrack Nagabonar itu membuat saya mengulang kembali "sejarah kelam" setahun yang lalu. Ya. Persis setahun yang lalu. 20 Maret 2011. Pukul 9.15 Waktu Indonesia Barat. Tanpa tanda dan prasangka, semuanya terjadi begitu... begitu cepat.

Saya masih ingat dengan detail kejadian pagi itu. Meski sudah satu tahun berlalu, trauma itu masih ada. Berbekas. Menjadi semacam phobia yang tak berkesudahan. Menjadi wabah. Menjadi virus prasangka pada orang-orang yang berkeliaran di sekitar saya. Sorot mata mereka selalu saya artikan sebagai sorot mata kemunafikan. Sorot mata pura-pura. Langkah mereka menjadi tanda tanya bagi saya: "Mau apa?" Saya bisa merasakannya. Benar-benar bisa.

Kronologi yang samar. Pagi itu, persis di hari Minggu yang cerah, saya mengawali pagi dengan bangun setengah 8 pagi. Setel musik, mengalun suara Iwan Fals mengisi kamar kos ukuran (sekitar) 3x2,5 meter. Matahari tersenyum. Suasana sepi. Entah kemana tetangga-tetangga kamar sebelah sejak semingguan terakhir tak ada batang hidungnya. Paling-paling cuma penghuni sebelah yang datang menengok kamar lalu balik lagi ke kontrakan. What's the matter? It's not my bussiness, is it? Dan saya mengagendakan berbagai macam rencana. Travel to Batu, mencari inspirasi, dan memenuhi target menulis beberapa puisi untuk melengkapi koleksi puisi saya di folder antologi puisi yang ke-6 (seingat saya segitu).

Jam menunjukkan pukul 9. Pas. Dengan tak memiliki beban sedetik pun, saya sanggah handuk di jendela lalu keluar menuju kamar mandi dengan sabun botol dan sebuah sikat gigi berpasta gigi. Pintu saya tutup. Saya tutup! Tak saya kunci. Di sini petaka terjadi...

15 menit. Ya. Sekitar 15 menit saya menghabiskan waktu di kamar mandi. Suara air yang jatuh ke lantai menghapus jejak-jejak bajingan yang mengintip dari suatu sudut yang tak terketahui. Saat pintu kamar mandi saya buka, deg! Firasat mencuat. Pintu kamar saya terbuka 45°. Langkah terburu. Cepat-cepat saya menengok ke dalam, dan dompet saya sudah terbuka! Innalillahi... Saya buka isi dompet dan yang tersisa hanya recehan sekitar Rp. 9.000,00. Dan tiba-tiba saya merasakan sesuatu yang aneh. Laptop saya mana??!!
Hari Minggu yang cerah. Hati saya gundah...
***
Saya persis orang tolol clingak-clinguk di jalan kampung hanya dengan modal handuk cekak menutupi badan saya. Pikiran kemana-mana. Do'a persis seperti banjir. Mengalir tiada henti. Berharap laptop saya ketemu, berharap pencurinya dengan rela hati mengantarkan dan mengembalikan benda berharga saya itu. Tapi, saya mimpi terlalu tinggi. Saya lemas melangkah kembali ke kamar kos. Menerima telepon dari ayah, ibu, dan pacar tercinta dan membombardir dengan pertanyaan yang sama: "Kok bisa sih?" Dan saya hanya diam dalam gema suara mereka. Hampa kata...
***
Persis setahun peristiwa itu terjadi. Bayang-bayang empat bulan masa kebahagiaan saya dengan laptop pertama buyar persis dua hari sebelum ulang tahun saya. Malam ini, saat tulisan ini saya buat, saya terus berpikir: "Siapa yang memegang laptop saya sekarang?"

Saya masih terus berpikir dan berpikir tentang segala hal yang saya habiskan bersama laptop pertama saya itu. Gubahan puisi. Koleksi album tembang lawas dan chart lagu terbaru yang saya download berjam-jam di kampus bahkan rela pergi ke samping gedung Rektor malam-malam hanya untuk dapat sinyal wifi gratis. Semuanya ada di sana. Pengalaman saya untuk kali pertama menginjakkan kaki di bumi Ngantang. Semuanya sudah saya tulis menjadi puisi di sana. Begitu pula dengan Panderman. Batu. Semuanya saya tumpahkan menjadi kata-kata di sana. Siapa yang membaca tulisan saya di sana sekarang? Siapa yang mendengarkan lagu-lagu yang saya peroleh dengan susah payah itu sekarang? Dan, siapa yang memiliki laptop saya sekarang? Siapa?

Saya, jujur, tidak 100% memang memberikan maaf yang lapang kepada orang yang dengan tanpa hati merampas hak saya. Laptop pertama saya. Tapi, saya juga tidak 100% menyimpan dendam dan sakit hati saya kepada yang bersangkutan. Saya hanya berdo'a kepada Allah swt. agar apa yang menimpa saya memberikan suatu ganjaran positif bagi saya, setidaknya senilai dengan apa yang hilang dari saya. Saya pun berdo'a, andaikata pencuri laptop saya melakukan semua ini karena dendam pada saya, barangkali saya pernah berbuat salah kepadanya, semoga Allah swt. mencukupkan apa yang saya derita senilai dengan dosa yang saya buat kepadanya. Impas.

Jika tidak? Ya, barangkali karena terpaksa, karena kemiskinan yang memaksa membuatnya melakukan ini semua, semoga laptop saya menjadi perantara kesuksesan bagi yang bersangkutan. Tapi, jika ia melakukan semua ini karena kedengkian, bentuk-bentuk teror bagi saya, Allah swt. Maha Tahu segalanya toh. Biarkan Dia memberikan garis karma tersendiri. Saya hanya bisa menanti keadilan itu datang suatu hari nanti.
***
Ya. Setahun yang lalu. Let the past fly away. Biarkan yang lalu berlalu. Sepahitnya masa lalu dan semanisnya masa itu, kita tak pernah hidup darinya. Kita adalah hari ini dan esok hari. Nikmati saja apa yang kita miliki hari ini dan yang akan kita miliki esok hari. Apapun itu. Air mata dan tawa sudah ada waktunya. Allah swt. tidak pernah salah menciptakan segala sesuatunya. Sekali berpasangan, selamanya akan tetap sama. Mustahil menakdirkan seseorang selalu menangis tanpa pernah tertawa. Dan mustahil pula menakdirkan seseorang selalu tertawa tanpa pernah mengeluarkan air mata duka. Takkan pernah.

Tepat setahun ini, lewat artikel ini, saya menitipkan salam buat teman-teman sekalian untuk selalu berhati-hati dimanapun dan kapanpun. Berhati-hatilah dengan siapapun! Kita tidak pernah tahu kapan teman selamanya menjadi teman dan kapan ia berbalik menjadi lawan. Waspada. Itu satu-satunya pertahanan kita di dunia yanga abstrak ini. Berusahalah mengamankan benda-benda berharga kalian semaksimal mungkin. Letakkan dompet, laptop di tempat yang tak terjangkau jika situasi darurat terjadi. Lemari setidaknya menjadi tempat terbaik selain di bawah kasur. Atau kalian punya tempat persembuyian teraman lainnya? Manfaatkanlah! Segera sebelum kalian menyesalinya.

Kedua, jangan bodoh meninggalkan kunci kamar melekat di gagang pintu. Kunci rapat-rapat dan bawa kunci itu bersama kalian. Jika diperlukan, perkokoh pengamanan kamar dengan membuat gembok. Bahaya dimana-mana, Kawan. Jika bukan kita yang menjaga, siapa lagi?

Terakhir, perbanyak berdo'a. Tuhan tak pernah tidur. Ia tak pernah mengeluh meskipun harus lembur siang dan malam. Dialah sandaran kita. Setidaknya ketika kita terlengah masih ada yang mengingat kita.

Untuk orang yang mencuri laptop saya, barangkali kamu membaca tulisan saya, semoga kamu puas dengan apa yang kamu lakukan. Apapun alasan yang kamu gunakan untuk membenarkan tindakanmu, sama sekali nggak ada manfaatnya buat aku. Laptopku tetap hilang toh? Semoga kamu berbahagia dengan itu semua. Satu lagi, saya sungguh menyesali perpisahan yang begitu cepat dengan laptop pertama saya itu. Sebuah hubungan yang singkat sejak saya memegangnya pertama kali. Empat bulan. Ya. Hanya empat bulan umur kebersamaan kami. Dan, saya jauh lebih menyesali kehilangan atas semua kenangan berharga saya yang sudah kamu rampas dalam laptop saya. Puisi saya. Cerita pendek. Lagu-lagu lawas yang saya dapatkan dengan susah payah. Semua. Saya sesalkan semua itu. Tapi, asal kamu tahu, SAYA SANGAT-SANGAT MENYESALI tindakan bodoh kamu mencuri laptop saya. Selain kamu membalurkan dosa ke badan dan hatimu sendiri (atau bahkan seluarga kamu), aku mau bertanya: kenapa kau tinggalkan charger dan baterainya di lantai, hah? Bukankah sudah "aku sediakan"? Terburu kah? Semoga harga perbuatan dan beban dosamu sampai kamu mati senilai dengan harga laptop tanpa baterai dan charger serta rasa waswas dan gemetaran saat itu, Kawan. Semoga saja.
Dan buat orang yang saat ini memiliki sebagian atau seluruh data-data dari laptop pertama saya, entah foto saya dan pacar, hasil ketikan saya, koleksi puisi saya, arsip undang-undang yang nyaris lengkap. Lagu-lagu saya. Video kesayangan saya. Semoga bermanfaat buat kamu. Harap disimpan ya? Hehehe...

