Selasa, Februari 28, 2012

Shocking Moment Kedua: My First Award. What?!!

IBARATNYA ini lagi asyik jalan-jalan naik motor sendirian tiba-tiba ketemu orang dengan tanpa basa-basi teriak di kuping kita: SELAMAAAAT!!! KAMU BARU AJA MENANGIN SEBUAH PENGHARGAAN BERGENGSIIIII!!!

Kontan kita diem sejenak. Mempertahankan mata yang melotot.
Mempertahankan mulut yang melongo.
Persis banget kayak kebo dongo. Hohohoho...

Lalu, apa reaksi kita begitu mengalami hal kayak gitu? Pertama, niupin kuping bentar. Lu pikir nggak budhek diteriakin begituan? Hahahaha...

Nah. Reaksi berikutnya adalah mikir: "Nih ada apaan ya kok nggak ada badai nggak ada tsunami kita dapet beginian?" Dan pikir boleh pikir, kita mikir lagi: "Lha terus nih hadiah kudu diapain?"

Makin bingung deh lu... -_-"
***
Begitulah ilustrasi yang (kayaknya) tepat untuk mendeskripsikan suatu keadaan situasi dimensional psikis (busyet bahasanya -_-") yang saya alami malem ini. Tanpa aba-aba atau tanda apa gitu kek, si empu gondrong, eh empunya Catatan Mingguanku main nyelonong aja ke GuestBook Sang Manyar dan komen "Ada sesuatu buat kawan, silahkan cek di sini :D". Nah. Di sini mulai mikir ada apaan nih kok serius amat.

Didorong rasa penasaran, nyoba deh masuk ke blog yang bersangkutan buat memecahkan tabir misteri yang menyelimuti bumi pertiwi.... (Don't Try This At Home, Okay? Alay.com :D).

Dan, ternyata...?

Tanpa diduga saya didapuk untuk menggondol empat biji Award sekaligus. Hah? Nggak salah tuh? Daftar nggak, nominasi apalagi kenapa ujug-ujug dapet beginian coba? Tapi, ini yang disebut rejeki. Datang nggak pernah bisa dimengerti. Nah, buat yang pengen tau Award yang nepokin idung saya, check on the below ;)


Bener-bener shocking moment (kan lebay lagi...Hehehe). Dari artikel Catatan Mingguanku yang berjudul Award Keempat, Kelima Keenam, dan... Ketujuh baru saya tahu kalau reasoning dari keberuntungan saya adalah karena dinilai sebagai most frequent comment and visitor oleh si empunya blog. Padahal saya baru aja jadi follower di blog Catatan Mingguanku (sekitar semingguan kayaknya). Selain saya, ada enam situs blog lagi yang beruntung mendapat award serupa. Tadinya sih saya pikir ada hadiah ikutan selain ini (Ngarep.co.id). Yaaaa, meskipun nggak ada uang tunai sejuta rupiah, paling nggak emas murni 100 gram juga nggak apa-apa deh (Hahahaha... Ngaco poool). Tapi, award nggak selamanya kan harus dinilai sebagai uang. Silaturahmi jauh lebih berharga daripada segepok uang. Dan inilah salah satu cara menjalin persahabatan. Taktik jitu, bukan? Hehehe..

Terus, mau diapain nih Award? Nah. Lagi-lagi saya harus garuk-garuk kepala. Kalau nangkring di saya aja sih nggak asik rasanya. Kurang berasa. Yang namanya kebahagiaan harus dibagi-bagikan. Setuju? Nah sekarang saya mikir: Ini Award harus dibagiin ke sapa?

Saya yakin sih Catatan Mingguanku nggak akan protes umpama Award ini saya bagi-bagiin ke temen-temen blog saya. Iya kan, Kawan? Nah, sapakah yang akan menerima Award dari saya ini...?
 ***
Setelah melalui proses berpikir yang mendalam, mendetail, dan mengakar, hehehe... saya putuskan untuk membagikan keempat Award tersebut masing-masing untuk dua Blogger yang mempunyai peranan cukup besar terhadap lahirnya blog Jejak-Jejak Manyar ini. Siapakah mereka? Inilah dia!

 &

Yap! Dua Blog inilah yang berhak atas timpukan Award dari saya. Alasan saya membagi-bagikan Award tersebut kepada dua blog ini berbeda dari Catatan Mingguanku yang memberikannya ke saya karena faktor frekuensi kunjungan yang dinilai sering. Saya memberikan Award ini semata-mata karena dua blog inilah yang sedikit banyak memberikan kontribusi terhadap keberadaan Jejak-Jejak Manyar sampai saat ini. Ken Mercedez, yang notabene saya tahu betul siapa tokoh di balik blogmu (Hehehehe... Nepotisme dikit boleh dong?), banyak memberikan masukan ini dan itu supaya blog ini jauh lebih baik lagi. Dan dari masukan blog Ken Mercedez juga untuk beberapa hari ke depan postingan Jejak-Jejak Manyar bakal lebih variatif dan nggak melulu soal puisi. Mau tau? Tungguin aja ya? Hehehe... Yang jelas, thanks for your advice until now...

Nah, kalo yang It's About Life? Saya juga tahu pasti siapa orang di balik blog yang nggak mau disebut blog puisi dan kegalauan itu. Hehehe... Dialah (maksudnya blognya, bukan orangnya) yang menginspirasi saya untuk membuat blog "serupa". Dan... eng ing eeeeeeng!! Jadilah Jejak-Jejak Manyar, blog kesekian (setelah menumbalkan empat blog!) yang benar-benar tergarap dengan penuh keseriusan dan totalitas (walau jongkok kualitas. Hahahaha...).

So, buat Ken Mercedez dan It's About Life, selamat menikmati Award kalian, Kawan. Diambil boleh, dianggurin juga boleh kok. Nggak ada paksaan. Oke?
 
Jika berminat dan ingin mengambil keempatnya, silahkan tempelkan saja Award tersebut di postingan terbaru kalian atau bisa juga kok langsung kalian print out seukuran pigura lalu kalian tempel sebagai pajangan di dinding kamar kos kalian. Saya tahu kok ini Award pertama kalian dari Blogger. Iya kan? Wakakakaka... Peace, Kawan! Just kidding. Keep smile and be happy, okay?

