Minggu, November 11, 2012

:

Titik Dua Jejak Manyar
Urai
Dan...
   :
Terhempas. Tertindas
Lindas

Dan...
   :
Terkubur. Terbentur
Jatuh di pelukan kufur

Dan...
   :
Teriak tak bersuara. Marah tak bermuka
Sembab menyisa di raga

Dan...
   :
Bisik remah-remah
Harap susah payah
Aku tersentak di kubang resah
Tanpa daya,
Tanpa duli sedetik jua
Tanpa...

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Sabtu, November 10, 2012

Langit Singosari

Langit Singosari Jejak Manyar
Kelabu
Hitam menari
Sunyi
Langit semakin sunyi
Jalanan bising jalang
Suara klakson dan mesin
Tak duli mendung mengancam tanpa takwin[1] :
     Turun menjamah hati yang gersang

Mendung semakin hitam
Singosari dilanda cekam
Suara gemuruh
Pertanda hujan berderu 'kan meluruh
Suara klakson dan mesin
Masih tak peduli cuaca bertapin[2]
Di tepian jalan aku terdiam
Menunggu
Kapan gerimis mengguyurku
Dan memadamkan laraku...

P.S. :
[1]Takwin, berarti uraian penjelasan.
[2]Tapin, berarti taruhan


Sumber Gambar : @nurikidy! simply 1-2-3 dengan modifikasi Sang Manyar
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

No Reason to Keep Your Season (˘-˘)ง

It must!
KITA seringkali takut pada perubahan. Kita takut untuk memulai suatu hal yang baru atau "sekedar" mengubah keadaan lama dengan hal yang baru. Ada banyak alasan. Takut gagal, tak punya kepercayaan diri, tak punya nyali. Gengsi. Tapi, ada satu alasan yang menurut rasio saya paling parah : merasa nyaman dengan keadaan yang ada.

Kenyamanan, dalam hal apapun, merupakan situasi yang melenakan. Bagaikan surga rasanya. Namun, apakah kita tidak pernah berpikir bahwa ada surga yang "jauh lebih nikmat" daripada surga yang kita punya?

Seperti musim. Petani padi paling senang jika datang musim hujan karena dengan begitu usaha mereka berjalan dengan lancar. Selain faktor ketersediaan air, tentu saja bekerja di musim hujan "lebih melegakan" daripada di musim kemarau dengan terik cuacanya di saat mencangkul. Tapi, tentu saja berbeda dengan petani tembakau. Jika bisa, mereka lebih memilih kemarau sepanjang tahun agar bisa membudidayakan tanaman komersil mereka.

Masalahnya, Benarkah kebahagiaan itu diwujudkan dengan stagnasi kenyamanan?

Kita beranalogi : Seandainya kita disuruh memilih talenta di dunia musik, tanpa efek negatif apapun, menjadi seseorang dengan kemampuan bermain alat musik plus pandai bernyanyi atau hanya menjadi seseorang dengan salah satu bakat tersebut, MANA YANG KITA PILIH?

Rasio manusia normal pastilah akan memilih menjadi seseorang dengan bakat keduanya. Mengapa? Mudah saja. Dari sisi kewirausahaan, kita tidak perlu menyewa pemain musik hanya untuk mengiring nyanyian kita. Sebaliknya, kita tidak perlu seorang penyanyi untuk membawakan lagu-lagu yang kita hasilkan dari kreasi memainkan alat musik kita. Hemat ongkos.

Alasan lain. Dua kemampuan dibandingkan satu kemampuan sama artinya melengkapi tujuan. Artinya begini. Setiap manusia punya tujuan dalam hidupnya. Paling umum, sesuai ilustrasi analogi di atas, Ketenaran a.k.a Popularity. Logika lagi. Tanpa memperhatikan aspek moral, advertising, politik, dan konspirasi keartisan lainnya yang cukup sulit jika dijadikan variabel, mana yang lebih langka antara pemusik plus penyanyi dengan salah satu di antara keduanya? Anda bisa menjawabnya.

Dari dua alasan itu menunjukkan secara sederhana bahwa Transformasi Itu Harus Ada. Musim itu ada untuk melatih petani agar handal di lahan sawah sekaligus cerdas di lahan huma. Musim itu ada agar manusia cerdik bagaimana beradaptasi di saat kemarau dan bagaimana pula di masa penghujan. Jika manusia tidak dapat melakukan hal itu, barangkali kita jauh lebih buruk ketimbang kawanan unggas dan ikan paus yang bermigrasi saat perubahan musim. Jika demikian, Apa Manfaat Akal Pikiran Kita?

Manusia mesti dan harus mengalami perubahan. Dari sisi fisik, kita berubah. Dari pola pikir, kita berubah. Dari tingkah laku dan sosialisasi, kita berubah. Jika tidak, bisakah Sahabat membayangkannya?

So, in my opinion, there's no reason for you to keep your season. We must get all seasons that we must through. Kalian harus berlari ke luar sana. Mempelajari realita yang terjadi dan mengasah ketakutan yang menghampiri. Kalian harus membuka mata hati dan menyadari bahwa naik-turun itu pasti dan pasang-surut tidaklah abadi. Siapakah yang tahu kita menjadi surut ketika berubah? Dan siapa juga yang akan tahu bahwa kita akan pasang dengan berdiam diri?

Perubahan itu kodrat manusia. Barangsiapa tidak menyukai perubahan, maka menjauhlah dia dari ras manusia.
                                             Salam Perubahan!

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Jumat, November 02, 2012

!

Tanda Seru Jejak Manyar
Dikepung Ia
Telunjuk mengacung maju
Mata bersiteru
Menahan amarah selangit tujuh
!

Kata-kata bermakian
Berhujanan
Menyesaki lubang-lubang pendengaran
!

Jejak. Mengapa tidak beranjak?
Luka ditabur dan ditabur lagi
Air mata disambut dan diundang lagi
Hidup dalam dogma
Langkah tak berirama
Semua dalam doktrin
Dan waktu : semakin dingin

Aku merangkak
Nyawa tak sanggup tegak
Di perempatan kebingungan
Aku tak sanggup melawan : !