Finally, itu saja yang saya bisa katakan saat ini. Semoga peristiwa setahun lalu menjadi tragedi penutup bagi saya dan anak keturunan saya. Semoga tidak berulang menimpa saya, pacar saya, keluarga kami, teman-teman Manyar dan keluarga kita semua. Karena kita tidak akan pernah rela mengalami hal sedemikian rupa apalagi untuk kedua kalinya. Bukan begitu?

Hari baru menanti. Penuh janji. Semoga mentari esok hari jauh lebih bersahabat daripada kemarin dan hari ini. Aamiin.

Sekian dari saya.. 

PS: Merk laptop pertama saya Acer Aspire type 4738. Dan laptop kedua saya pun merk dan typenya hampir sama. Acer Aspire 4738Z. Semoga nasibnya tidak akan pernah sama. Aamiin.


Sumber Gambar: IndiaServer.com - Acer Aspire 4738
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Jumat, Maret 16, 2012

16 Maret

Tahun ini
Ketika pagi menyapa
Ketika embun luntur di jiwa

16 Maret
Tahun ini
Ketika anak burung membuka mata
Dan kita pun terjaga
Bersama kemuning jingga langit timur raya

Unforgettable
16 Maret
Tahun ini
Ketika ku pandang angkasa
Dan tiba-tiba
Pahatan wajahmu tersenyum di sana

16 Maret
Tahun ini
Tatkala jutaan puisi jemu ku tulisi
Kenapa tak begitu tentangmu?

16 Maret
Tahun ini
Biarkan angin dengki meniupkan debu
Atau awan dendam menurunkan hujan

Biarkan langit malas memberikan sinar
Atau bulan memurung tak punya harapan
Sebab,
Kitalah percik air yang menyegarkan
Kitalah biru yang meneduhi kalbu
Kitalah itu

Biarkan mereka seperti itu
Sebab,
Kitalah surya bagi kehidupan kita
Kitalah cahaya
Ketika gelap tertawa di telinga
Kitalah itu

16 Maret
Tahun ini
Ku genggam tanganmu dari sini
Dan ke peluk tubuhmu meski sebatas mimpi

Kelak
Ketika jarak menepi
Dan waktu serasa berhenti
Ingin ku pandangi matamu lebih lama lagi
Dan ku temukan
Sekali lagi
Kasih,
Tawa yang lirih,
Senyuman semanis janji,
Dan harapan sebening pagi
Hanya di sudut matamu
Kan ku temukan itu
Karena kau masih menyimpannya untukku
Untukmu
Untuk perjalanan yang sekian jauh tertempuh
Untuk kisah antara mu dan ku
Untuk semua itu...

16 Maret tahun ini
Maaf jika ku masih tak lebih baik lagi...

Happy Anniversary, Honey...
 


Ditulis spesial untuk memperingati hari jadi hubungan saya dengan Selvi Mirthawati Setyorini yang ke-3 Tahun 8 Bulan. I Will Always Love You...
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Mengalir

Add caption
mengalir. ya. mengalir:
air

mengalir. ya. entah sampai bila:
darah

mengalir. ya. menyapa lembah:
udara

mengalir. hingga batas dimana kau mampir:
hidup...

Sumber Gambar: Welcome to dSastra
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Benih

Diberi atau Memberi Matahari?
Semaian pagi mengundang angin bernyanyi. Burung-burung bangun. Nyiur menari: anggun. Awan berarak melaun. Mengantarkan langkah sang bumi. Mencetak cerita hari ini.

Jiwa-jiwa muda terciumi mancung hidung ibu pertiwi. Senyum yang kembang. Jadi pelita penerbit terang. Sinar remang. Dan matahari terbit mengusir lengang. Jiwa-jiwa muda berlari. Ke timur, utara; menurut barat dan selatan mereka melangkah. Melangkah...

Kawan. Jangan takut lidahmu dimaki. Karena iri selalu terjadi.
Biarkan saja mereka bernyanyi. Kau punya mimpi. Dan percik-
an lidah takkan sirna menjadi tuah. Ia kan jadi jalan lapang. Jalan
terang yang membawa kami bertualang. Mengisi agenda hidup
yang panjang.

Kawan. Jangan takut ketukan otak menjadi tombak. Menjadi sasar-
an tembak. Sebab, untuk itu kamu ada. Untuk itu kamu ada. Ya.
Untuk itu kamu A-DA. Hatta tak lahir 'tuk menyembah nasib. Karno
tercipta bukan menjadi kawan sang tengik dan berlenggang seakan
karib. Kau tersabda bukan menjadi selingan sejarah. Kaulah sejarah!
Di tanganmu negara menyimpan tawa. Di tanganmu pula: negara me-
nutup luka
. Dengan bencana...

Kawan. Jangan takut langkahmu dibalas tuding dan debu. Dengki
tak pernah jauh. Mengapa rapuh? Malam selalu hitam. Kenapa den-
dam? Langkah baru tak pernah lepas dari ragu dan tuduh. Kenapa
musti surut dan mengeluh? Maju! Majulah! Teguhlah!

Sejarah bersaksi: menang bukan karena tirani ambruk di tindasan kaki
Ia bersaksi: pemuda menjadi pengubah dan pemudi menjadi kemudi. Se-
jarah mengintipmu dan menyelipkan namamu dalam diam. Niscaya. Ke-
tika waktu berlalu dan zaman beralih dari batu ke dungu. Lalu pindah
ke era buku. Dan kini: masa penuh ragu; matamu kembali dirindu.

Dan biarkan kecurigaan itu. Mereka tak pernah tahu. Mereka tak akan
mau tahu. Untuk apa berpasrah pada tuna rungu? Silangkan tangan di
kepala! Tekadkan arah! Jalan di depan menunggu pelukan. Segeralah
melangkah! Niatmu terlanjur bulat. Lekaslah berangkat! Lekaslah!
Lekaslah!

Lekaslah...!

Sumber Gambar: Sato Pepelakan - Mengenal Biologi, Perkembangan dan Ekologi Benih
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Kamis, Maret 15, 2012

Siklus Malas: Shadow Hanging Over Me -.-"

Pernah ngalamin nggak yang namanya siklus malas? Siklusnya nggak tentu. Nggak ada sirine, nggak ada selebaran, tiba-tiba nongol gitu aja. Kalo udah ketiban yang satu ini, saya jamin: maleeeeeeeeeeeeees banget mau ngapa-ngapain.

Dan kali ini giliran saya kecemplungan siklus ini -.-"

Siklus malas buat saya wajar. Manusia nggak bisa nggak pasti pernah mengalami yang satu ini. Hah? Apa? Penyebabnya? Wah, kalo ditanya penyebab sih banyak. Bisa karena rutinitas yang itu-itu aja sehingga menyebabkan kejenuhan. Atau bisa juga karena atmosfir lingkungan kerja atau tempat tinggal yang nggak sehat.

Penyebab lainnya adalah situasi pribadi si korban penyakit malas. Contohnya? Gampang. Paling tren adalah patah hati. Orang kalo udah kejadian yang namanya patah hati, pasti deh pengennya bunuh diri atau paling nggak ngebunuhin si cowok/cewek yang bikin dia patah hati. Salah satu orangnya ya yang baca artikel ini. Hehehe... Just kidding, Friends! ^.^

Siklus malas merupakan wujud akhir dari penyakit malas yang ada dalam diri setiap manusia. Penyakit malas, menurut penelitian dari Dokter Gelo' (adiknya Profesor Gokil. Hihihihihi...), lahir dari adanya respon negatif otak akibat suatu sensasi negatif di hati tentang suatu hal tertentu. Artinya, ada suatu perbandingan lurus antara hati dan otak. Bingung? Gini. Ilustrasinya gampang. Kalian ada jadwal sekolah besok pagi. Tapi, muncul tiba-tiba dalam hati kalian perasaan enggan untuk ke sekolah. Ini yang disebut sensasi negatif. Sensasi yang berlawanan dari kepatutan dan keharusan yang wajar.

Nah tahap berikutnya, dari sensasi negatif di hati tadi, otak ngerespon dengan tanggapan negatif juga. Bukan negatif dalam artian membalik sensasi dari hati yang semula enggan jadi tidak enggan, tapi mengiyakan sensasi tersebut. Berbanding lurus. Akibatnya, ketika perasaan malas ketemu otak yang menyetujui rasa malas tersebut (negatif ketemu negatif), jadilah wujud konkrit dari rasa malas tersebut. Apa itu? Ya bolos. Hahaha... Apa lagi coba?

Aturan ini berlaku untuk semua kemalasan di bidang apapun. Untuk mempermudah mengingat terjadinya kemalasan dan wujud nyata kemalasan, lihat rumus sederhana berikut:

Spoiler for Rumus Ngaco Siklus Malas ;):
(-) + (-) = +
--->> Sensasi Malas di Hati + Persetujuan Otak buat Malas = Malas-malasan
===>>> Perasaan Pengen Bolos + Otak Setuju = Ngebolos deh. Hehehehe..

Nah. Udah tahu kan gimana rasa malas itu terbentuk dan terjadi secara nyata? Lalu, gimana solusinya?