Segini aja dulu deh postingan kali ini. Tadinya mau bikin posting tentang tips traveling, tapi berhubung ada anugerah dadakan, buyar deh. Hehehe... Buat Catatan Mingguanku, lain kali kalo mau ngasih Award bikin nominasi atau pengumuman calon penerima dulu napa? Selamat Anda berhasil membuat membuat saya bego untuk tiga belas menit. Hehehe...


~~~~^^___Thanks, All. Thanks for All___^^~~~~
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Selasa, Februari 21, 2012

Negeri Sejuta Cinta

Tiba-tiba tercekat rasa rindu
Tiba-tiba
Mendendam partikel haru
Jarak yang tertempuh,
Seribu cita di kepalaku
Tiba-tiba terkenang padamu

Kuidamkan Selalu
Aroma tanah yang basah
Aroma pagi di desa
Hijau dedaunan kelapa
Dan nyanyian bangga burung-burung gereja
Bersahut gemilang dengan manyar di tangkai padi: mengisi cerita hari ini

Air. Ya
Air hujan yang biasa jatuh di siang hari
Membasahi dahan-dahan mangga,
Mengalirkan asa di keringnya huma
Gubuk-gubuk sesak oleh peladang
Dengan mata yang nyalang
Mereka tatap ufuk tanpa menyelang
Berharap hari esok damai terjelang

Anak-anak sawah
Anak-anak capung dan belalang
Senyummu mengembalikan ingatku
Pada masa kecilku
Ketika hitam dan kelabu begitu semu
Ketika putih begitu teduh
Ketika saat begitu...

Inilah kampungku
Inilah negeriku
Dimana kampungmu?

                                  Dimana negerimu?

Sumber Gambar: Google Maps
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Senin, Februari 20, 2012

Nyali

(Kepada Iran)
Menentang Tirani
Tak gentar kau ayunkan pedang
Segara rintang
Kau hadiahi segodam juang
Tak duli nyawa selembar dalam ancam bumerang
Kau laju dan meradang
Menggenggam cahaya Langit
Menerobos goa yang sempit
Meneriakkan 'benar!' meski sependar. Sinar...

Aku menunggu hati
Segagah dirimu kini

Aku menunggu nafas
Bergerak tanpa batas

Aku menunggu
Kapan nyali begitu teduh
Menuntunku berlaga di catur dunia
Memandumu...

Sumber Inspirasi: Iran Akhiri Ekspor Mintak ke Inggris dan Prancis
Sumber Gambar: Geography - Merriam-Webster's Atlas
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Tapi...

Tapi...
Mengapa begini?

Katanya
Makin banyak orang kaya
Tapi...
Mengapa jalanan penuh kumal dan duka?

Katanya
Ekonomi bagai angin perlahan melaju
Tapi...
Mengapa buruh meradang dan ricuh?

Katanya
Makin gampang beli gadget
Tapi...
Mengapa kemiskinan selalu bikin greget
Semoga Bukan Mimpi

Katanya
Konser-konser jutaan rupiah
Selalu laris dan meriah
Tapi...
Mengapa surau makin sepi dan pecah?

Katanya
Beli mobil bagai meludah
Tapi...
Mengapa sedekah begitu susah?

Jalanan makin sempit
Dan hidup menjulang ke langit
Katanya
Kau hidup serba rupa
Tapi...
Mengapa lupa saudara seberang rumah?

Renunglah!

Sumber Inspirasi: Ledakan Jumlah Orang Kaya Baru di Indonesia
Sumber Gambar: TribunNews.com - Orang Kaya Baru Indonesia Terus Bertambah
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Minggu, Februari 19, 2012

Makan Malam

Ya. Terhidang
            Sebungkus nasi,
            Sebiji paha ayam bakar,
            Dan selembar telur dadar
Segelas teh hangat menyeruak panas
Menawarkan dahaga gigilnya raga
Waktu detik. Waktu menit
Jam merangkak menuju langit
Hargailah!
Ketika lambung berputar terisi
Dan kita lelap dalam mimpi
Tak jauh di seberang sana
Seorang anak terbujur menangisi hari
Meratapi koin yang tak ia dapati
Menyesali perut yang nyaring merintih
Lapar. Lapar
Lapar!
Sayang telinga kita terlalu tuli mendengar
Sayang mata kita terlalu pejam terkapar
Sayang
Alam mimpi adalah tembok karang
Tak tembus oleh lolongan gersang
Dan lengkaplah derita panjang
Ia menyepi sendiri
Hingga esok mengoyaknya ke jalanan lagi
Dan kita
Kenyang bersantap. Lagi
Dengan sebungkus nasi

Sumber Gambar: My Idea & Your Idea - Sekotak Susu Untuk Anak Jalanan I

NB: Syukurilah apa yang Kawan-Kawan dapat hari ini karena banyak saudara-saudara di sekitar kita yang tak mendapatkan apa yang kita punya ^.^
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Bernyanyi di Pucuk Cemara

Tentang kamu
Tentang rindu yang biru
Ku Kenang Dari Sini

Bernyanyi di pucuk cemara
Dan tak ada yang tahu
Nada yang biru itu selain kamu

Bernyanyi di pucuk cemara
Bersama purnama
Dan rimba riuh pesona

Bernyanyi di pucuk cemara
Ku cipta kamu dalam langkah
Dan ku damba kau tanpa jeda

Bernyanyi di pucuk cemara
Lelaplah dalam dingin malam
Dan senandungku yang rindu dendam

Bernyanyi di pucuk cemara
Hingga letih ujung lidah
Ku takkan pernah hentikannya

Bernyanyi di pucuk cemara
Untukmu semata...

Sumber Gambar: Baltyra.com - Di Rembang Petang Hutan Cemara
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Balik Ke Kosan: Shocking Moment!

Apa perasaan kalian begitu nyampe ke kosan terus liat gembok yang kalian gadang-gadang bikin aman kamar kalian tiba-tiba didongkel dari luar? Sumpah! kaget banget. Kebayang tragedi setahun yang lalu. Tragedi laptop ilang plus 99ribu rupiah di dompet saya waktu mandi pagi. Situasi inilah yang saya temuin pagi tadi.
Kalau Gini Kita-Kita Lah yang Repot!

Sama sekali nggak ada bayangan bakal mengalami kegilaan seperti ini. Langit biru. Udara cerah. Hati bersinar gembira. Bener kan? Kepikir beberapa agenda pas nyampe Malang, mulai cari koran Jawa Pos Minggu, sampe nge-print jadwal kuliah. Tapi, begitu kaki nginjek tanah persis di depan kamar kos, tiba-tiba hening....

SAPA YANG BERANI NGEBONGKAR GEMBOK PINTU SAYA?????!!!!!

Kontan bingung dan marah. Kebayang ada maling ngobok-ngobok kamar saya (lagi). Tapi, tunggu dulu. Sapa yang dengan gobloknya ngebobol kamar yang digembok sementara persis di sebelah saya tuh kamar nggak ada gemboknya alias terkunci doang? Otak logis mulai jalan. Sedikit demi sedikit saya ngatur nafas dan pelongo-pelongo nyari info apa yang udah terjadi di sini. Saya jalan ke kamar mandi sebelah barat, ketemu tukang lagi ngecat tembok kamar mandi yang aus berat.
"Permisi, Pak?" sapa saya. Tuh orang masih aja ngecat.
"Pak..." masih nggak dengerin.
"Assalamu'alaikum..." Tetep aja dengan lagak innocent-nya ngecat tuh tembok kayak sufi lagi dzikir di padang gurun -_-"
Akhirnya dengan jurus maju selangkah tuh bapak-bapak denger ada orang mendekat. Kontan dia menoleh dan kaget.
"Eh, inggih. Wonten nopo?" (maksudnya. "Eh, iya. Ada apa?")
"Anu. Pak Kost wonten?"
"Dereng dugi." ("Belum dateng")
"Isih teng pasar. Panjenengan saking pundi." ("Masih di pasar. Anda dari mana?")
"Saking Bondowoso. Mriku kok gembok kamar kulo wonten sing bongkar nggih? ("Dari Bondowoso. Itu kok gembok kamar saya ada yang bongkar ya?" Dan, dimulailah tata bahasa yang buruk >.<)