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Bulan Merah Jambu

Bulan Merah Jambu Jejak Manyar
Red Moon in My Life
Purnama
Merekah di cakrawala
Aku termangu dalam diamku
Memandangi sepi
Tajam berduri menyelimuti

Suara sunyi merobek hati
Sendiri
Sendiri
Ya, sendiri...

Suara lirih menyindir memaki
Berlari
Berlari
Lalu, sembunyi...

Bulan merah jambu
Menyibak gelap malam kelabu
Aku termangu dalam menungku
Menatap puisi
Yang kulai di ujung inspirasi
Mati...

Sumber Gambar : FB Account Bulan Merah Jambu
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Rabu, Oktober 31, 2012

Senja Rayu

Senja Rayu Jejak Manyar
Ujung
Gemulai angin menari
Sunyi langit bernyanyi

Jingga
Bias warna merekah dari mega
Sinar surya
Bergerak merapat
Mengusap rongga cinta yang sumbat
Dan aroma damai semburat
Mengisi ruang-ruang duka...
Mengisi relung-relung luka...
Dengan warna!
***
Selangkah detik melangkah
Setapak asa menapak
Senja semakin merah
Bayu. Nyiru dan bambu
Menegur sapa umat bumiku
Suara ombak berteriak-teriak
Desis karang diam tak beranjak
Mengajak teduh di antara arak : Masa bergolak...

Di pesisir
Burung camar terbang beranjak
Mencampakkan pasir
Lebur dalam gelombang congkak
Siapa peduli?
Senja menyala
Gugus asap meraja

Di batas senja rayu
Aku
Termangu di sudut bisu
Mata cakrawala ku sapu
Ku letupkan tanya : Selamanya?
Dan tak pernah dijawabnya
Entah mengapa...

Sumber Gambar : dramaLand - Manis
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Minggu, Oktober 28, 2012

Demam Eros Djarot (Lagi) : Oh, Andai Bulan... ⎝↯⎵↯⎠

GIMANA artikel kemaren? Udah dicoba nyari lagu beliau? Yang udah nemu, selamat and don't distribute them by commercial! Buat yang belum nemu, hellooooo masa' sih gitu aja nggak dapet?? 〴⋋_⋌〵 Hahahaha... Met berjungkir balik deh sampe ketemu ✌.ʕʘ‿ʘʔ.✌

Nah. Sekarang kita bahas satu lagi album Om Eros yang cukup menarik. Ada satu single yang menurut saya paling impresif dari empat lagu yang saya dapet (namanya juga bajakan. Serba terbatas koleksinya (►.◄)). Judulnya Andai Bulan. Di bagian awal, kharismatisme gaya bermusik ditunjukkan dengan penghayatan yang dalam di tiap kata yang disampaikan. Sampai di bagian refrent, beliau beraksi dengan kegegapgempitaannya. Musik berubah garang dengan fluktuatif rhytm yang membangun. Tadinya saya kira dari awal sampe belakang bakal dibikin relaxing music mode on, ternyata nggak. Konsep mix and match kental di lagu ini. Perpaduan feminitas dan maskulitas atau antara sisi pasif dan reaktif. Formulasi yang oke punya buat pendengar awam kayak saya ≧✯◡✯≦✌

Andai Bulan Eros Djarot Jejak Manyar
Bila Bulan Tak Lagi Bersinar
Kekuatan lainnya tentu saja pada bagian lirik. Kalo yang satu ini sih nggak usah dibahas. Dari dulu-dulu juga garapan Om Eros paling "heboh" di bagian lirik yang simpel tapi dalam. Atau kadang-kadang metaforis tapi dapet banget kesan minimalisnya. Ini yang bikin pendengar nggak terlalu susah aje gile menafsirkan lagu karya beliau. Ya tentu saja pengecualian buat yang nggak bisa bahasa Indonesia plus anak TK yang doyan lagu Pelangi atau Balonku. This song isn't for them 【•】_【•】.

Buat yang pengen tahu liriknya, berhubung nggak ada satu pun lirik utuh di internet soal lagu Andai Bulan karya Om Eros yang dirilis di album Manusia Manusia ini, I force my hearth to give it to you. Maybe you will enjoy it like me ⊂◉‿◉つ

Andai Bulan
oleh Eros Djarot

Andai bulan tak bersinar lagi
Matahari tak terbit kembali
Entah apa kan terjadi
Pada makhluk hidup yang tinggal di dunia

Walau ku tahu ini hanya mimpi
Yang mungkin tak akan pernah terjadi
Entah mengapa
Ku mencoba untuk membayangkan semua ini

Reff I :
Mungkin saja semua hanya cermin
Dalam mimpi yang berharapkan
Pergantian musim dan terperikan
Harapan masa depan... oh...

Andai bulan tak bersinar lagi
Matahari tak terbit kembali
Pasti kita kan bertanya
Apakah ini akhir dari kehidupan

Intro

Reff II
Oh mengapa diri
Ku mencoba membayangkan semua ini

Back to Reff I, II, I and Fade Out

Lagu ini paling pas diputer momen-momen senja. Apalagi kalo pas malem-malem, sendirian, sambil nyeruput kopi, wah dapet banget deh momentumnya. Hehehe... Nah, setali sama posting sebelumnya, Saya Minta Maaf Nggak Bisa Ngasih Link Langsung buat download lagu cantik ini.

But, don't be so sad, Guys! Saya juga kasih tips buat lagu yang satu ini. Kuerinya a.k.a kata kuncinya hampir sama yaitu "Download Eros MP3 Manusia Manusia" nah tinggal cari deh yang pas situs yang mana. Udah keliatan tuh kudu klik web mana. Sumpah kebangetan kuadrat kalo sampe nggak ketemu. Recomended use your Google search engine to find it. Lebih empiris soalnya. Hehehe... Segini dulu ya artikel kali ini. Oh ya. Buat yang nggak sempet alias belum baca artikel sebelumnya juga tentang album Om Eros, liat aja deh link di bawah ini. Moga bermanfaat! <【☯】‿【☯】>

[Related Post] Demam Eros Djarot : Kembalikan Masa Depanku, Woy!!! ಠ◡ಠ

Sumber Gambar : About.com dengan modifikasi Sang Manyar
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

5 Hal Paling Nyebelin di Kosan

It's my kost
ANAK kos emang doyan sama kebebasan#Eits, topik kita yang positif lho. Oke?*\( - ˆ⌣ˆ​​​​ - )/*#. Mandi bebas jam berapa aja. Makan bebas jam berapa aja. Yang paling penting, bebas mau internetan sampe jam berapa aja.