Ngomongin solusi sama artinya dengan ngomongin obat. Kalau batuk berdahak minumnya ya obat batuh hitam. Kalo panas, minum aja paracetamol. Kalo malas?

Ada banyak kiat-kiat untuk mengusir malas. Tiap individu punya cara masing-masing untuk mengatasi penyakit yang wajar tapi kurang ajar ini. Kenapa? Saya? Hm... Kalo saya apa ya? Kalo buat Sang Manyar sih solusi untuk menghadapi siklus malas ini nggak terlalu spesial. Pengen tahu? Simak aja nih di bawah ini:

Kenali Penyebab
Ya. Pertama kali adalah mengenali penyebab kenapa siklus malas kamu datang. Dengan mengenali dan memahami jalan masuk, insya Allah kamu nemuin jalan keluar. Ilustrasi: Kamu malas masuk sekolah hari Senin karena ada upacara bendera. Dari sini ketemu kan penyebabnya. Tinggal nanti cari cara gimana supaya nggak antipati dengan yang namanya upacara bendera.

Akar Masalah adalah Pemecahan Masalah
Ilustrasi: kalian malas masuk hari Senin karena ada pelajaran sejarah. Kalian tidak suka pelajaran sejarah. Kalian tidak suka karena banyak hafalannya. Nah ketemu kan masalahnya? HA-FA-LAN. Berarti tinggal cari jalan supaya kamu nggak bete ketemu hafalan. Misalnya, menerapkan taktik jembatan keledai atau metode-metode menghafal lainnya yang lebih have fun buat kamu.

Ganti atau Modifikasi Suasana
Sering kali malas itu muncul gara-gara suasana yang monoton. Itu-itu aja. Solusinya, coba deh kamu ganti "udara ruangan" kamu. Caranya, pindahkan letak perabotan kamar atau ubah sedikit urutan rutinitas. A ke B. Habis itu ke C lalu ke D. Coba aja acak dari D-A lalu B ke C. Atau model lainnya sepanjang nggak ngerusak masing-masing kegiatan.

Cari Kegiatan Baru
Bedanya sama poin di atas adalah kalo yang di atas kegiatan yang ada diganti urutannya atau suasananya, kalo ini cari rutinitas lain yang baru dan fresh. Misalnya, karaokean di kamar atau cuci mata ke pedesaan (saya suka banget nih yang satu ini :]). Sekali-kali cobain hiking atau sekedar biking keliling kota. Insya Allah bisa meminimalisir rasa malas kalian.

Segera Bertindak
Poin ini penting sekali. Kalo udah tahu badan kita dirasukin sama jin malas, langsung beraksi! Bukan beraksi malas-malasan, tapi segeralah beraksi mencari solusi. Setidaknya meskipun belum menemukan solusi yang pas, respon cepat kita untuk mengatasi rasa malas udah jadi sugesti positif agar tingkat kemalasan kita bisa turun dari level sebelumnya. Hah? Saran? Gini. Kalo malas datang, coba untuk loncat-loncat di tempat. Energi yang kita keluarkan bikin darah kita mengalir. Kalo udah begitu, energi positif bisa mengalir ke tubuh kita dan memberikan rangsangan ke panca indera kita untuk lebih dinamis dan aktif lagi.

Niat dan Do'a
Apapun kerjaanmu, niat dan do'alah syaratnya. Hehehe... Iklan banget ya? Tapi, mau diakui atau nggak, dua hal ini harus dan harus ada kalo kalian mau ngilangin yang namanya malas. Kalo nggak ada niat, mana mungkin mau ilang? Do'a juga penting. Dengan do'a, kita jadi punya energi yang berasal dari do'a. Yap! Salah satu keajaiban do'a adalah sugesti positif dari do'a kita. Do'a itu bakal masuk menjadi partikel-partikel energi ke dalam diri kita yang memberi suatu kemauan untuk menggapai sesuatu hal yang baru. Itu sebabnya kita disuruh rajin-rajin berdo'a.

Gimana? Udah tau kan apaan itu siklus malas dan bagaimana ia muncul? Kalian juga sudah tau bagaimana saya menangani si jelek siklus malas itu pas datang menjangkiti saya. Temen-temen bisa cari sendiri kok solusi yang baik buat penyakit malas yang ada di badan temen-temen kayak apa. Tapi, kalo solusi saya untuk sementara dianggap baik, silahkan deh dipake. Moga-moga ilang tuh wabah. Wes ewes ewes, bablas males e. Hehehehe... Sampai jumpa! ^.^

Sumber Gambar: Ishfah Seven - Malas
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Tuah

Ada Bagai Tiada
berapa banyak buku kau punya?
berapa banyak pena di meja?
berapa banyak kau singgahkan mereka di kantong sampah?
berapa banyak kau melakukannya?

kau punya telinga?
bisakah kau dengar suara mereka
   merintih, menyumpah, dan berdo'a?
kau punya mata?
bisakah kau intip air mata menjadi banjir
   dan bah menyapu serakah dunia?

kau simpan jalan terang di kolong ranjang
kau sembunyikan harapan
kau hilangkan impian:
   merangkak pelan-pelan menuju kematian

kau pendam pelita dengan gelap yang gulma
kau pendam ruas jalan dengan ilalang dan hutan

kau sembunyikan mereka
   dengan apa kau sampai di sapa?

kau ajari
kau kebiri otak generasi kini
kau manduli kecerdasan anak cucu kami
nanti. ketika peluit panjang meradang
   dan seribu pandang menjelang dari barat dan selatan
ku yakin matamu membelalak hingga ke belakang
dan kakimu berlarian
bagai menjangan gentar di bisingnya auman
kau merintih dan bersujud kepada zaman
berharap waktu di ulang balik
dan bermimpi masa depan membaik
meski kau tahu: semua sekedar klenik

dan kau buncah dalam luka
dalam kutukan buku
dan pena
di kotak sampah...

Sumber Gambar: Adityasyunita's Blog - BuKu dan PeNa
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Luka Senja

Menunggu Mati
Kau pernah bermimpi
Lusinan ilusi samar menjelma imaji
Dunia ingin kau rengkuh
Waktu semudah sentuh
Dan kau terus bermimpi. Terus bermimpi
Tenggelam berjengkal jari

Matahari. Sinarnya galau memaki
Kau tikam bumi dengan janji
Kau sayat sepi dengan ambisi
Persetan teriakan letih
Persetan rintihan henti
Darahmu gejolak. Nafasmu berdecak
Jantung. Tak bosan mengaum dan meraung

Kini. Ya, kini

Senja menjingga berapi-api
Siluet malam
Gelap dan dendam
Ku lihat sosokmu meringkih di kesunyian
Kemana kepalan tangan?
Dimana tegapnya badan?
Tak ku dengar sipongang nyalimu berdendang
Hanya ejekan lengang
Dan kebisuan hati mendegup bagai tembang
Dimana perkasamu?
Kemana harapan itu?
Wajahmu tak lagi cerlang
Menjadi malang
Di kunyahan luka yang rembang
Sendu menyerlang...

Sumber Gambar: Rifat Khan - Cerpen - Sepotong Senja Rasa Es Krim
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Rabu, Maret 14, 2012

The Unforgettable: Masa Remaja ^^ (Part II)

Remaja Sehat, Bangsa Kuat
Halooo... Ketemu lagi nih. Kita lanjutin topik kita yuk? Tadi sampe mana? Free sex ya?

Nah buat yang satu ini saya kasih ilustrasi sederhana deh. Lebih enak mana antara mangga muda yang setengah mateng dengan yang udah tua dan mateng? Bukan dirujak lho. Masa remaja itu ibaratnya masih jadi mangga muda. Kecut. Keliatannya aduhai tapi begitu dicicipi, rasa penasaran kita akan terkikis oleh penyesalan: kenapa dikupas dulu sih tadi? Begitu juga dengan free sex, khususnya di kalangan remaja.

Pacar kalian itu ibarat mangga muda yang baru aja menghimpun kecantikan dan ketampanan mereka. Kegantengan dan keayuan pacar kalian sekarang akan jadi seribu kali lipat lebih ganteng dan lebih ayu dari sekarang kalo kalian menjaga kehormatan mereka sampai saat yang tepat nanti: ketika Tuhan menjadi saksi pernikahan kalian. Begitu kalian terseret nafsu, memaksakan hasrat sesaat, kegantengan dan keayuan itu akan tercabut seketika.

Yang ada di depan kalian sekarang bukan lagi jejaka dan gadis lugu yang menawan dan mempesona. Yang ada persis di depan kalian itu adalah pria "dungu" dan wanita "bodoh" yang mengikhlaskan masa remajanya hilang karena syahwat sesaat. Saya berani jamin, kalo semakin sering kalian melakukan kekeliruan seperti itu, silahkan liat wajah kalian di cermin. Kalian akan menemukan sosok remaja dengan wajah empat puluhan nempel di muka kalian. Make up tebel, lipstik sampe kayak dipake sekardus. Buat cowok, mukanya tuaaaa banget. Bukan gara-gara kumis yang setahun nggak dicukur (nanti nuduh saya lagi! Hehehe...), tapi aura yang ilang gitu aja gara-gara keteledoran kalian. Nah, kalo semua itu terlanjur terjadi, apa yang bermakna dari masa remaja kalian? Masih indahkah?