Singkat cerita bapak itu berjalan dan berbincang dengan bahasa Jawa pada saya dan ayah saya. Dan mau tahu apa kata dia? Dia tidak tahu pasti. Yang jelas "kemarin" tempat ini kebanjiran dan air masuk sampe ke dalam kamar.

Kontan hening...

Siapa sangka kosan yang aman tenteram dari godaan alam bisa kena banjir? Siapa kira kosan yang beginian kebanjiran? Dan nggak banget pas bayangin inventaris di dalam kayak apaan. Sudah pasti bakal basah nggak karuan.

Begitulah kenyataan pagi ini. Begitu kamar dibuka, keliatan tata letak barang-barang yang nggak karuan. Bekas basah dimana-mana meskipun nggak parah (maklum "kemarin" dibersihkan oleh Pak Kost begitu bobol gembok pintu saya). Tapi, buku-buku? Sebagian basah. Kertas-kertas sisa daftar ulang yang rencananya jadi bahan oret-oretan catetan kampus basah nggak karuan. Walhasil, saya tumpuk dan lempar ke pojok gang. Kali aja ada yang mau dan ngangkut. Silahkan n_n...

So, rencana-rencana manis di otak saya buyar semua. Yang nancep sekarang tinggal rencana mau pindah ke kamar atas (walau sebenarnya saya suka banget sama kamar ini), cari ember kecil yang diserobot Pak Kost jadi tempat ngaduk cat, beli sapu lidi yang raib entah kemana plus jam weker yang "lumpuh" dimasukin air, nge-laundry selimut, sarung bantal, bed cover yang basah, sama ngebenerin kancingan gembok. Saya nggak mau tragedi 20 Maret 2011 keulang. Dan phobia itu datang lagi.

Tuhan, lindungilah hambaMu ini.... >.<

Sumber Gambar: Catatan Burhan - Banjir oh Banjir
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Petrus (Tiba-Tiba Kurindukan)

Petrus, Penembakan Misterius
Tiba-tiba
Kurindukan 'petrus'
Ketika tubuh tertembus
Dan darah mengalir bagai air terebus

Tiba-tiba
Kudambakan 'petrus'
Lalu gemparlah pagi sepi
Menjadi bincangan di warung kopi


Tiba-tiba
Ku inginkan 'petrus'
Sementara bayang-bayang murka
Mulai gentar dan gemerus

Tiba-tiba
Aku memintamu mengulanginya
'Petrus'
Agar belati dan cangkul tak menyesaki jalan kami
Agar sorot mata binal merangkak dalam ciut nyali
Agar tak ada si buncit di tengah jerit perut yang sakit. Lapar
Agar aku. Kamu. Dan anak cucu
Bisa lelap dalam lena malam
Sebab tak ada aroma bara
Yang keliaran di buta kota
Sepanjang gelap

Penembakan Misterius
Ya. 'Petrus'
Kenapa otakku mengingatmu terus?

NB: Sekedar "curahan hati" penulis menanggapi kacaunya situasi saat ini dan maraknya aksi premanisme dan kriminalistik.


Sumber Gambar: Kaskus.us - Sejarah Penembakan Misterius (Petrus) di Orde Baru
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Tidurlah

Tidurlah!
Dan balutkan selimut itu ke tubuhmu
Biarkan kekisruhan berita begitu adanya
Seperti bising cerita dusta
Tentang Indonesia yang merdeka
Dari belenggu serakah dan dusta

Have a Nice Dream ^.^
Dan segera tidurlah!
Pejamkan mata dalam-dalam
Sementara di luar:
          Seratus ribu setan berkeliaran
Esok pagi kau pasti akan dikejutkan
Oleh busuk dan peliknya keadaan
Kawan,
          Ingatlah mimpi indahmu ini malam
Karena dialah satu-satunya teman
Yang akan menjagamu
Menghabiskan umur di negeri kita
Yang basi dan berjamur

Tidurlah, Kawan
Tidur!
Selamat mendengkur...

Sumber Gambar: Dokter Anakku
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Menuju Esok

Ada kesan dan bayangan
Ada jejak dalam penghabisan
Ceritaku. Ceritamu
Dan gambaran lucu di kampung halaman
Menjadi kisah yang tak pantas dilupakan
Kusambut Esok

Jalanku. Jalanmu
Menuju bah'gia hari depan yang kita tunggu
Biarkan dermaga menganga, menyulutkan rindu
Dan awan senja menampilkan hati sendu
Biarkan purnama mendambakan peluk
Sementara jarak seringkali menghapus sejuk
Yang pasti
                Kau masih kekasih
Tak perduli sampai dimana perjalanan ini ku lalui
Esok pagi...

Sumber Gambar: Karena Hidup Adalah Petualangan...
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Sabtu, Februari 18, 2012

The End of The Holiday ^.^

Menyambut Esok
Yup. Saya pikir inilah saat terakhir saya ngabisin hari libur. Masa reses. Masa menenangkan diri dan menjauhkan diri dari aktivitas perkuliahan dan tugas-tugas yang naujubillah banyak banget. Ini hari terakhir, meskipun masih kesisa sehari besok, buat memikirkan rencana masa depan. Kenapa hari terakhir? Ya karena mulai Senin besok lusa nggak ada lagi rencana. It's time to action! Setuju? ^.^

Senin, jam 7 pagi, sejarah semester 4 studi saya dimulai. Dosen baru, suasana baru. Target-target baru. Saya yakin, sepanjang hati kita yakin, kita bisa melakukan apa aja. Kebaikan apa aja. Kesuksesan apapun meski terlihat rumit dan mustahil. Dan hal ini yang akan saya lakukan: Agraria harus dapat nilai A!!!! Itu tekad saya buat si dosen killer yang bakal jadi dosen di kelas yang saya ambil semester ini. Semoga ini bukan keputusan goblok saya. Tuhan, Ya Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, berikan petunjuk dan kemudahan bagi hamba. Aamiin...

So, bagaimana dengan Kawan-Kawan? Sudah memulai aktifitas? Don't take it so hard! Bawa santai! Pejamkan mata. Bayangkan sejenak tempat terindah yang ingin Kawan datangi ketika Kawan menjadi orang sukses. Bayangkan kesulitan yang Kawan akan rasakan. Bayangkan semua. Bayangkan! Lalu, pelan-pelan, tanamkan di hati Kawan bahwa "Saya Bisa Mengalahkan Ketakutan Saya!" Tanamkan di hati Kawan bahwa "Saya Bisa Mengatasi Kesulitan Saya Sendiri!" Lakukan berulang-ulang. Setiap pagi. Setiap sore. Setiap malam di pembaringan Kawan. Dengan keyakinan. Ketika Kawan siap, buka mata perlahan-lahan. Lalu, tatap dunia luar di depan Kawan dan ingatlah tekad yang sudah Kawan ucapkan dalam hati tadi. Ingat! Dan segeralah beraksi. Kesuksesan Kawan-Kawan sekalian sudah menunggu di depan sana. Tidak maukah Kawan meraihnya? ^_^

Sekian dulu postingan dari blog ini. Insya Allah saya bakal update kisah terbaru saya di Malang dan kehidupan saya di minggu-minggu pertama perkuliahan semester empat ini. Semoga Allah swt melindungi dan menjaga hari-hari kita semua. Aamiin.

Selamat malam, Kawan. Selamat bermimpi indah... ^.^

NB: Jangan lupa menutup jendela agar mimpi kalian malam ini tidak kabur ketika kalian membuka mata esok pagi. See you...

Sumber Gambar: Cigna
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Jumat, Februari 17, 2012

Lebay Hari Ini: Antara KUHSipil vs KUHScript ^.^

Dunia Hukum & Internet
Libur semester kali ini bakal berakhir. Semua kesantaian, tidur pules ampe siang, begadang sampe subuh, semuanya bakal berakhir tanggal 19 Februari besok. Yaaah... Nggak bisa mbangkonglagi dong. Huuuuuhhhhehehehehehe...n_n

Selain nggak bisa males-malesan, ada banyak hal yang harus "ditinggalkan": keluarga, pacar (LDR gitu loh), kampung halaman yang ngenes. Tiga biji itu yang jelas-jelas bakal segera ditinggalin setidaknya sampe 3-5 bulan ke depan. Inilah yang disebut PERJUANGAN! Success always need sacrifice. Apapun bentuknya. Sepanjang nggak alay, kenapa tidak?