Nah, berdasarkan pengalaman pribadi, ada lima hal yang paling disebelin anak kos waktu ada di kosan. Sebagian sih pengalaman pribadi, sisanya nguping dari tetanggaヽ(˘▽˘)ノ. Mau tahu lima hal itu? Yuk kita simak bareng!

  1. Air Mati. Kebayang nggak ke kampus pake acara nggak mandi? Saya sih pengalaman beberapa kali#Uppsss... Nyeplos (¯―¯٥)#. Parahnya lagi kalo ada acara ketemuan doi. Sekampus pula. Pamer ketiak bau sama temen sih no problemo. Ke pacar? Busyet dah! Ini musuh bebuyutan pertama anak kos.
  2. Temen Sebelah Kedatangan "Tamu". Tamu sih kalo cuma satu, dua ekor nggak masalah. Nah kalo serombongan Espass? Pake acara bawa anak kecil-kecil yang ndablek (baca : nakal) nggak keturutan. Alamat keasyikan di kamar terganggu. Belum lagi kalo acara ngomongnya kayak latihan komando perang antar pucuk gunung. Rasanya ada subwoffer dadakan di sekitar kita (•͡˘ε˘ •͡“).
  3. Barang Ilang, eks Sandal Jepit. Bukan soal pelit atau apa. Sandal sih paling mahal buat di luaran paling 15K. Yang jadi masalah capeknya itu lho mau beli lagi. Mana kalo itu sandal masih baru, ilang di depan kamar lagi. Unbelievable kan?
  4. Nungguin Antrian Mandi. Di kosan saya sih yang satu ini jarang banget. اَلْحَمْدُلِلّهِ​​​ ∞ (o •͡ -̮ •͡ o)∞ Di beberapa tempat kos yang lain masalah yang satu ini tak terhindarkan. Kalo mandinya normal sih nggak apa-apa. Kebayang nggak udah lama ngantri yang di dalam malah asyik ngeguyur badan sambil telponan? Serasa pengen nabokin pake knalpot deh
  5. Pemadaman Bergilir atawa Korslet. Sudah pewe nge-download album lagu lawas, nyampe 98% tiba-tiba... blep! Gelap! Aseeeem! Pemadaman bergilir. Atau yang lebih tragis kosan lagi korslet. Dibenerin sekali, putus lagi. Dua kali, juga mati. Tiga kali, masih ngelunjak. Begitu empat kali langsung deh : bakar kosan pasrah! (⌣_ ⌣!!)

Begitulah derita dinamika anak kosan. Namanya juga belajar dewasa. Try to stand on own feet. Kalo nggak gini kan nggak seru. =))ωªªkªª =)) ☺ =))ωªªkªª=)) ☺ =))ωªªkªª

Sahabat Manyar ada yang ngekos juga nggak? Share sini ya pengalaman situ kayak gimana. Oke?

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

\(‾▿‾\) Sumpah Pemuda & Ultah Ayah Tercinta (/‾▿‾)/

PERSIS hari ini ada dua momen paling berkesan buat saya. Yap. 28 Oktober. Pertama, 84 tahun sudah pemuda Indonesia menunjukkan eksistensinya setelah Peristiwa Sumpah Pemuda tahun 1928 yang lalu. Tonggak perjuangan masuk ke generasi muda dengan sosok-sosok penuh bakat yang bisa kita kenang hadirnya sampai saat ini. Antara lain, W.R. Soepratman.

Kedua, ini hari yang bersejarah buat Bapak saya khususnya. Tepat hari ini beliau genap berumur setengah abad! Ya. Beliau hari ini berusia 50 tahun. Alhamdulillah ya Allah Engkau memberikan umur panjang bagi beliau... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ Semoga Engkau tetap memberikan dan menjaga beliau—dan Ibu hamba—dalam usia yang panjang dan senantiasa memberikan penjagaanMu kepada mereka berdua. Aamiin...v(。◕‿◕。)v
***
Ultah Ayah Tercinta & Sumpah Pemuda Jejak Manyar
My Father & I
Ngomongin soal orang tua, khusus untuk saat ini tentang Bapak, nggak ada habis-habisnya. 21 tahun kehidupan saya nggak akan selesai menceritakan kehidupan Bapak dengan berbagai pasang surutnya. Anak pertama—It's me—menjadi "kelinci percobaan" dalam setiap rumah tangga baru. Saya merasakan setiap tahap pertumbuhan keluarga saya. Benar-benar meniti tangga kehidupan. From the earth up to the sky. Itu ungkapan yang cukup menggambarkan dinamika keluarga saya. Dan Bapak saya menjadi tokoh utama dalam pembahasan kali ini.

Sebagai sosok ayah, Bapak memiliki kenangan sendiri dalam diri saya. Banyak kisah di masa kecil yang nggak bisa saya lupakan. Baik yang pahit, apalagi yang manis. Masa-masa keburaman "begitu indah" jika dikenang saat ini. Transformasi. Pancaroba sikap manusia. Saya nggak pernah berpikir jika Bapak di masa lalu bisa menjadi sosok Bapak di hari ini. But, it's human changes and I'm pride to him! ôヮô

Saya nggak mau cerita sedikit ketidakenakan di masa lalu. Toh, itu masa lalu dan hal itu jauh berubah saat ini. Masa lalu dengan Bapak yang akan saya ceritakan adalah saat-saat yang excited dalam artian full of adventure. Hobi keluyuran saya saat ini harus diakui adalah "ulah" Bapak yang sering mengajak saya kelayapan. Samar-samar di ingatan saya waktu umur kurang dari 6 tahun, ada adegan-adegan travelling yang memorable. Bersama Bapak dan Ibu. Saat malam menunggang andong ke alun-alun sekedar menikmati malam minggu tanpa sepeda motor, nonton bioskop mengajak sepupu, ke Pasir Putih naek kereta, melihat burung di Gumitir. Semua itu seperti kilasan di kepala saya.