Temen-temen Manyar terutama yang masih remaja dan unyu-unyu (iiih... geli banget ngomong begituan. Hehehe...), please jangan biarkan masa indah kalian rusak gara-gara rasa ego kalian, Guys! Jangan biarkan ayah dan ibu kalian, ya udah susah payah besarin kalian, nangis begitu liat anaknya duduk di pelaminan persis di sweet seventeen kalian "hanya" gara-gara kalian mentingan nafsu daripada kebanggaan orang tua kalian. Kebanggaan ngeliat anak-anaknya lulus SMA, jadi mahasiswa yang diwisuda dengan cum laude, dan calon orang kaya yang bisa bikin orang lain kaya.

Jangan biarkan teman-teman baik kalian, yang sekarang lagi kalian gandeng dengan penuh persahabatan, kecewa dengan keputusan kalian untuk nyemplung di dunia drugs. Jangan biarkan: pacar kalian, kekasih kalian kehilangan tawanya hanya untuk "tawa sesaat" kalian. Cinta putih bakalan hitam dan kalian nggak akan bisa balikin jadi putih pakai cara apapun juga. Noda hitam itu akan selamanya melekat pada cinta kalian. Sekalipun kalian bubar, it's still stay on there. Menjadi kenangan pahit di hati kalian.

So, keep try and fight to be a nice teen, Guys...! (..•˘___˘•..)

Pasti di antara temen-temen yang baca artikel kali ini bertanya-tanya: kok pas ngangkat tema beginian? Hehehe... Sebenernya saya nggak mau nulis ini dulu. Tapi, berhubung kuping saya gatel dengan sebuah lagu, jadilah inspirasi itu muncul dan jadi tulisan ini. Apa? Lagu? Judulnya apa? Hm... Kasih tau nggak ya? Hehehe...

Oke deh. Saya kasih tahu.
Judulnya adalah... Cara Mereka. Yap! Nggak pernah denger kan? Lha wong ini lagu tahun 90an. Hehehe... Penasaran pengen tau? Simak dulu nih liriknya. Susah payah saya nih saya listening-nya.

CARA MEREKA
by Fariz RM & Iwan Madjid

Di wajahnya kau lihat senyuman yang sering mengundang canda
Tatap mata gejolak emosi terasa sejuk tanpa pamrih
Jabat tangan aneka cara sebagai tanda
Dalamnya arti berkawan seutuhnya

Kodrat usia menentang cita
Menjelang batas dewasa
Biarkan cara mereka mewujudkannya
Bebas lepas gembira

Pengertian
Dan berbagai rasa itu bahasa mereka
Tanda-tanda keakraban!
Diselip asmara memberi warna
Oh, Romantika
Jauh di depan tantangan baru menanti
Menjanjikan kehidupan mandiri

Semarak muda membelah masa
Menuju batas dewasa
Andaikan mereka sadar menjadi wajah generasi penerus

*INTRO*

Jauh di depan tantangan baru menanti
Menjanjikan kehidupan mandiri

Kodrat usia menentang cita
Menjelang batas dewasa
Biarkan cara mereka mewujudkannya
Bebas lepas gembira

Semarak muda membelah masa
Menuju batas dewasa
Andaikan mereka sadar menjadi wajah generasi penerus
__________________________

Gimana liriknya? Remaja banget kan? Isinya mewakili banget kondisi anak-anak remaja. Lagu ini adalah OST Lupus IV - Anak Mami Sudah Besar. Tulisan dan lirik di atas sengaja saja buat dan saya dedikasikan buat remaja-remaja di sekitar saya yang berjuang keras nemuin jati diri. Pelan-pelan saja, Kawan. Yang penting itu bukan hasil akhir. Tapi PROSES! Nggak bakalan indah hasil akhir perjuangan kita kalo prosesnya berantakan. Kalo pun indah, pasti berantakan suatu saat nanti. Liat deh Hitler dan Nazi. Keren di awal, tapi mampus kontan di belakang. Mau bernasib sial kayak gitu?

Nah, buat temen-temen yang penasaran dengan lagu Cara Mereka, silahkan deh kunjungin link Musikku345 - OST Lupus IV - Sepanjang Zaman. Harap diingat, lagu-lagu yang ada di situ bukan untuk dikomersilin lho ya. It's just share for your collection only. Kalo ada uang dan kebetulan barangnya ada, saya saranin beli deh daripada nyimpen "barang ilegal." Oke?

Sebelum artikel ini saya tutup, buat terakhir kali meskipun saya bukan siapa-siapa kalian, jaga masa remaja kalian baek-baek! Waktu nggak akan pernah balik ke belakang. Masa remaja datang cuma sekali. Dan sekali aja kalian gagal ngejaga masa itu, kalian cuma bisa nangis dalam hati. Nggak ada yang akan peduli. Nggak ada. Dan yang akan merasakan sakit itu... hanya kalian sendiri. Dan orang tua, guru yang sudah memberikan kepercayaan dan kebanggaan pada kalian.

Jangan kecewakan mereka...

Sumber Lampiran:

Sumber Gambar:
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

7 Alasan Status Kamu Di-Like

Wah! Jempolnya Sapaan Nih?
Wah! Yang namanya like status emang paling doyan deh kayaknya akhir-akhir ini. Bentuknya pun macem2. Sebut aja mulai dari sekedar mencetin simbol jempol ngacung atau sekedar nambahin komen Like this yoooo mirip iklan seluler. Mau yang lebay dikit? Nih saya kasih:

  ⏠⎝≧⏝≦⎠⎝⏠⏝⏠⎠⎝≧⏝≦⎠⎝⏠⏝⏠⎠⏠
ஜ۩۞۩ஜ◄────╬mAmpIr SeBeNtAr KaWaN╬────►ஜ۩۞۩ஜ
╱◥█◣
...╱◥◣╱◥████◣ ╱◥█◣_ ......∩║▓_
_∩__▓ ▓∩▓田 ║∩║▓__∩__ ▓▓∩▓田
... ... ... ... ... ║╬╬╬╬╬╬╬╬。
●▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬●
....SALAM KOMPAK SELALU....
●▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬●
şдĻдм Þэяşдндвд†дй..Şάђάвά† άќάй мєйçάŗї wάĻάџ †άќδїçάŗi
↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓
Şάђάвά† şєĻάĻџ мємвєŗї wάĻάџ †άќ δївєŗї
↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓
Şάђάвά† άќάймєйєŗїмά wάĻάџ †άќ şџќά
↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓
Şάђάвά†вάgάї вџмї Þєŗ†їwї yάйg †άќ ђєй†їмємвєŗї WάĻάџÞџй їά dїşάќї†ї
↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓
Ðάй şάђάвά† άќάй şєĻάĻџ мємвάĻάş jємÞσĻ & çσмєй† ..δάŗї qџ
↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓
Вцάţ дÞд qţ вέяşдђдвдţ ķĻσбд †άќ şдĻїйб вέŗвάбї jємÞσĻ &çσмєйţ

●▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬●
....SALAM PERSAHABATAN....
●▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬●

(¯`'•.¸(¯`'•.¸*♫♪♫♪*¸.•'´¯)¸.• '´¯)
♫(¯`'•.¸(¯`'•.¸*♫♪*¸.•'´¯)¸.•' ´¯)♫
♫♪(¯`'•.¸(¯`'•.¸**¸.•'´¯)¸.•'´ ¯)♫♪
Ѽ҆҆҅҄҃҆҆҅҄҃Ѽ҆҆҅҄҃҆҆҅҄҃҆҆҅҄҃ордй-тђєmдsтєя'рдятїїѼ҆҆҅҄҃҆҆҅҄҃Ѽ҆҆҅҄҃҆҆҅
(_¸.•'´(_¸.•'´*♫♪♫♪*`'•....¸_)`'• .¸_)
♫(_¸.•'´(_¸.•'´*♫♪*`'•.¸_)`'•. ¸_)♫
♫♪(_¸.•'´(_¸.•'´**`'•.¸_)`'•.¸ _)♫

ஜ۩۞۩ஜ◄────╬♥║◄ s a l k o m s e l ►♥╬────►ஜ۩۞۩ஜ
⎝≧⏝≦⎠⎝⏠⏝⏠⎠⎝≧⏝≦⎠⎝⏠⏝⏠⎠⎝≧⏝≦⎠⎝⏠⏝⏠⎠⎝≧⏝≦⎠⎝⏠⏝⏠⎠