Tapi, males-malesan sepanjang liburan nggak berarti bikin otak tumpul dan kreatifitas mirip dengkul loooo. Postingan yang sudah ke-publish nggak kehitung berapa biji (kalo penasaran liat aja sendiri ya. Hehehe...). Selain itu, liburan kali ini bikin saya makin akrab dengan yang namanya template, script, HTML code, CSS, walau definisi sama sejarah plus lekuk-lekuknya tetep aja bego'. Wakakakakak...

Walaupun bisa dibilang "masih bego," sedikit banyak saya udah bisa lah make "benda-benda ajaib" saya di blog kesayangan ini. Terutama buat mutilasi and manipulasi template blog yang saya pake dan widget-widget yang nongkrong di blog Jejak-Jejak Manyar. Hikmah yang saya dapet adalah: Saya kuliah dobel nih. Ya hukum, ya IT. Hehehe...

Coba deh. Di Hukum, saya kenalan dengan "kode-kode" yang disebut undang-undang dan puluhan pasal, ayat, dan butir-butir ketentuan lainnya. Saya kenalan dengan kodifikasi. Mulai dari KUHPidana atau Wetboek van Straffenbar, KUHDagang alias Wetboek van Koephandel. Dan ada juga yang namanya KUHPerdata, dalam bahasa Belanda dinamakan Burgerlijk Wetboek. Inilah yang disebut juga sebagai KUHSipil.

Nah, selama liburan saya juga ketemu "kode-kode" yang "serupa." Isinya atura-aturan buat bikin tampilan blog kita tambah mantap. Seperti saya sebutin di atas, kode-kode itu berupa script, template utuh blog, dan lain-lain. Umpama dikodifikasikan, namanya pasti Kitab Undang-undang Hukum Script alias KUHScript. Hahahaha... Cucok kan?

Mempelajari script terus terang bikin semangat saya muncul. Nggak ada hari tanpa ngobok-ngobok template (masa' mau ngobok ikan??! Joshua kesaing dong ^^). Ibarat koloni, ini yang disebut "membuka jalan baru ke benua yang baru" ala The New World. Blog lah yang membawa saya kayak gini. Sekarang tinggal gimana ceritanya memanfaatkan pengetahuan ini agar bisa sinkron dengan studi saya di dunia Hukum. Itu rencana saya ke depan.

Balik lagi antara hukum dan script. Bicara keduanya nggak bisa dilepaskan dari keasyikan dan beban. Berada di dua dunia bikin kita "kejepit" di tengah-tengah. Yang harus kita lakukan adalah: bagaimana memposisikan jepitan tersebut agar tidak menghimpit kita. Salah satunya, manajemen waktu.

Karena kita punya segudang aktifitas, kita harus bener-bener bisa mengalokasikan waktu kita. Mana buat Tuhan, mana buat keluarga. Mana buat kerja, mana buat diri sendiri. Dan mana buat kuliah, mana pula yang buat mengasah kemampuan praktis internet kita. Kalau syarat ini tidak terkelola dengan baik, saya jamin: pasti berantakan semua!

Harapan saya sih kedua KUHS ini bisa bener-bener saya kuasai. Dengan penguasaan dan integrasi dua dunia yang berkutub ria ini, bisa dibayangkan pembelajaran hukum online bisa lebih atraktif dan menarik sehingga setiap orang, khususnya yang nggak kuliah dan praktisi hukum, bisa lebih mengerti dan memahami hukum. Yang diuntungkan? Ya kita semua. Live in peace on the colour's pieces (Hidup damai dalam kepingan-kepingan berwarna, maksudnya dalam keanekaragaman :D).

Intinya, saya mau bilang: jangan pernah takut dan males belajar internet. Apapun latar belakang kamu, dunia maya adalah negeri "tanpa" batas yang bisa mengasah dan mempertajam insting, kreatifitas dan imajinasi kita. Sepanjang baik buat kita dan nggak ngerusak kepentingan orang lain, kenapa nggak? Hidup, Dunia Maya! Hidup, Jejak Sang Manyar! Hidup kita semua! ^^

Tulisan ini terkait dengan posting sebelumnya, yaitu:
-. Widget Islam: Show Yourself!
-. Mencari "Sumber Bencana" (Alay.com)
-. Sekali Lagi: Mencari Akar Masalah

Sumber Gambar: Koleksi dan Welcome to My Blog
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Sekali Lagi: Mencari Akar Masalah

Nih Hasilnya ^.^
Hehehe... Masalah efek loading seperti yang saya posting persis di posting sebelumnya pelan-pelan mulai terkuak. Seperti bisa Kawan-Kawan liat sendiri, tiap kali membuka posting, label, atau link apapun yang menuju ke blog saya pasti disambut sebuah tulisan dengan latar belakang hitam. Itulah efek loading blog yang saya maksud.

Masalahnya sekarang ada pada tampilan font type yang belum adaptif sesuai setelan saya, efek loading end-nya yang nggak mulus, related posting with LinkWithin yang juga anti-Efek Loading saya, juga beberapa modifikasi evolusioner yang mau saya coba. Tapi, untuk sekarang cukup dulu lah. Tarik nafas dulu. Hehehe...

Pas alinea ketiga ini saya tulis, waktu menunjukkan pukul 3.31 WIB, Jum'at tanggal 17 Februari 2012. 2 hari lagi, ya 2 hari lagi saya bakal menikmati lagi suasana kota rantau dan sederet kegilaan kuliah yang bikin otak "nyaris" gila. Nuansa baru. Dosen baru. Mata kuliah baru. Kelas, yang katanya, baru. Ambisi dan komentar-komentar baru. Dan tentunya: keyakinan yang baru. Kalau ngerjain script, kode HTML, pasang widget ini itu yang notabene jauh banget dari studi keilmuan saya di Fakultas Hukum, sendiri, otodidak, dan bisa, it's mean mendalami bidang saya HARUS JAUH LEBIH BISA lagi. It's a sign to be a better one in future for everyone. Orang tua yang udah ngebesarin saya, keluarga besar, cewek saya tercinta Selvi. Almamater. Kota asal, kota rantauan saya. Negeri saya. Bangsa saya. Dan tentunya, diri saya sendiri. Saya harus lebih baik lagi. Harus dan harus.

Sekian dulu. Mau shalat dan bobok dulu nih. Udah jam 4 kurang 10 menit. Darah rendah nih lama-lama. Hehehe... See you all...

Sumber Gambar: Koleksi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Mencari "Sumber Bencana" (Alay.com)

Bikin Gemes Pol
Tulisan ini terinspirasi dari pengalaman pribadi saya. Pengalaman apa sih? Yap. Pengalaman bikin efek loading kayak blog punya Sodara Yopi Hasopa (kalo penasaran cek aja di hsp21 blog). Dulu sempat ngidam bikin efek begituan (kira-kira 7 tahun lalu waktu masih udik plus katrok soal internet, apalagi blog). Nah, kesempatan itu terbuka kini.

Coba boleh coba, script-script yang ada di postingan Bung Yopi soal efek loading saya jajal. Selangkah demi selangkah. Selangkah demi selangkah. Daaaaan... Tetoooot! Gatot. Hahahaha... Ternyata efeknya nggak jalan. Pusing deh lu. Garuk kepala kanan, garuk kepala kiri. Sodok-sodok idung, kali aja nemu inspirasi. Hm... Akhirnya karena nggak nemu, langsung deh tanya ke sang praktisi. Dan syukur lah Bung Yopi nggak kayak birokrasi kita yang lelet n njlimet. "Keluhan" saya kemaren jam 4 pagi, eh jam 6 paginya udah direspon dengan ringkas dan jelas. Dan konsultasi terus berlangsung sampe beberapa saat yang lalu. Dan ternyata eh ternyata, cara saya udah bener! Nah. Kalo script udah kepasang dengan bener, nggak ada yang salah, sesuai dengan script tutorial yang ada di postingan Bung Yopi, kenapa masih nggak bisa coba? Balik lagi deh: Garuk kepala kanan, garuk kepala kiri. Sodok-sodok idung, kali aja nemu up*l. Hahahaha... Frustasi.net.