Satu-satunya perjalanan sejak kecil yang melekat di kepala saya adalah kunjungan tiap bulan saya bersama keluarga ke Sumber Wringin untuk menyetorkan cicilan rumah pada si empunya yang menjual rumah itu pada Bapak. Itu pun gara-gara sampai saya SD pun kunjungan itu tetap berlangsung dan saya hampir selalu ikut.

Petualangan lainnya adalah perjalanan dengan Bapak dalam rangka tugas sebagai advokat. Mengunjugi rumah klien dari sekitar Tenggarang hingga di Sempol, Kawah Ijen. Mulai kemarau hingga penghujan. Saya nggak mungkin lupa semua itu. Atau perjalanan sinting mendaki bebukitan tandus salah satu desa di selatan Kantor Kecamatan Botolinggo. Momen-momen itu yang mendorong saya kuliah di Fakultas Hukum. Supaya bisa jadi pengacara dan travel terus kayak gitu setiap hari. Hahaha... Itu dulu.

Selain perjalanan dalam rangka tugas, saya dan Bapak sering melakukan perjalanan wisata. Bapak suka menyebutnya, touring. Banyak tempat wisata yang kami jelajahi berdua. Bande Alit dengan jalannya yang rusak parah#Dan itu kesalahan saya merajuk ingin ke sana (ಠ_ರೃ)#, Papuma dengan keelokannya, Sukamade yang tak selesai tapi berhasil menyapa Tanah Merah dan Lampon. Sekali naek Ijen dan pulang sore hari hingga ditegur Ibu. Hehehe...

Ada juga perjalanan bertiga dengan adik saya muter Bondowoso-Situbondo-Banyuwangi-Gumitir-Bondowoso denga satu motor! Gila! Hahahaha... Atau singgah ke Tancak Kembar yang werit. Itu semua sudah kami lalui.

Belum terhitung juga perjalanan cinta Bapak dengan mengantar saya berkali-kali ke Surabaya untuk berbagai keperluan. Mulai dari pendaftaran STIS, STAN. Tes yang berkali-kali. Untuk kedua kalinya saat itu saya melihat wajah Kota Sidoarjo dan Surabaya dengan kebisingan yang tak saya suka. Pertama kali saya ke Surabaya waktu SD ketika bulan puasa ikut Bapak sidang di Pengadilan Negeri Surabaya Jalan Arjuno. Perjalanan itu membuat saya yakin bahwa kota saya tetap paling nyaman sebagai kampung halaman.

Ada banyak hal yang sudah Bapak lakukan untuk saya. Selain persoalan tanggung jawab sebagai ayah kepada anak, pemahaman karakter dan pengorbanan untuk saya tidak akan pernah bisa saya lupakan. Selain "konspirasi" dengan Ibu, Bapak merelakan waktu istirahatnya hilang "hanya" untuk menghilangkan kebosanan saya dengan travel menyambangi tempat-tempat tertentu yang belum pernah dikunjungi atau seperti biasa : menghabiskan waktu di Gumitir. Tempat yang paling digemari Bapak. Itulah Bapak.

Nobody's perfect. Begitu pula dengan Bapak. Tapi, menurut saya, beliaulah ayah paling sempurna yang ada di dunia. Entah jika ayah saya bukan beliau, apakah mungkin saya merasakan kenikmatan hidup dan kenangan indah seperti saat ini?

Ada banyak kekurangan dan kesalahan yang pernah saya lakukan terhadap Bapak, dengan sadar maupun tidak. Tapi, saya mencoba memperbaiki itu. Dan di ulang tahun Bapak yang ke-50 tahun ini, saya mencoba to be the proudly son. I'll try to do the best thing that I can. Those're only for him and my mother, absolutely.

Finally,
Selamat Ulang Tahun, Bapak... Semoga Selalu Dalam Limpahan Rahmat Allah swt. Aamiin.
(ˇʃƪˇ)(ˇʃƪˇ)(ˇʃƪˇ)
Sumpah Pemuda & Ultah Ayah Tercinta Jejak Manyar
Baktiku Untukmu
NB : Mungkin aneh baca artikel ini tanpa tahu siapa nama Bapak saya. Sengaja saya bikin gitu untuk kepentingan privasi yang bersangkutan.

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Ayah

Dia berjalan melintasi sepi
Memanggang langkah pada api
Menjemur mimpi demi kasih

Ayah Jejak Manyar
Berjuang Dengan Cinta
Ia tak peduli
Berapa jauh jarak ditapaki
Ia tak peduli
Berapa lama derita dipikuli
Lagi pula : Dimana derita?

Dia menghiasi setiap jengkal langkah dengan do'a
Dia warnai setiap tapak coba dengan asa
Dia panjati tebing-tebing sunyi
Demi barisan senyum anak istri yang ia cintai

Dan ia tak peduli
Harus berapa lama ia menanggung perih
Menyiksa diri dalam ambisi pagi dan keliaran hari
Lagi pula : Dimana perih?
Ia tak mengenalnya
Tak pernah
Karena ia : ayah!

Sumber Gambar : Airyz's Blog - Apapun Pekerjaannya? Syukurilah dengan modifikasi Sang Manyar
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Sabtu, Oktober 27, 2012

Jomblo = Priceless?

INSPIRASI itu datang dari mana aja. Nggak peduli siapa sumbernya dan kapan sumber itu datang, kalo kita jeli merasakan sekitar kita, niscaya kita nggak akan pernah sepi dari INS-PI-RA-SI. Nah,#Baru aja napas nyelesaiin tulisan soal jatuh cinta, eh "dipaksa" bikin artikel lagi. Sial kampret banget dah! Ϟ(`﹏´)Ϟ#, salah satunya yang atu ini nih!
Pic. 1
Humor Abis ^^

Nggak jelas ya? Cek ini deh!

Pic. 2
Ngakak Euy

Dua gambar di atas saya capture dari update Gila Community, sebuah fanspage hiburan di Facebook. Buat lebih jelas isi update-nya, nih saya copas langsung di bawah. Silahkan di simak :

jomblo rapatkan barisan.

Kalo ada orang yang bilang 'kok gak malming?, jomblo ya?, gak laku ya?'.

Jawab aja,' kalo barang mahal memang susah lakunya, makanya gue jomblo. Kalo barang murah cepat laku kayak jajan anak SD dan baju Babebo.'