ĎĨ ČŐMĔŃŤ ĎÁŃ ĎĨ ĴĔMPŐĹ
↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓

Fenomena ini buat orang yang ganteng kayak saya (Mode Narsis On) buat saya mikir: apa alasan status kita di-Like? Pengen tau jawabannya? Yuk kita simak bareng-bareng!
  • Keren
Status yang keren jadi inceran likers (sebutan buat Tukang Jempol alias Jempoler) buat dijempolin. Contoh status keren, "Wah... Akhirnya sukses juga nih nge-hack situsnya CIA :)" Keren kan? Jarang-jarang lho ada yang bisa kayak gituan. Kita aja nge-hack email sendiri pas lupa nggak bisa-bisa, apalagi situs CIA? Hehehe... So, mulai sekarang kalo pengen status kamu-kamu di-Like-in temen Facebook kamu, banyak-banyak deh bikin hal-hal canggih dan kamu pamerin deh lewat status (Riya' mode on. Hihihihihi).
  • Alay
Walaupun saya agak jengkel sama "benda" yang satu ini (benda apa sifat ya?), mau nggak mau dan suka gak suka harus dimasukin juga ke salah satu alasan kok status kita kena Like orang. Ukuran alay sebenernya rada-rada susah lho. Alay buat kita belum tentu alay buat orang lain. Tapi, udah jadi rahasia umum kalo nulis 5t@tu$ k4y@k 61n! adl4h t4nd@-taNd4 t3rjAngK!t vIru5 4l4y k4L0 ng9Ak m4u dIseBut S1nT!n6. Wakakakakakakak... Adakah yang berminat menjadi Updater Status Alay? Hehehehe...
  • Lucu
Nah, kalo saya paling demen alasan ketiga ini buat nge-like status seseorang. Nggak cuma status sih. Kadang komen yang konyol pun demen banget saya sundulin jempol. Status yang kayak beginian yang bikin idup kita sedikit refresh setelah ketimpukan banyak masalah sehari-sehari. Daripada ngegalau, mending ngelucu toh? Setuju? ;)
  • Filosofis
Keempat ini biasanya dilakuin sama likers yang demen sama filsafat (Nah. Ini yang nulis juga agak-agak lebay. Mohon jangan ditiru ^^). Status yang isinya tentang renungan, kontemplasi alias kegiatan merefleksi diri sendiri ada peminatnya sendiri juga lho. Status macem begini biasanya ngajak kita untuk mikirin tentang hakikat idup, mengenal kehidupan. Ngajak kita merenungi apakah idup kita hari ini udah lebih baek ketimbang kemarin. Apakah hari ini kita udah bikin sesuatu yang berguna. Apakah kita udah pantes disebut manusia (Busyet! Kalo bukan manusia, terus apaan?? Kambing?!). Jadi, kalo ada status yang beginian, jangan ragu-ragu berikan jempol kalian sebagai tanda terima kasih udah diingetin sama sesuatu yang (mungkin) kalian lupa. Nggak susah kan?
  • Emosional
"Cowok sialaaaaaaaan!! Tega2ny sih elu nyakitin gue??!!! Kampreeeeet!! Gue sumpahin lu bisulan seabad sampe lu minta maaf di bawah tumit gue..!!! Dasar cowok kambiiiiiiiiiingg!!!!" (#NoComent ah daripada kena semprot!) Gimana? Kurang emosional?
  • Up to Date
Kemaren lagi booming Kasus Wisma Atlet, saat itu juga komennya soal kasus itu. Sekarang sibuk soal 10-0 Indo... Indo sapa ya? Kok lupa. Ya itu lah pokoknya, langsung update status soal itu. Besok mungkin kalo ada berita heboh lagi, misal harga BBM naek, langsung deh update status: "Nggak apa-apa deh BBM naek yang penting gaji gue ikutan naek. Hehehe..." Elu enak gaji naek. Yang nganggur apanya yang naek coba? Stresnya!! Hahahaha... Andakah updater status tipe ini?
  • Kasian Sama yang Bikin Status :)
(Hehehehe... Yang ini sebenernya nggak pengen dimasukin kemari. Tapi berhubung supaya lengkap tujuh (keliatan banget kan meksonya -_-"), ya terpaksa deh. Maaf ya kalo nyangkut di hati yang baca. Just kidding, Guys!)
Status tipe ini sebenernya nggak ada yang menarik sama sekali. Isinya pas: pas jelek, pas bosenin, pas mekso, pas garing, pas ngasal. Beneran pas kan? Hehehe... Yang bikin di-like bukan gara-gara isi dari statusnya, tapi aksi si pembuat status lho yang masuk ke update status orang lain dan komen-komen sambil nyembah-nyembah supaya statusnya di-like. Nggak cuma di situ. Doi masuk ke Yahoo!Answer terus ngebom postingan persis kentut saya kalo lagi masuk angin (ups! Kok buka kartu sih??!). Isinya tau nggak apa?
Spoiler for Postingan Y!A:
TOLONG LIKE STATUSQ DOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOONNNKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK Kalo nggak aq bakal nyeburin diri di Kali Sampean Baruuuuuuuu!!!!! Pleassssseeeeeeeeeeeeeee

Ya elaaaaaaaaaaa! -.-"
Hehehehe...

Segini dulu ya postingan 7 Alasan Status Kamu di-Like dari saya. Mohon maaf banget kalo isinya bener-bener pas: Pas Ancur! Hehehehe... Sampai jumpa ƪ‎​(^ヮ^)ʃ

Sumber Gambar: Dir Dayeri - My Name is Pol! Jempol!
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

The Unforgettable: Masa Remaja ^^ (Part I)

Wajah-Wajah Masa Depan
Ngomongin masa remaja, sapa sih yang nggak doyan? Masa-masa puber (bukan putus bercinta, kaleeee!!), masa-masa mengenal apa itu emosi. Singkat kata: inilah masa sensi pertama manusia selain masa manula.

Masa remaja nggak akan ada abis-abisnya diomongin di sini. Mau dibahas dari mana coba? Dari style? Atau dari gaya sms-an yang jadi musuh bebuyutan guru bahasa Indonesia? Masa SMP, masa SMA. Dua tahap perkembangan pendidikan yang lengket banget sama yang namanya remaja. Watak sok jagoan nongol kenceng-kencengnya pas umur-umur segini. Juga sifat-sifat centil dan rajin banget dandan (ke sekolah dandan. Kerja kelompok dandan. Mau pup masa dandan? Parah -.-"). Benda yang bernama otak kayaknya jarang banget dipake pas kita nginjek masa ini. Kalo udah kepingin, udah deh. Cabuuut. Hehehehe... Teman-teman kah salah satunya? ;)

Masa remaja identik banget sama yang namanya Triple First: first love, first date, dan first broken heart. Hahaha... Setuju? Labil. Galau. Kayaknya ini yang banyak kita liat di wall Facebook kita. Kalo udah seneng, rame-rame deh update status 3 menit sekali. Busyet deh. Nah kalo lagi galau? Yaaa... masih update status sih, cuma nggak 3 menit sekali. 3 detik sekali! Wuahahaha... Dan mau tau statusnya kayak apa?
Spoiler for Galau Status 1:
Kamu kok tega banget sih matahin atikuuuuuuuu?????!!!! :'(
 Atau yang kayak gini?
Spoiler for Galau Status 2:
Jangan tinggalin aq, Sayaaaaaaang....(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

Dan masih banyak lagi lainnya. Ada yang mau nambahin? Hehehe...

Masa remaja, menurut saya yang udah mulai keluar dari kepompong keremajaan, semacam masa belajar ngebangun pijakan-pijakan. Pijakan apa aja? Macem-macem! Moral iya. Prinsip iya. Akhlak iya. Arah dan tujuan idup juga iya. Banyak lah. Masa remaja jadi ajang buat nentuin apa mau kita dan kemana maunya kita. Analogi kita di masa remaja adalah seorang petualang yang ketemu dua jalan bercabang. Inilah kita. Kita mulai milih kemana jalan kita. Kanan atau kiri. Sering kan anak-anak remaja frustasi begitu ketemu jalan ini. Sebabnya sih macem-macem. Ada yang ngerasa nggak pas, ada juga yang nggak pas gara-gara diolokin sama orang-orang di sekitar mereka. Ada yang galau karena faktor pendukung kayak finansial dan ada juga yang gara-gara sekedar kurang amunisi aja (baca: tekad). Nah. Inilah yang dialami para remaja. Jadi, kalo ada yang tanya 'kenapa remaja sekarang kok banyak yang salah jalan?' Jawabannya simpel aja: Kita nggak ngasih pencerahan jalan yang bener buat mereka. Pencerahan kayak apa?

Gini. Remaja itu ibarat batu lho. Kok gitu? Ya. Mereka sosok tanggung yang merasa bisa kayak orang dewasa. Ketika ketemu jalan, mereka berpikir pasti bisa milih jalan yang bener. Nah kekeliruan kita saat mereka di ambang pilihan bukannya nunjukin jalan malah mendorong ke jalan yang kita pilih alias maksa. Sapa coba yang mau dipaksa?

Masalah jadi pelik ketika remaja yang dipaksa nggak mau nurutin orang yang maksa. Mulai deh kalo istilah saya... "batu ditimpukin batu." Udah tau batu, eh malah ditimpukin sama batu. Peluangnya dua. Salah satu kalah, atau ya dua-duanya is dead. Kalo nggak orang tua yang kalah, ya anak remaja mereka yang jadi tumbal. Paling apes ya dua-duanya mampus. Orang tua stres dan jantungan, si anak mutung dan nasibnya total gantung. Siapa yang salah? Stop ngomongin bener dan salah! Nggak akan nyelesain perkara. Oke?

Anak remaja dan masa remaja itu ibarat orang yang baru keluar gua dan nemuin jalan yang ke belah: jalur kanan terang, jalur kiri gelap. Nah, kita sebagai orang dewasa bukannya memotivasi mereka supaya bergerak ke kanan, malah dibiarin bertahan di tengah, bahkan didorong-dorong ke kiri. Contohnya, sering menjatuhkan mereka. Cara ini sukses berat bikin remaja kehilangan pegangan. Konkritnya sih tindakan kita mengolok-olok "aksi caper" mereka. Namanya remaja yang lagi idup di alam sensi, abis diolokin jadi ada yang mismatch di hati. Kalo udah mismatch, jadilah miskomunikasi. Kalo udah miskomunikasi, lanjut ke misunderstanding. Nah sampe di sini bisa diperkirakan apa yang terjadi: anak berantem sama si bapak atau anak perawan yang dendem banget sama ibunya. Perkembangan remaja pun jadi nggak sehat kan?