Iseng, sesuai saran dari empunya blog tutorial, saya terjun ke situs sumber postingan efek loading Bung Yopi. Kali aja ada jalan tikus. Cek satu-satu, ketemu topik yang sama. Saya pantengin tuh script di sono. Hasilnya? Sama aja kok. Naaah. Sekarang ini biang keladinya apaan coba?

Saya tarik kesimpulan bahwa benalunya ini pasti idup di template yang saya pake. Masalahnya, benalu yang mana? Ini repotnya anak Fakultas Hukum idup bareng kode-kode script. Kebiasa baca KUHSipil dikasihnya KUHScript. Ya Allah... Tabahkanlah hamba. Aamiin... :D
***
Nah, setelah saya selidiki script yang ada bau-bau 'loading', ketemulah script berikut:
>>Photo Slide<<
#slider {
position:relative;
width:560px;
height:280px;
background: #000 url(http://1.bp.blogspot.com/-F80SiDnYNs0/Ts0P4xXGd5I/AAAAAAAACp0/xA5AuZGzqEg/s1600/loading.gif) no-repeat 50% 50%;
}

>>Widget Content (Loading?)<<
  <div class='widget-content'>
    <div class='slideshow-container' expr:id='data:widget.instanceId + &quot;_slideshow&quot;'>
      <span class='slideshow-status'>Loading...</span>
    </div>
  </div>


Nah. Itu script yang "berbau" loading, yang ketemu di HTML template saya (script Efek Loading sengaja nggak dimuat, panjang). 2 biji ini yang mau saya selidiki dulu. Dan, sampai kapanku, saya nggak akan menyerah.
TIDAK AKAN PERNAH MENYERAH!!!
Chayoooooo!




P.S.: Buat Bung Yopi, thanks buat posting tutorial efek loading plus quick response-nya. Edukatif! ^.^


*Update Jumat, 17 Februari 2012*
Gara-gara pikiran ke pecah, nama yang seharusnya Yopi dari Yopi Hasopa, jadi kena ketik Yosi di alinea ketiga dan post script. Update kali ini untuk merevisi kesalahan tersebut. Maaf buat yang punya nama. Hehehe..
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Kamis, Februari 16, 2012

16 Februari 2012

You And I in Love
Biarkan saja
14 Februari
Melesat menjadi imaji

Biarkan saja
14 Februari
Menjadi pesta bagi mereka yang tak mengerti
Biarkan saja...

Kasih,
Hari ini 16 Februari!
Hari ini terulang kembali!
Inilah hari ini...

Kasih,
Kini 16 Februari
2012 yang katanya misteri
Bagiku: inilah tahun-tahun kasih lestari

Kasih,
16 Februari tahun ini
43 bulan,
1300 putaran hari,
Dan 100 juta putaran jam terlewati
Siapa yang mengerti?

Kasih,
16 Februari kali ini
Dan pagi tersenyum tanpa dengki

Kasih,
16 Februari tahun ini
Dan cintaku. Cintamu
Keyakinan kita diuji

Kasih,
16 Februari tahun ini
Rinduku tak akan hilang
Cintaku tak pernah lekang

Kasih,
16 Februari
Tahun ini
Ku tak ingin sekedar mimpi
Ku tak ingin pias ilusi

Kasih,
            Selamat hari jadi...
            16 Februari tahun ini

I Love You More Than World Love You
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Widget Islam: Show Yourself!

Kemaren asyik-asyik mikirin tema posting yang baru, malah belok pengin ubek-ubek koleksi widget buat meramaikan tampilan blog ini. Iseng punya iseng, nggak sengaja pengin tahu widget-widget yang sedikit banyak ada unsur keislamannya. Nah, setelah mengingat-ingat sejenak, ketemulah sama sebuah situs yang koleksi widget islamnya lumayan banyak dan bisa dikata bagus-bagus juga. Kawan-kawan blogger pasti udah tahu semua. Iya kan?
Yeup! Anda benar. Apalagi kalo bukan blog Alhabib. Dan, panenlah saya tiga widget begitu.

Kalender Islami

Countdown to Ramadhan This Year


Jam Islam

Kalo ditanya kenapa milih widget ini, saya sih hanya punya dua alasan. Pertama, buat nunjukin spirit keislaman saya (walaupun masih sekedar 'tampilan', belum sampai 'penghayatan') dan Kedua sebagai usaha supaya blog ini makin Visitor Friendly. Dari tiga widget baru ini, setelah sebelumnya saya udah nyobain Jadwal Sholat juga dari situs Alhabib di blog ini, saya paling suka sama widget Penghitung Mundur Bulan Ramadhan. Jujur, saya nggak sabar pengin ngerasain lagi nikmatnya bulan puasa. Bulan Ramadhan kemaren bener-bener berbekas, lain dari Ramadhan-Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Ramadhan kemaren baunya seakan-akan masih nempel di hidung walau saya sendiri udah kehilangan indera yang satu itu sejak kelas 3 SD (??? AgakLupa.com). So, saya nggak sabar buat makin memperbaiki diri lagi di Ramadhan tahun ini. Kurang berapa hari lagi sih? Pengin tahu? Datang aja ke situs saya dan lihat widget dari Alhabib tersebut tepat di sidebar sebelah kanan agan-agan sekalian.

Gimana? Ada yang tertarik sama widget-widget yang saya pake? Atau... Mau tahu koleksi islamic widget lainnya? Datang aja ke Alhabib Islamic Web Service dan pasang deh koleksi widget islam di blog kalian secara CUMA-CUMA. Hehehe... Cekidot! ^.^

Referensi: Alhabib Islamic Web Service
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Rabu, Februari 15, 2012

Kelana

Meniti
Mata ke segenap arah
Senyum membeku. Tanda khusyuk hatimu
Langkah siap membelah
Muram bumi siap dijajah
Burung-burung bersiul menyapa
Awan berarak. Gunung yang menanjak
Deru ombak
Menyatu manis bagai dalam sajak

                                 Kelana....

Sumber Gambar: Ngerumpi.com
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Selasa, Februari 14, 2012

Nasib Kadal Jalanan

Menarik nafas
Menguji nyali yang mulai terpapas
Mata melirik menghitung bahaya
Sementara ujung-ujung jari
Gemetar kuatkan hati
Setapak maju. Dua tapak mundur
Sekali tekad. Sedetik hatimu ulur
Takut hancur
Takdirmu

Ketika instingmu berkata 'aman'
Tanpa gertak kau melesat melawan
Sayang. Sungguh sayang
Roda jalanan adalah musuh yang jalang
Lajumu amblas
Kisahmu pias ketika deru motor menggilas
Kau terbanting ke aspal
Dan waktu mengutuk menyumpal
Kau hilang akal
Kau hilang suara
Kau hilang cahaya

                             Kau hilang nyawa...

Sumber Gambar: Kaskus - Kisah Seekor Kadal yang Terjepit Selama 10 Tahun di Jepang (Part 1)
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Galat Pagi

Jebakan Hari
Kuncup sinar merekah
Dan bias menyala merah
Suara burung bernyanyi
Dan lelambaian nyiur anggun menari

Awan-awan berarak penuh janji
Celoteh serangga
Di hamparan bumi nyanyikan 'Selamat Pagi'

Sayang....

Ketika mereka semua beraksi
Kita masih tenggelam dalam mimpi
Bergumul dengan ilusi
Dan berjuang menggapai matahari
Ketika sang bintang itu di tanganmu
Seketika pula ia menjadi abu
Dan lesap di alir bayu

Kita semu...

Sumber Gambar: Best Information - Share information for the Beauty of Life