J.N.U

Admin yang satu ini emang rada sableng. Sering banget ngerilis update-update konyol yang nggak ketulungan. Termasuk yang satu ini. Lepas dari kegokilan di dalamnya, ada satu pembelajaran yang bener-bener nyangkut dari update sang admin di atas.

  1. Jomblo nggak selalu dekat dengan keapesan (baca : kagak-laku.net). Tuhan mungkin sengaja belum memberi mereka pasangan hidup karena banyak pertimbangan, a.l. nunggu bidadari atau bidadara yang pas buat mereka#Hehehehe...#, ingin membentuk mental yang tangguh para jombloers, atau supaya mereka menata idup dulu. Baru cinta itu datang.
  2. Jomblo itu bahan pembicaraan yang lucu plus inspiratif. Tuh buktinya. Langsung bisa dibikin status sekalian jadi bahan tulisan ini. Bener nggak?
  3. Jomblo itu pelajaran. Mungkin Tuhan ngeliat para jombloers ini para galauers juga yang nggak bisa konsekuen sama cinta. So, Tuhan bikin mereka sendiri dan merasakan kesendirian itu biar ketika cinta datang maka mereka bisa menghargai cinta itu dan tidak menyia-nyiakannya. It's possible, right?

Dari tiga poin di atas, dapat disimpulkan bahwa bener kata si admin J.N.U kalo Jomblo is Priceless. Jomblo itu tak ternilai, dalam arti memiliki kadar label harga yang tinggi. Mengapa? Pertama, mereka udah digodok dengan kesendirian sehingga banyak pengalaman tentang apa itu penantian dan sakitanya di dalam penantian. Kedua, jomblo itu gudangnya cerita lucu plus kisah-kisah inspiratif. Bagaimana bisa orang macem begini kagak mahal? Dan, ketiga : Mereka adalah orang-orang yang belajar untuk mendapatkan cinta. Pembelajaran mereka tidak akan pernah berakhir sampai mereka mendapatkan cinta dan terus, terus, terus mereka akan belajar untuk menjaga cinta itu tetap di samping mereka karena "hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga... hai begitulah kata para pujanggaaaaaaa" #Rhoma Irama Mode On#.

Kesimpulannya, buat para jombloers, Jangan Kecil Hati! Jodoh akan datang suatu hari nanti. Yang penting, keep spirit and always believe it! Dan buat yang udah punya pasangan, keep movin' on and stay on your way! Inget : Orang di samping kalian itu amanah. Satu luka kalian buat, seribu dosa akan kalian tanggung seumur hidup.

Met bermalem minggu, Sahabat! Moga posting ini bisa mengisi waktu kalian sambil menanti hadirnya sang banci kekasih. Hehehe...

Sumber Inspirasi : Gila Community - Jomblo is Priceless
Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Jatuh Cinta Itu Salah...

BANYAK para jomblowan/wati galau di luar sana makin galau ketika mereka mulai menemukan cinta alias... jatrung cintrong a.k.a fallin' in love. Selain sibuk dengan imajinasi dan pikiran euforia cinta mereka, para calon mantan jomblowan/wati ini hap-hapcem#Hadeeeeh... Masa' nggak tahu?? Harap-harap cemas, getooo!! -.-"#. For what? Macem-macem. Yang paling umum ada empat :
Jatuh Cinta Itu Salah Jejak Manyar
Jangan Pendam Sendirian

  1. Takut ditolak,
  2. Takut doi yang ditaksir udah punya gebetan,
  3. Takut salah tingkah plus bikin ilfil, dan
  4. Takut salah orang.

Pernah heran nggak dengan cowok kekar tapi takut kecoak? Nggak logis emang dan masalah yang satu ini juga nggak logis. Karena itu artikel ini dengan tegas-tegas saya katakan kalo Jatuh Cinta Itu Salah...

Kenapa? Lo pada nggak terima, hah? Sini yang nggak terima! Hadepin gue. Kita adu gundu and yang menang silahkan bikin artikel tandingan. Xixixixixi...

Yups. Tesis saya di atas belum kelar. Liat kan ada tiga titik di belakang huruf h di kata 'salah'? Itu mewakili tiga kata yang tersisa. Nah, sekarang saya terusin deh biar nggak pada cari ribut dengan saya#Ngeles.com. Padahal saya keringet dingin takut dikeroyok blogger se-Jawa#.

Bahwa Jatuh Cinta Itu Salah JIKA TIDAK DIUNGKAPKAN!

Hayo! Sapa sekarang yang nggak setuju? Buruan komen kalo berani. Jangan pake anomymous yang penting lho ya!#Teknikmancingkomen.com ^^#

Ada empat alasan penting kenapa kita harus mengungkapkan kejatuhcintaan kita.

  1. Penyesalan Seumur Idup. Kebayang nggak kalian berdiri di depan bus patas tujuan kota halaman kalian tapi kalian nggak punya nyali buat ikutan numpang karena berbagai ketakutan? Hasilnya kalian hanya bisa menyesali sambil menunggu bus searah lainnya yang akan datang. Kalo nggak dateng? Saran saya sih situ numpang aja semalem di pos jaga. Aman kok. Hehehe...
  2. Penasaran Seumur Idup. Ditolak itu bagian idup. Proposal skripsi susah-susah bikin, eh ditolak. Sarjana susah-susah, begitu lulus ngelamar kerja, eh kena tolak. Apa bedanya ditolak sekali lagi untuk menyatakan cinta yang bisa memuaskan penasaran kalian pada si dia? (●*∩_∩*●)
  3. Penantian Seumur Idup. Ini khusus yang jombloers sejati. Begitu cinta itu muncul dan doi juga single, coba deh ungkapin perasaan kalian. Soal doi maki-maki, nggak usah sakit hati. Setidaknya dengan begitu kalian tahu kalo dia bukan jodoh kalian (untuk saat itu.red) dan silahkan coba di waktu lain pada orang yang sama. Kali aja giliran kena tabok. Hehehe... Becanda kok. Maksudnya, sapa tahu diterima. Daripada menunggu seumur idup, mending nyoba kan?
  4. Pencarian Seumur Idup. Selagi orang yang kita impikan di depan kita dilewatkan begitu saja dan kita terus mencari orang lain yang mirip dia tapi bukan dia, dimulaikan pencarian panjang kita. Ketika kita menemukan orang itu, kita bukan mencintanya! Kita mencintai orang yang mirip dengannya, yang tak berani kita nyatakan cinta kepadanya. Dan, kemunafikan yang menyakitkan telah dimulai...ರ_ರ

Daripada kalian mengalami satu dari empat hal di atas#naujubillah kalo ampe empat-empatnya!#, try to say what you're feeling right now. But, ada rambu-rambu yang harus kalian cermati sebelum nembak doi. Apakah itu? Let's see!
 