Masa remaja itu bener-bener indah kalo kita bisa membuat keyakinan kalo masa itu bakalan indah. Nggak segampang nulis beginian memang tapi mencoba itu jauh lebih gampang toh daripada mempertahankan percobaan kita? Kenapa nggak nyoba dari sekarang? Jadi remaja yang sehat? Remaja yang visioner? Kebut-kebutan di jalan (sekali atau dua kali) boleh aja asalkan tahu adat. Masa iya ngebut pas lagi macet-macetnya? Nggak pake helm sama ngantongin surat-surat lagi.

Ngerokok itu boleh (menurut saya) asalkan tau batas. Masa iya di kelas nyedot? Masa iya tiap jam nyedot? Kok gak jamban sih disedot? Hahaha... Maaf kalo sarkastik. Lagian, itu uang siapa ya yang dipake beli rokok? Hehehe... Daripada buat rokok, beliin pacar bakso lebih enak kan? Setuju?

Nah kalo yang namanya mabok, nggak peduli gara-gara bir atau narkoba, itu yang nggak boleh. Alasannya? Simpel aja. Otak remaja-otak kalian-masih fresh, Kawan. Masa sih mau dikotorin sama hal-hal begituan?

Hm... Gimana kalo free sex...?

*Bersambung Dulu, Sob! Tarik Nafas Bentar ^.^*

Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Aku Ingin Cinta

Aku ingin cinta
Suguhkan aku cinta!
Biarkan ku teguk manisnya
Biarkan ku jilati lukanya
Biarkan ku rasai semua
Patah Hati
Aku ingin sentuhan
Aku ingin cumbuan
Berikan aku pelukan!
Dan lemparkan padaku senyuman
Ketika dingin meningkapi badan
Ku takkan merasa kesepian

Aku ingin
Kau menjadi ingin
Inginkan aku. Inginkan hatiku
Sayang. Kau tak begitu
Maka. Aku ingin cinta

Pada siapa ku dapatkan dia?

Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Selasa, Maret 13, 2012

Travel to My Homeland (Part II) - Mereka yang Dirugikan

Etape Kedua
Seperti mudik biasanya, nggak ada kesan spesial dari perjalanan Probolinggo - Bondowoso. Bus Angggun Krida yang saya tumpangi parkir begitu lama di Terminal Bayuangga. Jam 10.55 bus baru keluar terminal. Keadaan terminal persis kayak kuburan. Sepiiiiiiiii banget. Maklum aja. Bus yang biasanya rutin jadi pengunjung setia kejebak dari Klakah atau Leces (katanya). Belum lagi yang dari arah Pasuruan (seperti bus Akaz saya). Kontan para pengasong mukanya lecek semua. Saya pengen sih beli beberapa dari mereka, tapi berhubung saya bad mood stadium VI, udah deh. Setel cuek deh. Hehehe... Maafkan hambaMu ini, ya Allah...(¯̩̩̩̩̥¯̩̩̩̥¯̩̩̩̩̥_¯̩̩̩̩̥¯̩̩̩̥¯̩̩̩̩̥)

Perjalanan etape kedua ini agak berbeda karena ngelewatin jalan tikus. Baru kali ini ngeliat bus nekad lewat jalan kampung. Sumpah, ini bus langsung jadi pusat perhatian. Diliatin sekalian dituding-tuding anak-anak SD yang asik ngebugil sambil nyelem di sungai-sungai sepanjang jalan. Aku senyum makna ganda. Ya liat keheranan dan kepolosan mereka, juga nyadari betapa parahnya banjir kali ini sampe-sampe bus kudu ekspansi jalan ke kampung-kampung. Tapi, mau gimana lagi? Daripada takluk pada kemacetan dan nggak ada tindakan cepet dari pejabat dan aparat terkait (kalo liat polisi pas di TKP kemacetan tadi, saya jamin kalian bakal geleng-geleng kepala seharian!), mending inisiatif toh?

Perjalanan relatif lancar. Nyaris nggak ada hambatan sepanjang jalan. Ada banyak cerita sebenernya yang saya dengerin dari kursi tempat saya duduk. Di belakang saya persis, ada yang ngomongin soal banjir dan kegagalan mereka pergi ke Surabaya dan terpaksa puter balik ke Bondowoso. Ada juga di sebelah yang ngomongin banjir yang katanya berhasil bin sukses merobohkan jembatan kayu di sekitar Bayeman. Di depan kedengeran kondektur ngobrol seru sama seorang penumpang soal bus yang pada putar balik begitu sampe di arena kemacetan. Saya cuma bisa menarik nafas. Berapa milyar kah kerugian kali ini? Tapi, yang jauh lebih besar dari itu, berapa milyar rasa kecewa yang harus ditanggung akibat peristiwa ini? Penumpang yang terpaksa merelakan dompetnya makin tipis buat ojek, atau mereka yang rela antri di kemacetan selama berjam-jam. Para sopir dan kondektur yang kehilangan penumpang. Para pedagang asongan yang pasti turun omzet hari itu. Dan yang pasti adalah... para korban banjir kali ini. Mereka yang jelas-jelas merasakan bagaimana sapuan air hujan menjadi banjir dan menyeret ketenangan malam mereka. Siapa yang akan bertanggung jawab atas semua ini?

Sepertinya, lagi-lagi, rakyat kecil yang harus menanggung derita ini. Lagi-lagi...
***
Perjalanan dari Probolinggo ke Bondowoso ini rasanya kok agak lamaan ya? Nggak seperti biasa. Saya yang udah nggak sabar nginjekin kaki di bumi Tape nggak berhenti-berhenti mandengin panorama sepanjang jalan. Situasi bus cukup kondusif sampe ada tambahan penumpang di daerah sekitar Pajarakan ketika para keluarga santri salah satu pondok pesantren naek ke bus. Seperti bus ekonomi lainnya, desak-desakan sudah panorama yang umum. Ada seorang lelaki sekitar 43 tahunan yang agak bebel. Udah tau kondisi sempit malah jadi penghalang di koridor. Gelantungan diem di tempat. Diteriakin agak maju sama kondektur masih aja nggak maju-maju. Akhirnya seorang bapak-bapak dengan nada tegas nyuruh itu orang supaya geseran maju. Seperti orang egois pada umumnya, tampangnya nggak enak ngeliatin si bapak yang nyuruh maju. Mulutnya ngedumel. Keliatan banget tampang ndeso-nya. Ekspresi tubuh keliatan dia mau muncak ngelemparin keranjang ke arah si bapak yang asik nelpon. Saya sudah siap-siap kalo sekiranya itu orang bikin perkara saya timpukin sepatu saya. Tapi untung pria umur 40an itu masih sadar tempat. Coba aja kalo nggak. Masa bodoh aja deh sama status mahasiswa saya.

Nggak bisa sepenuhnya disalahkan reaksi marah tuh orang. Dalam situasi kayak begitu, sedikit ekspresi negatif bisa jadi api yang menyulut kesabaran. Saya aja yang mahasiswa, yang katanya kaum intelek agak terpancing cuma ngeliatin reaksi orang itu, gimana dia yang dari potongannya sih kayak lulusan paling nggak SMP. Ditambah barangkali background sosial dan beban hidup yang nggak ringan bikin sumbu emosi pendek banget. Tapi, inilah idup. Nggak semua orang kan punya sumbu kesabaran yang panjang? Tapi yang jelas, kita mesti berlatih supaya sumbu kesabaran kita bisa panjang dan akal sehat kita bisa matang. Kalo nggak gitu, bisa-bisa kita jadi kampungan di tempat-tempat yang seharusnya kita jaga reputasi kita. Sapa yang bakal ngejaga nama baik kita kalo bukan diri kita sendiri? Ini sedikit pelajaran berharga dari adegan tolol dalam bus yang saya alami.

Bus masuk Terminal Besuki. Penumpang turun, penumpang naik. Saya menarik nafas. Masih sejam lagi. Kurang lebih.
***
Perjalanan lancar sepanjang melintasi lika-liku kawasan Arak-Arak. Nyaris nggak ada kendala. Persis jam 13.30 saya turun di pertigaan Diponegoro. Ayah tercinta menyambut kehadiran saya. Dan tanpa basa-basi, kami pun berangkat balik ke rumah sakit. Semooga nenek saya nggak kenapa-kenapa. Aamiin.

Segini dulu ya share pengalaman pulang dadakan saya. Cerita terbaru soal dua hari di rumah sakit insya Allah saya ceritain ke depan meskipun nggak bisa janji karena begitu banyak hal-hal privasi di sana. Tapi yang jelas, cerita soal TKP kemacetan dan pengalaman saya balik lagi ke Malang persis Minggu-nya akan saya berikan buat temen-temen Manyar sekalian. Stay tuned on my blog, Guys. Tunggu kejutan terbaru dari saya. Hehehe...