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Cermin Pagi

Cahaya Hari Ini
Matahari sudah kembali
Sinarnya merasuk dalam hati
Ketika kau buka jendela
Dan kau basuhi badanmu dengan cahaya
Jangan lupa kau sapa cermin pagi
Dan katakan:
"Aku siap lebih baik lagi"
Sembari berjalan ke kota
Memulai cerita:
                         Yang jauh lebih indah

Sumber Gambar: Tunjuk1Bintang's Weblog
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Pasukan Mimpi

(Kepada Para Pemimpi Kosong)
Sia-Sia
Dan
Sekali kau lengahi kesempatan
Pasukan mimpi akan mengeroyokmu
Menelanjangi hari-harimu,
Menikam dan memutuskan urat lehermu,
Dan menjadikanmu sampah sejarah
Menjadi manusia tak berguna

Dan
Sekali lagi, ketika kau samarkan jalan
Pasukan mimpi akan mengebirimu
Mengupas semua cita-cita,
Menjadikan kutukan masa muda,
Dan memenjarakan kamu dalam labirin senja
Mati merangkak tanpa harga

Lalu,
         Mengapa kau masih duduk di situ?

Sumber Gambar: TourWorldInfo Community
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Romansa Pagi (Ketika Kau Terjaga)

Ketika kau terjaga nanti
Jangan kau pikirkan
Pergulatanmu dengan mimpi yang mengerikan
Ketika kau terjaga nanti
Jangan kau hiraukan
Ancaman bising yang menyapa dalam kegelapan
Ketika kau terjaga nanti
Jangan kau dengarkan
Ledek mengejek kehidupan masa depan
Jangan kau lakukan...
Sambut Sekarang Juga!

Ketika kau terjaga nanti
Tentenglah sepasang sepatumu
Dan bawalah kelana di negeri Tuanmu
Ketika kau terjaga nanti
Rangkullah gitar usangmu
Dan nyanyikan balada musim semi
Ketika kau terjaga nanti
Bakarlah dupa ambisi
Agar terang belukar mana yang menghalangi
Dan ketika kau terjaga nanti
Gubahlah sebuah saja puisi
Ialah teman bijak pengingat lupa
Ketika kau putus asa. Nanti pagi...

Sumber Gambar: Edi Kusmayadi Blog
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Lembur

Hidup
Langit hampir subuh
Dan suara do'a mulai gemuruh
Kau yang lembur
Siaplah tuk tidur
Esok kembali menggempur
    Janji,
    Mimpi,
    Dan ilusi...

Sumber Gambar: Just Another Go Bloger in Paradise
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Fajar Timur Raya

Tuhan Masih Ada
Ada goyangan rindu di kepala
Ketika nyanyian culas memenuhi dinding kota
Dan serigala-serigala serakah
Merobek jantung bumi dengan lalimnya
Taring-taring menyeringai sisa bulan
Dan kuku-kuku tajam
Merontokkan jejak-jejak jalan

Murka menanti gerhana

Tak akan guna panasnya peluru
Apalagi runcingnya potongan bambu
Tak pernah guna semangat bongkar
Apalagi keluhan di tengar kapar
Hanya menunggu halilintar
       Turun, di ujung kaki kilas menyambar

Ketika otakmu yang penuh ragu meleleh
Dan api harapan redup tak lagi mengoceh
Sebiji atom iman
       Melesat ke titik cerah
Ada sekuncup jalan yang belum diujicobakan

Wajahmu mulai tengadah
Dan tanganmu coba menyapu angkasa
Tak kau hiraukan ledek mega hitam yang hampir hujan
Dan kangkangan tirani yang muram dan mendendam
Kau terus tengadah
Kau terus berdo'a
Kau terus pasrah
Kau terus percaya
      Terus...

Segurat fajar timur raya
Mengusir gulita menjadi warna
Setan-setan berjejalan mencari kakus
Bersembunyi bagai kawanan tikus
Kita mulai berani tersenyum
Sementara mimik mereka patah dan alum
Semakin mereka berlari
Mentari semakin tinggi
Ketika tak ada lagi celah tuk dihinggapi
Mulut-mulut mereka terbuka
Mata-mata mereka pecah
Seketika
Seketika
        Saat itu juga...

Hari lengkap senja
Malam kembali tiba
Kini tak perlu lagi kita gentar
        pada bayangan busuk yang mengejar
SosokNya mengintai bagai pendar
Jika kepinding-kepinding itu kembali dan menebar
Ingatlah Titik yang Pijar
Jalanku seketika binar
Di damba sang fajar

Sumber Gambar: KuFoto.com
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Minggu, Februari 12, 2012

Syubhat

Prahara Abu-Abu
Ada resah. Ada gelisah
Ada cemooh yang entah
Ada gulana yang cacah

Ada gentar gemetar...

Ada cemas memulas
Ada nafas memapas
Ada bias menggilas

Ada ragu terduduk pulas...

Ada langkah yang berat
Dan suara kebenaaran mengadu sekarat
Ada teriakan 'jangan'
Sedang lain menggumam 'silahkan'
Ada pucuk nurani bertangisan
Dan selubung nafsu bergelak-tawaan

Ada syubhat di belenggu hari
Aku lemas dan nyaris mati...

Sumber Gambar: PadangToday - Minangkabau di Dunia Maya
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Sabtu, Februari 11, 2012

Senyummu

You are My Life...

                           Kau bagai embun jelita
                           Kemilau menatap sang surya
Daun-daun yang lunglai dan renta
Mendadak tegar mendengar kekehmu
Dahan yang kopong
Seketika tegap menyongsong
Ketika wajahmu cemang-cemong
Belajar omong

                           Kau bagai telaga
                           Segarkan jiwa terik dan dahaga
Ku bayang langkah mungilmu
Meniti jalan kering berdebu
Ku bayang tangan kecilmu
Meraba dunia yang asing dan jemu
Ku bayangkan kamu
Merengek ingin menelan bintang
Sayang,
Ku yakin saat itu kau jelang...

                           Kau bagai lentera jingga
                           Sinar menyegar ke dalam dada
Ku rasakan ayun dengkurmu begitu teduh
Ku rasakan lembut tidurmu mengupas keluh
Damai mimikmu, Nak
Damai mimikmu
Begitu iri kami, Nak
Begitu iri kami
Kapan kami bisa sepertimu?

                          Kau adalah pewaris Bumi
                          Di kepalmu tersisip mimpi
Kejora pinta ayah dan bunda
Terselip asa tak pernah goyah
Adinda pujaan tercinta:
                                              Jangan kau pernah lengah
Jalanan memang buas
Penuh duri dan cadas
Anakku,
                                              Libaslah dengan tegas
Di nadimu kami percaya
Kau bisa!

                          Kau laksana surga

                          Ku damba dalam malam panjang dan gerhana
Karya Tuhan memang indah
Dan kau salah satunya
Takdir Tuhan penuh makna
Dan kau ku impikannya
                           Wahai Pembawa Terang...

Sumber Gambar: SodaHead.com - PJ Sweet Cheeks
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Jumat, Februari 10, 2012

Fajar Esok Pagi

Kekal bias damba
Jingga
Ku Rindui Kamu...
Semarak warna di timur raya
Aku membayang pualam cipta
Teduh hening menggurat sabda
Tiada kata tanpa makna
Tiada nada sumbang suara
Tiada...

Ketika fajar merekah
Segeralah peluk aku!
Dekap aku!
Cium aku dengan gelora!
Biarkan mentari mengoleskan asa ke dahi
Dan asap dapur dari desa-desa tepian kali
    mengantarkan bongkahan mimpi untuk ku lanjutkan menjadi nyata
Biarkan sisa bintang meremang
Dan penggal purnama melekat dalam tembang
Biarkan jejak langkah tertambang
Dan tangis lalu terpendam dalam tarian orang-orang girang