  1. Agama. Bukan provokasi SARA nih cuma sekedar menyarankan kalo yang seagama itu tenterem di hati. Ato kalo pun naksir yang berbeda agama, cari yang taat dengan agamanya. Gimana-gimana agama itu pedoman langkah manusia. Kehidupan tanpa agama akan menjadi rimba gulita yang menyesatkan. Dan begitu pun cinta yang tumbuh di lembah surga tanpa agama. Bersiaplah menuju puing kehancurannya!
  2. Single or Double? Maksudnya, calon taksiran kalian itu sudah jadian sama orang lain nggak? Kalo udah, meskipun sebatas pacaran, mending jangan deh. Ingat! Karma itu kayak mendung. Barangkali doi nggak nutupin kepala kita, tapi relakah kita anak cucu kita menanggung dosa perbuatan masa lalu kita? So, cari target lagi!#ST12 Mode On ~(˘.˘~) ~(˘.˘)~ (~˘.˘)~#

Dua biji rambu ini yang paling utama sebelum nembak someone yang kalian taksir. Soal lain-lain semacam restu orang tua, haluan politik, kesenangan a.k.a hobi, dan sifat masing-masing calon kan bisa dikompromikan pas pacaran. Those're technically I think. Ngapain kalian pacaran kalo nggak bisa nyelesaiin yang begituan?

Sebelum waktu habis dan Sahabat Manyar menyesal, lakukan sekarang juga! Oke?
Now. Are you ready? So, what are you waitin' for? Show her/him, Guys!!  (: (ˆ⌣ˆ‎)ҧ

NB: Masih ada yang nggak setuju nggak? Komen di postingan ini ya kalo nggak sepakat!

Sumber Gambar : PRLOG dengan modifikasi Sang Manyar
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Demam Eros Djarot : Kembalikan Masa Depanku, Woy!!! ಠ◡ಠ

Kembalikan Masa Depan Eros Djarot Sang Manyar
Where's My Future?
SAMA sekali di luar otak saya kalo orang sekelas Eros Djarot ternyata bisa bikin album sendiri. Hahahaha... Bukan ngeledek. Sumpah! Yang saya tahu sejauh ini Om Eros paling pinter bikinin orang lain lagu tapi "nggak bisa" bikin lagu buat doi nyanyikan sendiri. Dan kemarin lusa pikiran saya itu dibuntel nggak karuan. 1000% SAYA SALAH!!!! TIDAAAAAKKKK!!!! щ(゚Д゚щ)

Ini satu lirik yang nasionalis dan kritik sosial abis dari Om Eros. Dirilis album Kembalikan Masa Depanku tahun '83 (katanya), saya langsung jatuh cinta begitu pertama kali denger musik dan pembawaan vokal yang kena banget feel-nya. So, check it first before we talk anymore about this man.

Kembalikan Masa Depanku
by Eros Djarot

Tangis lirih jeritan batinnya
Renungi masa depan
Cekung mata yang semakin dalam
Terhimpit kebimbangan...
Kemanakah kaki harus melangkah sesenja ini?

Reff I
Burung camar berterbangan pulang
Menuju titik batas cakrawala
Bergegas bersama menyampaikan berita
Akan sebuah malapetaka...

Hari ini kunyanyikan lagu
Agar hati terbuka
Di batas senja sebelum malam tiba
Dan mendung menutup kota...

Kupastikan
Genggam tanganku geram
Kuhayati...

Cukup sekian penderitaan
Kaum lemah di dunia yang tak berdaya
Menahan tindasan dan segala tekanan
Kaum srigala kehidupan...

Reff II
Kembalikan masa depanku!
Kembalikan pelita hidupku..!
Dan jangan kau coba
Menutup jalan
Tanpa tahu arah dan tujuan

Kunyanyikan, lagu ini...
Bagi mereka yang selalu menutup mata...
Menyaksikan, kepincangan... dunia...

Intro

Back to Reff I Once, Reff II till End

Pikiran saya soal Om Eros yang "kayaknya" nggak ada bakat di jalur tema di noncinta langsung disobek-sobek#Tukul Piranha Mode On#. Sumpah malu banget. Sejak umur 1 tahun#Now, Alay Mode On#saya selalu akrab dengan karya-karya Om Eros yang berbau cinta. Paling gampang ya Merepih Alam, Semusim, sama Matahari yang masuk top my favourite songs. Belum lagi karya Om Eros yang nyangkut di penyanyi selain Almarhum Om Chrisye kayak Rindu-nya Fryda yang di-recycle Agnes Monica. Sampai kemarin lusa saya nggak pernah tahu ada lagu karya Om Eros yang punya kisah selain asmara. Apalagi sempat bikin album. Nggak ada secuil pun dalam ensiklopedia pengetahuan saya. Eh, ternyata pengetahuan saya salah gueeeeeede banget.

Dari salah satu blog yang nyediain koleksi lagu-lagu lawas, termasuk full album dari karya Om Eros ini, saya baru tahu kalo setidaknya Om Eros udah bikin dua biji album solo. Beberapa lagu saya acungi jempol karena punya identitas sendiri sebagai musisi. Yang bikin saya heran, kenapa lagu-lagu sekelas ini nggak ada yang ngasih referensi ke saya sih?