THE END

Sumber Gambar: Komunitas Santriwati - Terminal Bayuangga Probolinggo di Waktu Senja 3 April 2011
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Travel to My Homeland (Part I) - Kutukan Macet

Mewakili
(PERHATIAN!!!! Dilarang membaca artikel ini dengan Mode Alay Off. Hahahahaha... Buat pihak-pihak yang merasa tersangkut, just smile, Oke? Anggep saja ini petuah gratis. Hehehe... Deal? Tancaaaaaaap! ^.^)

Kalo liat judulnya sih keren banget. "Travel to My Homeland" (Buat Sastrawan Bahasa Inggris, maaf kalo tata bahasa saya remuk redam -_-"). Terjemahan elitnya sih "Perjalanan Menuju Tanah Airku". Wakakakakak... Please yo. Kirain TKI apa menuju Tanah Air? Hehehehe... (Lha, pas makna sebenernya apa? Hm... Mudik? LOL... #Comment closed)

Sabtu 10 Maret bener-bener jadi perjalanan Paling Gokil seumur idup jadi makhluk perantauan. "Hanya" gara-gara rengekan orang sakit (Ampuuuuun... Jangan kutuk saya!!! >.<) dan telpon nggak lebih dari 4 menit, berubahlah agenda akhir pekan saya secara menyetubuh, eh menyeluruh. Hehehe... Ini semua nggak bakal terjadi (insya Allah) kalo si Mrs. Do Less Talk More ngomong lebih awal ke ibu saya (Terima kasih untuk kesusahan yang Anda buat pada saya!). So, begitu tongkat komando dikirim lewat sandi-sandi merpati yang terbang melintasi udara dan menclok di kuping saya, "Angga, besok pulang subuh dan langsung ke Rumah Sakit!" segeralah packing dimulai. Mau tahu yang menjengkelkan dari misi pulang kampung episode ini? Saya kena gejala ambeien! TIDAAAAAAAAKKKK!!!!

Dan ketika gema azan subuh masuk ke kamar saya, dengan mengabaikan shalat yang utama ini (Astagfirullahaladzim.... >.< Don't try this at your life!), saya bergegas menuju Terminal Bus Arjosari. Berharap dapat bus segera yang nganterin saya ke Probolinggo. Ya gimana nggak keburu? It's not about homesick. It's about my emphaty to someone that fall in sick. Dia nenekku. Sapa kira ternyata masuk rumah sakit dan manggilin aku. Kontan sisi phobia saya ngeluarin sinyal. Dan inilah bentuk konkrit sinyal itu: (setengah) panik level 3.

Persis jam 5 bus Akaz Asri jurusan Malang - Probolinggo - Jember jadi bancakan mudik kali ini.

Sampe Terminal Pasuruan sih nggak ada tanda-tanda nggak enak perjalanan kali ini. Cuma, seperti biasa, Bus Tentrem jurusan yang sama nguntitin dari belakang sejak dari Pohjentrek (setau saya). Kondektur bus saya teriak-teriak nggak tau pake bahasa apa (asumsi: bahasa kodok. Hahahaha...) yang jelas begitu nyampe persis di pagar luar Terminal Pasuruan, bus saya berhenti! Aduh. Jangan bilang dioper ke belakang!! Dan dugaan saya (sedikit) benar!

Penumpang bus Tentrem di"lempar" ke Akaz. Alasannya? Nggak jelas. Ya saya sih senyum-senyum. Ego mode on. Yang penting saya aman. Hahahaha... Dan perjalanan pun berlanjut seperti biasanya sampai... bencana itu datang...
***
Antrian panjang langsung say hello begitu bus sampe di Pangkrengan. Saya garuk-garuk ketiak. Apaan nih? Panjangnya naujubillah. Nggak ada ujung rasanya. Truk, pikep, bus. Mobil pribadi. Tumpah di sisi kiri jalan. Dari arah berlawanan nggak ada kendaraan sama sekali yang lewat. Firasat otomatis ngasih kode nggak enak. Bahaya dimulai. Tapi: bahaya apakah?

Semilir-semilir ada suara nggak enak waktu bus merayap menerobos kemacetan sampai akhirnya berhenti sama sekali di depan sebuah warung pinggir jalan. Ada "gas", ada "banjir", lalu"macet total", ada juga "sampe probolinggo." Ada lagi yang lebih gila: "Balik wae!" Balik... balik matamu picek iku balik (Ups, maaf. Lose control). Saya coba sabar berharap keadaan membaik. Sementara itu, satu per satu tukang ojek menawarkan jasa di sekitar bus saya. Firasat tambah nggak enak. Ada apaan sih di depan?
***
Kontan lemes waktu denger di depan ternyata ada banjir setengah badan orang dewasa. Seperti yang udah-udah, walau kali ini agak lain, daerah yang kena terjangan banjir ya di sekitar Bayeman sampe Gapura Selamat Datang. Kayaknya udah berkali-kali kena banjir, meski nggak segede sekarang, tapi kenapa nggak ada aksi ya? (Pejabat : sleep and hide mode on. Hahahaha... Kepet tenan -.-")

Yang bikin makin lemes kesaksian pak kondektur yang bilang temennya baru pulang tadi pagi, jam 6, ke Arjosari setelah jam 9 malem jadi korban kemacetan ini. Wah. Otak panik naek level. 6. Penumpang mulai bingung. Suara ojek makin sahut-sahutan. Mau tau berapa ongkos Pangkrengan - Terminal Bayuangga? 50 ribu! Yap. Untuk jarak sekitar 15 kilometeran saja harus merogoh kocek 50 ribu naek ojek yang muter-muter sedari tadi. Ada yang gilaan malah nawarin 100 ribu per orang. Uang nenek loe 100 ribu, hah?! Makin lemes...

Dirudung putus asa dan hasil menguping omongan dua anak muda yang sibuk berdiskusi dan berdebat soal naek kereta api sebagai alternatif ke Jember (halooo... Mau naek kereta dari mana nih? Mending muter dulu ke Pasuruan, Sob. Naek dari stasiun kota. Oke? Kalo ada lho. Hehehe...), saya putuskan untuk turun dan menguping pembicaraan tukang ojek dan kondektur soal situasi di depan. Saya "mengintip" seorang nenek dan cucunya bertarung harga dengan tukang ojek (catatan, ke Terminal Bayuangga, dua orang tersebut ditarget ongkos 75 ribu. Walau nggak tega liat ekspresi si nenek yang udah tua dan cucunya yang walau berotot tapi agak culun, harga segitu lebih oke ketimbang 50 ribu yang nyangkut di dompet saya). Akhirnya saya putuskan dengan bulat-bulat: saya naek ojek aja! For the first time and (maybe) for the last. Naek motor RX King item (meskipun butut, saya lebih respek sama nih motor ketimbang yang punya. Nggak pake-maaf-celana dalam! Kampreeeeet!!!), saya dibawa "ngegadaiin" nyawa di jalanan. Simpang kanan belok kiri. Nyelip depan mundur lagi. Eh, udah tau jarak dua jengkal masih aja diterobos. Saya berdo'a, nggak putus-putus, moga-moga dengkul saya nggak nabrak bumper truk yang lagi parkir di kanan jalan. Sementara itu, saya ikhlaskan diri saya yang ganteng ini (Ihiiiiiirrr... Hehehe... ^.^) kena maki sopir-sopir truk dan bus yang frustasi kejebak macet. Hihihihiks... (¯̩̩̩̩̥¯̩̩̩̥¯̩̩̩̩̥_¯̩̩̩̩̥¯̩̩̩̥¯̩̩̩̩̥)

Sekitaran jam 10.20 saya parkir di Terminal Bayuangga. Setelah menyodorkan ongkos ojek 50 ribu, saya jalan ke peron buat ngincer bus jurusan Bondowoso. Alhamdulillah nemu. Dan episode perjalanan etape kedua... dimulai!

~TO BE CONTINUE~

NB: Versi dokumentasi artikel ini dan pengalaman langsung di tengah kemacetan akan di posting kemudian mengingat saya masih nggak punya card reader (¯̩̩̩̩̥¯̩̩̩̥¯̩̩̩̩̥_¯̩̩̩̩̥¯̩̩̩̥¯̩̩̩̩̥) Insya Allah tanggal 26 bulan ini ato awal bulan April lah saya kasih update liputan langsung di TKP. Oke?

Sumber Gambar: TribunNews.com
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Burung-Burung Siang Hari

Sejenak
Melintasi pematang. Lelah sejenak meradang. Di dahan-dahan. Kau pasrahkan genggaman. Sejenak saja menarik nafas. Sebentar saja menyusun langkah. Membayangkan rencana dan rencana. Hingga saatnya kembali ke sarang tercinta.

Sementara. Matahari kian tinggi. Sementara. Lusinan janji terpenuhi dan tereliminasi. Wajah-wajah tunduk. Tubuh mulai bungkuk. Ada yang bertahan dalam kantuk. Kalian hanya mengutuk.

Sementara. Jalanan makin panas. Ada saja yang enggan bergegas. Sembunyi di dalam rumah. Mengintip dari jendela. Berharap kurnia turun begitu saja. Kalian menyumpah.

Burung-burung siang ini. Kau berkicau dan berkisah. Entah tentang apa. Entah tentang siapa. Yang pasti: kebebalan manusia salah satunya.

Sumber Gambar: Zulkifli Ishak Photopages
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Burung-Burung Pagi

Kau yang Menebarkan Janji
Melesat menyongsong matahari. Di kegemilangan hari. Tegar bernyanyi mengusir sepi.

Kau belah tanya. Kau saput kata. Jejak retak dalam gundah. Kau menyingkirkannya.