Waktu kan merangkum segala
Waktu kan bercerita semua
Dan ketika cahaya menjelangmu di pembaringan    
esok pagi
  --ku harap kau sudah menyiapkan:
                                         "Senandung selamat datang kepada hari"
Takkan kusam lagi bernyanyi
                                         Di fajar esok hari...

Sumber Gambar: My Blog Room - Eka Nugraha Manurung
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Fajar Tepian Rindu

Dendam
Sepi mencekam
Timur marah. Barat resah
Utara dan selatan mutahkan darah
Murka...

Nafas
Hela sehela turun menjamah
Aku tak mengenali suara
Selain dengung orang-orang yang luka
Aku tak mengenali wajah
Selain parut pasrah
    mayat-mayat hidup di atas barah
Aku tak mengenali semua
Semua...

Aku merasakan pengap udara
Menikam paru bagai Sang Ajal menyergap mangsa
Serentak lalu jutaan orang gelisah
Berlarian tak kenal arah
Mencari lindung
Mencari naung
Mencari sudut aman dari buntung
Aku?
Aku?
Aku hanya berdiri di tempat yang sama
Memandang jalanan mulai sepi
Dan bukit-bukit rontok dan sedih
Orang-orang hilang
Cemara tumbang
Pinus jatuh telentang
Asing
Teramat asing
Hilang pula denting...

Tepian rindu semesta
Guram gulana dalam berita
Sosok kamera buram
Ditelan mega yang kusam
Jemari dan sendi tak sanggup lagi berdo'a
Sel hati pun kering dari asa
Fajar dalam damba
Fajar cita-cita
Fajar penghujung gelapnya legenda
Fajar,
                             kapan kau tiba?

Sumber Gambar: The Dreaming Land
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Kamis, Februari 09, 2012

Sayap Hitam Sang Senja

Pekat Gemurat
Ada gemuruh warna
Menyorak dari dalam gulana
Ada sebingkis suara
Hinggap dari gurun yang hampa

Pepohonan tumbuh
Rumput kering. Tumbuh
Janggut pak tua yang masai
Bertarian kini di lembah damai
Kaki tak lagi beku
Begitu girang langkahmu
Pagi yang semula pekat bagai ajal
Sekarang terang menusuk bebukitan terjal
Bisa kau rasakan angin surga
   yang turun menyusup di mata
Bisa kau rasakan percikan telaga
   yang sejuk singgahi jiwa
Ketika kau jatuh dan luka
Takkan pernah lagi ada air mata
Karena ia hanya sementara
Saja...
***
Musim
Kau kenali dia?
Yang selalu datang dengan godam berlumur darah
Dan sesekali saja dengan benih yang siap ditanami?
Apa kau mengenali?
Apakah kau mengingatnya?

Kini. Aku heran menatapnya kini
Kemana huma yang jejal oleh umbi?
Kemana sawah yang sesak oleh padi?
Kemana ikan-ikan?
Kemana pepohonan?
Atau...
Dimana...?

Ketika anakku, dengan kakinya yang rapuh,
   datang di ujung jalan
Ia bertanya:
"Apa ini, Ayah?"
Aku terdiam. Mataku merah
Mataku basah
Istriku menggugu mengenang gubuk hijau tempat kami bercinta
"Apa ini, Ayah?"
Tanya anakku lagi
Tetap saja aku kehilangannya
Aku harus menjawab apa?
"Ayah...
... ini semua... apa?"
Aku menunduk dan...
Renta

Bulan purnama
Legenda tanah pusaka
Kurasa...
Di sinilah pusara kampung Atlantis kita...
***
Hoi, Musim...
Hoi, Jisim...
Kutukan ini teramat lalim
Berapa lama kami menanggung dusta?
Berapa lama kami menyimpan trauma darah?
Berapa lama desa kami ditindas galau,
   risau, parau meng-kusta?
Ini semua bukan salah kami
Anak-anak sundal di tepian sana yang mengundang badai
Mengapa kami yang terburai?

Sayap hitam
Menelikung di ambang senja
Kita tak bisa berbuat apa-apa
Kita tak mampu bicara
Kita tak mampu berjalan
Kita terperangkap di semu harap
Kita terjerembab...

Kini
Tak ada guna kau pelototi:
   televisi, warta kota harian pagi,
   kusut masai diskusi,
   atau bincang konsolidasi dan negosiasi
Apa yang kau simak di ruang sidang sana
Tak akan pernah mengubah jalan cerita:
Nusantara versus Bahala
Kalah 0-3
***
Ini bukan drama
Apalagi sinetron busuk layar kaca
Andai kata kau lelap dan pulas
Ketika nanti kau buka mata
Ku do'akan kau tak peranjat dan lemas
Negerimu sudah dilego
Oleh kepinding dan coro kroco
Antek kampret...

Sumber Gambar: Ore No Genjutsu, dengan perubahan seperlunya
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Rabu, Februari 08, 2012

Ku Bakar Kamu

(Kepada Selvi)
Damba Cinta
Aku ingin membayangmu
Dalam rindu yang satu

Aku ingin memujamu
Dalam sajak yang biru

Aku ingin menciummu
Bagai kumbang dan kuncup bunga

Dan ku ingin memelukmu
Dalam keabadian cinta
Membakarmu dengan kasihku
Yang tulus. Dan kudus
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Belajar dari Sebuah "Diskusi"

The Host Jejak Manyar
Disksusi Busi Mati
"MEMANG susah berdebat dengan 'Politisi' dan 'Politikus'". Hahaha... Saya ketawa ngakak denger komentar orang sekelas J.E. Sahetapy dalam acara Indonesia Lawyers Clud edisi "Setelah Angie, Anas Dibidik?" tanggal 7 Februari 2011 kemarin. Ditambah waktu rekan semeja beliau nyeletuk ingin mengingatkan. "Polisi?" dan tanpa canggung Bapak Sahetapy ngrespon, "Ah. Itu sih tambah jelek lagi." Kontan perut saya mules ngakak. Hahahahaha...

Boring. Males. Jengkel. Itu respon saya puluhan menit selama acara berlangsung sampai Sujiwo Tedjo menjadi pemecah garingnya acara dengan suara buto ijo-nya menghardik Bung Sutan Batoegana. Ketika sang master hukum dari Unair itu muncul, semangat saya sebagai anak Fakultas Hukum langsung kobar. Pengen denger suara dan komentar The Master of Sobural Theory itu. Dan ternyata? Hahahaha... 8 Jempol! :D

Dari sekian pendapat dan tanggapan pembicara yang unjuk gigi, saya rasa hanya Prof. Dr. J.E.Sahetapy, S.H., M.A. lah pendapatnya yang paling waras di antara para peserta diskusi. Beberapa lain yang kewarasannya di level Baik adalah Bung Fadjroel dari kacamata politik dan Sujiwo Tedjo dengan kajian filosofinya. Meskipun sedikit kaget dengan kehadiran dalang "sableng" di acara tersebut, saya langsung sadar: "Sableng" jauh lebih baik daripada nyableng! Salute to Mas Tedjo! 

Sekian puluh kali saya melewatkan acara ini, meskipun sudah berganti nama, kesan brutal dan tak beraturan masih saja tampak dalam setiap diskusi. Ternyata bukan saya saja yang berpendapat seperti ini. Roni Toxid, seorang Kompasianer juga menyatakan serupa dalam tulisannya di Kompasiana dengan judul "Selamatkan Anak Anda dari Diskusi Destruktif di TV."
Santai Sajalah Jejak Manyar
Stop Ngeyel!

Saya, Mas Roni (yang notabene saya tak kenal dia), dan entah berapa ratus, ribu, atau juta, dan barangkali puluhan juta pemirsa di negeri ini mengalami kegundahan yang sama dengan apa yang saya dan Mas Roni saksikan. Bagaimana tidak? Sekumpulan orang-orang "pintar" kumpul di sebuah wadah yang pintar, diharapkan mampu menerjemahkan suatu persoalan yang liar menjadi suatu titik temu solusi yang pijar, ternyata? Debat kusir persis obrolan tukang becak di muka pasar Dinoyo siang hari setiap saya lewat pas pulang dari kampus.