Ada beberapa jawaban yang mungkin bisa jadi penyelesaian :
  1. Lagu-lagu Om Eros emang nggak in dengan musik waktu itu, so publik menganggap karya Om Eros kayak angin lalu.
  2. Lagu-lagu Om Eros tersedia terbatas termasuk publikasinya dulu sehingga hampir nggak ada yang pernah denger lagu-lagu beliau.
  3. Lagunya sih emang sempet beken plus nyantol di hati pendengar, tapi berhubung kebanyakan bikin lagu buat orang plus nggak sempet membesarkan diri sendiri, orang-orang pada lupa deh. Kalo nggak percaya, ketik aja EROS DJAROT lalu buka dua web Wikipedia, yang Indonesia sama Inggris. Sampai hari ini (Sabtu, 27 Oktober 2012 jam 10.57 WIB) nggak ada satu pun kata-kata yang nunjukin beliau pernah dan punya album sendiri. Semuanya ngebahas peran beliau dengan orang lain, kayak kehebatan beliau di proyek Badai Pasti Berlalu yang sampe sekarang nggak ada matinya.

Itu tiga kemungkinan yang paling mungkin jadi alasan kenapa karya pribadi Om Eros sebagai musisi nggak pernah booming, atau setidaknya direfrensiin di berbagai program lagu lawas di stasiun radio. Itu pengalaman saya lho ya.

Nah. Buat yang penasaran sama karya-karya Om Eros, Maaf Banget Saya Nggak Bisa Ngasih Tahu Link Downloadnya, karena :
  1. Trauma, habis di-banned 4Shared seminggu gara-gara nyimpen lagu Woman 2 dari John Lennon#Sialan banget dah -.-"#.
  2. Nggak enak sama Om Eros. Masa cowok kece kayak saya nyebarin link unduh lagu ilegal?#Pasang muka nggak punya dosa :P#
Tapi, saya mau kasih tips nih buat yang mau download. Di search engine kalian, terutama Google, ketik aja "Eros Album Kembalikan Masa Depanku 1983." Kalo udah muncul hasil pencariannya, silahkan pilih yang "paling sesuai." Okay? Parah deh kalo ampe nggak nemu+nggak paham instruksi saya. (ノಠ益ಠ)ノ

Nah. Segitu dulu ya tulisan ini. Besok lagi saya publish tentang lagu Om Eros yang mantap and good listening juga. Buat yang penasaran, cek aja link di bawah ini. Oke? See you and have a nice weekend! (●⌒∇⌒●)

[Related Post] Demam Eros Djarot (Lagi) : Oh, Andai Bulan... ⎝↯⎵↯⎠ >>> Baru bisa diakses MINGGU, 28 Oktober 2012 Jam 16.00 WIB. Sori. Itung-itung ngisi kekosongan artikel. Hehehe...

Sumber Gambar : ClipArt of dengan modifikasi Sang Manyar
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Tarik Nafas Dulu Yuk ^^

MANUSIA nggak pernah berhenti pengin jadi yang terbaik. Kerja siang malam, belajar pagi sore. Time is busy#Eits, ini nggak dimaksudkan bagi pemalas dan tukang mimpi siang bolong. So, lets go from here if it's you ^^#. Hampir-hampir 24 jam nggak cukup buat nampung rutinitas kita. Prestasi, prestasi, dan ambisi. Gengsi dan prestise jadi tuhan selain Tuhan. Selagi bisa, kenapa tidak? Apapun kita kejar : harta, tahta, nama, wanita. Hari ini begitu. Esok pun begitu. Lusa? Juga begitu. Dan selalu begitu kita hidup.

Tarik Nafas Sejenak Jejak Manyar
Sejenak Bernafas
But, I think we must stay a while. Look around, take your breath for a moment before you step forward to catch your dream. Ada saatnya kita menikmati alam sekitar. Merasakan tamparan jingga di senja hari tanpa harus terburu-buru dengan unjuk gigi dan pasang aksi. Ada saatnya pula kita belajar dari alam raya. Menyimak bagaimana surya bersinar dan tetap menerangi dunia dengan waktu yang ia punya tanpa mesti terburu-buru atau memburu-buru.

Ada saatnya kita menengok ke samping kita. Ah, saudara kita ada yang belum sarapan ternyata. Atau, perlu sesekali kita mengintip ke bawah. Ah, ada yang lebih merana daripada kita. Saat itu tepat bagi kita untuk menengadahkan tangan seraya berdo'a, "Tuhan, terima kasih atas nikmat yang Engkau berikan padaku hari ini..." Tapi, sudahkah kita melakukannya?

We don't know when the world will be end, but we always know that our time will be end. Sebelum waktu itu datang, nikmati hidupmu! Bersihkan kekotoran dari tubuh kita karena barangkali kita tidak akan pernah punya waktu lagi untuk membersihkannya.

Sebelum waktu itu datang, warnai hidupmu! Bersihkan keangkuhan dari wajah kita dan sebarkan senyuman pada orang-orang di sekitar kita karena besok mungkin kita tidak akan pernah bisa melakukannya.

Dan sebelum waktu itu datang, kenanglah orang-orang yang berjasa padamu! Ayah ibumu. Adik kakakmu. Nenek kakekmu. Paman dan bibi maybe? Kekasih atau istri. Anak-anak yang membuatmu tersenyum sepanjang waktu. Teman yang selalu menghangatkan kesendirian. Sebut kebaikan mereka dalam tidur kalian. Niscaya, kedamaian akan melumuri tanpa seberkas iri dengki.

Intermezzo tak selamanya bersifat bodoh. Jeda seringkali lebih berguna daripada berlari terus-menerus dan melupakan keindahan lembah, gunung, pantai, dan desa-desa ramah yang kita lalui. So, tarik nafas dulu yuk! Nikmati umur kalian dengan kebebasan ( ◠‿◠)...

Terinspirasi dari Pemulung "Terkaya" Sedunia di Idul Adha Tahun Ini

Sumber Gambar : Lapar.com dengan modifikasi Sang Manyar
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Minggu, Oktober 21, 2012

Wahai... (Akhir Mimpi)

Wahai Akhir Mimpi Jejak Manyar
Nestapa
Bunga-bunga layu
Daun-daun
Runtuh dalam pelukan kelabu

Wahai, Sepi
Mengapa musim begitu keji?

Sepasang mata
Tegak menyongsong derita
Jemari mungil penuh luka
Memeluk tangkai si kuncup dahlia
Yang mulai kering dan punah

Wahai, Dingin
Seberapa panjang membaluti serbuan angin?