Kau terjang awan. Kau gilas keheningan. Kau sapu segenap debu-debu dan kau alirkan kicauan penepis ragu. Menyusur di sela-sela dahan. Menari di antara kepungan hutan-hutan. Lalu, melesat ke udara! Menangkap cahaya penuh damba.

Burung-burung pagi,
                               Kapan kami bisa sepertimu?

Sumber Gambar: Photography
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Senin, Maret 12, 2012

Perjalanan Rasa

Menikung tanpa arah. Bergerak kemana saja. Hatimu takkan pernah bisa menyangka. Hatimu takkan pernah dapat meraba. Karena kau tak pernah mencobanya.

Ketika sorot mata waktu menghampiri jantungmu. Dan kau tak pernah merasa: kau telah kehilangan indera. Maka bersiaplah tergilas di putaran kelam sejarah. Menjadi tumpukan caci maki. Menjadi tumbal untuk kesekian kali. Tapi. Apa pernah kau mengerti? Kau terus saja berkelana dengan rasa yang sama. Dengan selera yang itu-itu saja. Lalu terjatuh dan terkurung di perangkap yang sama. Tua dan mati dengan takdir yang sama. Lalu menangis serupa dengan dongeng cerita legenda. Sama seperti gunjingan mereka. Tentang rasa.

(Kepada Manusia dan Pilihan Hidup Mereka Yang Salah)
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Jumat, Maret 09, 2012

Ooohhh,,, "Cinta" Tooooh :)

Hai, Kawan? Gimana nih kabarnya? Sehat semua kan? Ada yang sakit? Pengen cepet sembuh? Gampang. Minum obat n banyak istirahat. Hehehehe... Gampang kan?
Tiada Lain Kecuali: Cinta

Nah. Sebenernya saya mau ketawa ngakak dulu sebelum nulisin artikel ini. Berhubung saya malu sama kucing tetangga sebelah, saya tunda ketawa saya. Cukup ngikik aja. Hihihihi... (Kok malah horor? -.-")

Sebelumnya saya mau minta maaf buat tiga hal. Pertama, janji untuk bikin postingan yang lebih beragam dan menarik (baca: selain puisi) belum bisa saya tepati. Kedua, saya mohon maaf puisi yang saya bikin akhir-akhir ini masuk kategori puisi medhit alias pelit alias kikir. Kenapa? Alasannya sih terlalu singkat dan nggak menjual dari sisi tampilan (ada tampilannya aja nggak menjual, apalagi nggak ada??!!! -.-").

Nah, ketiga saya mohon maaf buat temen-temen blogger yang jadi penggemar Jejak-Jejak Manyar karena saya nggak bisa blogwalking ke rumah dunia maya kalian. Lagi sibuk aje gile nih. Maaf ya, Sob? >.<

Artikel terbaru saya kali ini mau mengumumkan sebuah fakta baru yang sebenarnya bukan barang baru (lho?). Disebut fakta baru karena kenyataan ini baru aja saya tahu kemarin malem setelah nggak kurang dari 20 menit melototin dashboard blog saya. Kalo 'bukan barang baru'? Ya karena dari dulu 'benda' ini selalu jadi the interesting point of people in the world (sok Inggris! Maksudnya jadi titik perhatian manusia di dunia getoooo). Lalu, apakah itu?

Jawabannya adalah.... (Eng Ing Eng.!!!)
...
...
...
...

^.^ CINTA ^.^

Setelah melakukan pengamatan (dengan mata melotot dan mulut nganga 2 menit sekali), akhirnya saya dapet sebuah kesimpulan kalo artikel saya yang judulnya berbau-bau cinta adalah artikel yang paling banyak dilirik paling pengunjung. Ya, meskipun bisa dikatakan masih sepi, tapi dari total tayangan para pengunjung (nggak tau yang nyasar atau yang bener-bener mampir), artikel yang ada kata 'cinta' atau berbau-bau cinta pasti artikel yang banyak dibaca sama pengunjung.

Saya ketawa liat fakta ini mengingat tujuan blog ini dibuat bukan untuk propaganda cinta. Saya nulis dan ngegarap blog ini nggak lain buat memasarkan ide-ide dan pengilhaman di luar cinta. Kritik sosial, politik, hukum. Agama. Dan tema-tema di luar cinta menjadi focus of interest dari tulisan saya. Lucunya, kenapa mereka nggak diminati ya?

Tapi, nggak semua yang berbau cinta itu nggak diminati. Contohnya artikel saya yang mengulas acara Indonesia Lawyers Club tentang perkembangan kasus Wisma Atlet antara AS dan AU. Artikel ini laris manis dikunjungi pengunjung. Di sini saya dapat satu ilmu. Namun, tetap saja yang namanya cinta lebih dilirik daripada hal-hal lainnya.

Temuan ini mengajak saya buat menginterospeksi kekurangan dan kelemahan blog saya. Dan, meskipun sepi komen, dari temuan-temuan ini saya tau pasti apa yang harus diubah dari blog saya :)

Saya mau mengucapkan: "Terima kasih buat temen-temen yang berkunjung ke blog saya, baik yang rutin, angin-anginan maupun yang nyasar nyungsruk di blog saya". Walaupun nggak ngasih masukan secara langsung, saya udah cukup tau kekurangan dari konten artikel blog saya. Insya Allah ke depan saya bakal lebih banyak lagi memberikan "apa yang kalian minta." Tapi, jujur, saya nggak akan mengubah haluan berpikir saya lho ya. Sekali kripik sosial, eh kritik sosial, tetep kritik sosial. Hanya mungkin akan saya sematkan sisi cinta yang (Insya Allah) indah dan (Insya Allah) menggugah dalam artikel-artikel terbaru saya. Yang pasti, saya akan menjauh sebisa mungkin dari pengkultusan yang berlebihan terhadap cinta karena dari sudut pandang saya, pemujaan berlebihan kepada cinta (dalam artian people to people) yang bikin banyak sekali duka di dunia saat ini (terutama free sex). Setuju nggak?

Sekali lagi, saya mau ngucapin terima kasih buat kesediaan mampir di blog saya dan memberikan warna dalam keseharian saya. Moga kita diberikan kelancaran dalam mewujudkan impian dan harapan kita. Semoga. Aamiin.

NB: Kalo ada yang nggak pas dengan perubahan aura blog ini ke depan, mohon masih komentar ya? Hehehe...

SALAM MANYAR!

Sumber Gambar: Fan2be - Kata-Kata Mutiara Cinta untuk Kekasih
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Kamis, Maret 08, 2012

Dari Sekeping Isu

Merangkak. Menjejak. Meninggalkan puing dan serpihan barak. Kota sepi. Desa mati. Negara memumi.

Sekeping isu. Ku dengar mengalun menyahdu. Meneriaki telinga-telinga tuli. Memelekkan mata yang buta. Seketika. Tiba-tiba. Jutaan manusia turun ke jalan. Menangis bersama. Histeris dan gila. Lalu jatuh. Tengkurap. Sembab.
                                          Dan mati...
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Batu Cadas

Ingin ku lemparkan: sebongkah batu cadas. Melengkung sudut ke atas. Lalu menusuk tajam menghempas. Tepat di jidatmu.

Wahai, Dungu...
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Vista

Suaka margasatwa. Cagar dunia senyum di kilatan warna. Ada rasa bicara. Ada rasa menyabda. Firman: Tuhan masih niskala.

Kita sibuk bicara. Kita sibuk menutup telinga. Kita sibuk hingga lupa: jalan kita makin tak terarah.

Kita sibuk bertukar maki. Kita sibuk berbarter label. Kita lupa: wajah kita makin belel. Dan terinjak di belenggu nasib yang bawel.

Kita sibuk dengan berjudi. Menukar mati dengan satu detik. Lalu mati tercekik. Untuk apa menunda jika akhirnya sama?

Kita sibuk mengail alasan, alasan, dan alasan! Mencari-cari kesalahan meski kita sudah tahu: kealpaan di baju kita. Untuk apa berlempar noda?

Maka dunia terus berputar. Waktu masih berkejar. Hidup. Mati. Tengah.
Masih seperti biasa.

Semesta cipta. Pesona ramah bicara. Tutur sisa di buai asa. Tak sadar terus melangkah.
Abadimu, Vista...
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Vigia*

Lancar berlayar. Suara kapal menabuh tanpa sang camar. Lancar menari. Angin dan sepi. Mengiringi kembara tualang muda.

Kau bernyanyi. Kau cerdik berpuisi. Melantunkan pujian hati. Mengembangkan cita seakan pasti. Kau anggun di bijak mimpi. Hingga lelapkan kami. Hingga busukkan kami. Dalam vigia celaka alam persada.

Tiba-tiba saja!

*Vigia, adalah suatu bahaya yang umumnya terjadi di kawasan laut dalam dengan posisi tidak tertentu.


Edited at September 17, 2012 :
Menambah pengertian "vigia" sebagai penjelas.
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Tangisan Pagi

Ku dengar pagi menangis. Menjelma menjadi gerimis. Lalu. Udara turun memistis. Dan. Bumi terjebak di antara selusin keruh yang berlapis.

Pagi masih saja menangis. Menggenangi jalanan asa. Menenggelamkan setapak penuh cita-cita. Aku lantas bertanya: Mengapa? Dengan duka ia berkata:

                                                  "Kau nyenyak dalam mimpi. Sementara aku makin terkebiri"

Lalu ku dengar suara gergaji
Mengerjai rerumputan yang kering sepi. Pagi makin menjadi...
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>