Sebenarnya, saya agak kurang setuju dengan tulisan Bung Roni di bagian "kalo anda uda punya anak dan anak anda uda ngeh dengan logika, jangan kasih tonton acara ini, atau yang semacamnya." Kenapa? Hemat saya, justru kita harus menunjukkan kepada anak-anak kita dua biji realita nyata. Pertama, jas dan dasi bukan tanda kematangan pribadi seseorang. Jas dan dasi, zaman ini, hanya menjadi kedok menutupi kapasitas otak yang dangkal dan kerendahan moral seseorang. Jas dan dasi, jabatan yang tinggi ternyata toh tidak serta merta mengangkat pemiliknya menjadi sosok yang cerdas dan mampu membawa diri. Mereka menjadi pribadi yang hanyut, hanyut, hanyut. Dan larut.

Kedua. Manfaat yang akan diperoleh anak Anda jika sudah paham logika dan menyaksikan acara semacam itu adalah rasa syukur. Bersyukur masih diberikan dan dijaga nalar mereka yang sehat oleh Tuhan ketimbang saudara-saudara kita yang sedang berkotek ria di sana.

Eh. Tunggu dulu! Ternyata selain Mas Roni Toxid, ada lagi Syahid Arsjad, Kompasianer yang menulis "Politikus, Bicara Seperti Ayam Kehilangan Kepala..." Sosok Kompasianer ini (yang lagi-lagi saya tidak kenal) senasib dengan saya: eneg dengan ajang diskusi semacam Indonesia Lawyers Club. Bung Syahid sehaluan dengan saya dalam hal kekagumannya pada komentar Bapak Sahetapy. Tenang. Lugas. Cerdas. Itu kesan saya pribadi pada pria yang bulan Juni tahun ini genap menginjak usia 80 tahun. Semoga Tuhan memberikan rahmat pada beliau.

Si Pahit Lidah Jejak Manyar
Fajar Terakhir(kah?)

Saya dan Mas Syahid, dan ribuan manusia di luar sana lainnya, adalah debu-debu yang merindukan sosok penuh integritas seperti Bapak J.E. Sahetapy. Jelas memposisikan diri sebelum menyuarakan pendapatnya serta konsisten dengan setiap ucapan yang beliau layangkan ke telinga para pendengarnya. Saya tertawa melihat muka para pembual yang hadir begitu tokoh yang satu ini bicara. Kecut banget. Hahaha... Terutama regu peniup terompet Partai Demokrat ketika Guru Besar Unair ini menyerukan soal membela kawan dan muka. "Andai kata orang yang dibela terbukti bersalah, mau ditaruh dimana itu muka?" Saya ketawa. "Di cuci pakai Rinso pun nggak akan hilang, Pak..." sambung Prof. Sahetapy lugu kepada Karni Ilyas dan berhasil membuat saya terpingkal-pingkal ngakak (sekali lagi) :D.
Malu Aku Malu Jejak Manyar
Akhir Kisah Budaya Malu

Konsep rasa malu yang Prof. Sahetapy gambarkan seperti mundurnya pejabat karena ada media massa yang mengabarkan keterlibatannya dalam suatu kasus menjadi flash back bagi saya ketika mempelajari Teori Kriminologi Suatu Pengantar karangan beliau kaitannya dengan konsep Sobural. Teori Kriminologi. Nilai-nilai SOsial. Aspek BUdaya. Faktor StruktuRAL. Demikian kepanjangan dari kata 'sobural' tersebut. Aspek budaya lah yang beliau angkat sebagai ilustrasi dalam komentar beliau. Dan mau tak mau kita harus mau mengakui: pejabat kita nggak lagi punya rasa malu. Begitu bukan?

Saya sempat ngeri sewaktu Sutan Batoegana "menunjuk hidung" Prof. Sahetapy sebagai "kontributor" kebusukan akhlak generasi pemimpin saat ini. Dengan tegas sang professor mengakui dirinya memang sebagai dosen dari para pemimpin hari ini, namun dengan tegas pula dia menolak bahwa dia menanamkan moral yang cacat kepada anak-anak didiknya. "Saya tidak pernah mengajari mereka untuk tidak jujur," begitu kurang lebih tanggapan beliau. Dan dengan jantannya beliau menyergah ocehan Sutan Batoegana dengan sebuah idiom dalam bahasa Belanda. Karena Sutan Batoegana tidak menjawab pertanyaan beliau tentang terjemahan idiom tersebut, kontan beliau pun mencecar bertubian, "Anda tahu artinya? Anda tidak tahu kan? Artinya, Anda bicara seperti ayam kehilangan kepala," disusul tawa para peserta. Termasuk saya. Begitulah keironisan yang ada di acara diskusi gagasan TVOne tersebut.

Seperti Benang Kusut Jejak Manyar
Kacau...!

Diskusi Indonesia Lawyers Club edisi kemarin semakin membuka mata saya bahwa negeri ini benar-benar sakit. Keruwetan menjadi semakin ruwet karena orang-orang yang dipilih untuk mengatasi keruwetan malah menciptakan keruwetan baru lagi. Masalah yang ada dijejali dengan masalah yang baru. Dimana kedamaian? Dimana kemakmuran? Kita tersandera oleh permainan elit politik.

Ada satu hal yang saya (hampir) lupakan yaitu kritik terhadap Prof. Sahetapy. Pada suatu kesempatan tertentu, tak jarang kita mendengar suatu diksi yang kurang pas terlontar dari ucapan beliau. Misal, kata 'bajingan' sewaktu mengusulkan fit & proper test bagi staf KPK. Menurut saya, di sinilah 'sedikit' kekurangan beliau. Andai kata hal semacam ini tidak terjadi, insya Allah beliau merupakan satu-satunya orang yang cerdas di forum tersebut. But, there's nobody perfect. And we must always still tryin' to be perfect. Ini yang harus kita pelajari dari forum semalam.

Hm... Finally, ketika orang-orang yang kita percaya tidak bisa memperbaiki harapan kita dan ajang diskusi yang diharapkan cerdas ternyata mandul, ada baiknya kita habiskan waktu dengan membuka blog pribadi kita, menyiapkan lembar posting, memikirkan gagasan yang jauh dari keruwetan dan tuangkan saja apa yang ada di benak kita.

Atau...

Kita bisa menghabiskan waktu bersama ayah dan ibu kita. Atau pacar. Atau istri. Atau anak dan istri. Sembari menikmati segelas teh hangat di teras rumah sambil bercerita tentang Indonesia 10 tahun yang akan datang. Dimana sosok gennerasi muda cerminan J.E. Sahetapy tampil di muka dunia peradilan kita. Dunia politik kita, pemerintahan kita. Membawa seribu pembaharuan yang jauh lebih menyegarkan. Dan lebih transparan. Bukan sekedar antek periuh diskusi buntu. Semoga saja bukan sekilas impian.

Anak Indonesia Raya Jejak Manyar
Kami Anak Indonesia

Sumber Referensi:
-. Ensiklopedia Biografi Tokoh Indonesia - J.E. Sahetapy: Penjaga Nurani Hukum dan Politik
-. Roni Toxid - Selamatkan Anak Anda dari Diskusi Destruktif di TV, Kompasiana 
-. Syahid Arsjad - Politikus, Bicara Seperti Ayam Kehilangan Kepala..., Kompasiana

Sumber Gambar: 
-. KasKus - Bang Karni - Video Polisi di Bali dibahas Indonesia Lawyer Club
-. Sastra Education - Macam-Macam Diskus
-. Reformed Center for Religion and Society
-. Amanah Rakyat
-. Pustaka Langit Biru
-. Kompasiana - Edy Priyatna - Pemerintah Tidak Mau Mendengar Aspirasi Anak Indonesia


Update (25 Mei 2013 Jam 17.53 WIB)
Beberapa hal mengurangi nilai estetika dari artikel ini. Font size yang kecil, spacing yang tidak rata, dan beberapa lainnya berupa kerusakan gambar menjadi alasan saya meng-update hari ini. Kekurangan tersebut sudah saya perbaiki. Semoga berkenan. ^^
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>