Lembah itu
Semakin kusam dan berdebu
Matahari bisa mengingatnya
Di atas batu
Ya!
Di atas batu itu
Semusim lalu
Seekor jantan asyik mencumbui betinanya
Ya!
Di atas batu itu
Sang betina pasrah menerima kekasihnya
Dan langit
Dan bumi
Dan semesta raya
Ikhlas menerima mereka
Mengalirlah gairah dalam cinta
Semusim yang lalu...

Wahai, Waktu
Mengapa dengki nian kau berlaku?

Halilintar
Suatu hari datang dan mengantar
Sepucuk kabar
Bahwa cinta harus merepih dan buyar
Merepihlah mimpi-mimpi
Memuinglah rimbun kasih
Air mata. Apakah guna?
Cucur darah. Bisakah mengubah?
Dan mereka berpisah di antara linang tangisan senja
Merantau dalam galau
Merundung dalam kabung
Sang jantan hilang di tepi danau
Menyatukan diri
Dalam kelelahan yang abadi

Dan sang betina
Di keentahan rimba ia berada
Mengisi hari-hari yang hampa
Sembari bertanya. Bertanya. Dan bertanya
"Bilakah kita bersua?"
Dan lorong-lorong goa tak ada yang bersuara
Tak!
Hingga legenda memahatnya
Ke dalam sejarah asmara yang lara
Mewaris hingga akhir masa...

Wahai...
Lengkaplah badai

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Matahari Redup Merah

Matahari Redup Merah Jejak Manyar
Sisa-Sisa Hari
Aku mencari
Titik
Sepi di antara rintik

Aku mencari
Celah
Hening di sela desah

Aku menanti
Sinar
Matahari yang kekar

Dan di kesiaan senja
Aku terpekur percuma
Matahari redup merah
Mengapa aku tak coba mengubah
     dari dulu kala?

Sumber Gambar :  Review of Religion - Memahami Matahari Tenggelam di Laut Hitam(QS 18:86)
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Rabu, Oktober 10, 2012

Aku Tersiksa


Aku Tersiksa Manusia Gerobak Jejak Manyar
Ku Damba Senyum Abadimu
Aku tersiksa...
Kehadiranmu dengan wajah kuyu
Memasuki tenda bisu
Dengan kekumalan dan berdebu
'Pak, nasi sama ayam goreng dua'
Ujarmu, lalu hilang
Kembali bersudut dengan gerobak tersayang
Tak lama
Terdengar canda anak binimu
Di bawah temaram lampu.
Aku duduk di tempatku

Aku tersiksa...
Tak lama. Pramusaji mengantar nampan
Hidangan begitu menggiurkan
Ku lihat dengan kerlingan
Begitu lahap anak binimu
Menikmati suap demi suap nasi
Dan robekan paha ayam yang kau beli
Sementara matamu yang letih
Cukup saja menikmati :
Keceriaan yang tak setiap hari ini
Aku gelisah di kursiku

Aku tersiksa...
Tanpa duga
Selip suara mendesing batin di telinga :
     "Makan yang kenyang, Anakku,
     Hari ini tanggal kelahiranmu..."
Dan pandangan mataku beralih
Memendam getir yang menghunus nadi
Tuhan. Apa maksud semua ini?
Aku guncang dan bimbang...
***
Aku tersiksa...
Ku telusuri jalanan kota
Membawa hati yang lirih
Menyeret kesadaranku yang perih
Tuhan,
Ampuni!
Tuhan,
Lepaskan jerat kufur duniawi!
Sekian lama ku arungi kenikmatan ragawi
Hingga silap remah repih kepapaan di sisi

Aku masih bisa mengenang wajah mereka :
   Istri sahaja dan tabah,
   Si jantan yang sumringah,
   Dan
       Sesosok ayah yang perkasa...

Dan aku makin tersiksa... 
Tuhan,
Kapankah kekal bahagia mereka?

Sumber Inspirasi : Unic77
Sumber Gambar  : Papachila - Manusia Gerobak
Artikel Terkait     : Untuk Sepiring Nasi Yang Hamba Nikmati Setiap Hari... \(⎲⎵⎲\) 
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Untuk Sepiring Nasi Yang Hamba Nikmati Setiap Hari... \(⎲⎵⎲\)

Sepiring Nasi Jejak Manyar
Bagaimana Mungkin Ku Abaikan NikmatMu?
SERING kali kita membandingkan kekurangan rizki kita dengan orang lain. Mengungkit, mengutuk. Dengki. Menyalahkan Tuhan atas apa yang tidak kita miliki. Padahal, tak jauh dari kita, ada banyak yang jauh lebih buruk dari kita. Di sekitar kita, ada banyak yang tak seberuntung kita. Tidakkah kita menyadarinya?
***
Tulisan di bawah ini saya peroleh dari update status FB Unic77 yang saya baca tanpa sengaja. Dan, saya seperti diketuk...

_______________
Cerita ini di forward dari Pak Ismail A Said
(Wartawan Senior Republika) :


Krn hujan yg tdk kunjung berhenti, akhirnya sy memutuskan menerobos hujan krn hari sdh malm...

sampai di Tegalega, perut sdh tdk bs diajak kompromi lg, akhirnya sy memutuskan mampir diwarung nasi tenda dipinggir jln..

lg asyik menikmati pecel lele, masuklah seorng bapak, dg istri & 2 anknya..

Yg menarik adl kendaraan mrk yaitu gerobak dorong..
Lalu bpk ini memesan 2 piring nasi & ayam goreng...
Pertamanya sih ga ada yg menarik, ttp ketika sy selesai makan, ada yg menarik hati sy...

Ternyata, yg menikmati makanan itu hanya istri & anaknya.
Sedangkan sang bpk hny melihat istri & anaknya menikmati makanan itu.

Sesekali. sy melihat. anaknya tertawa senang & sangat menikmati ayam goreng yg dipesan oleh bpkny..

Sy perhatikan, wajah sang bapak, walau tampak kelelahan terlihat senyum bahagia diwajahnya..

Lalu sy mendengar dia berkata pelan.." mkn yg kenyang ya nak, kan...hari ini tanggal kelahiranmu...
"Sy terharu mendengarnya..

seorang bpk dgn segala keterbatasannya, sbg (mungkin) pemulung.. memberi ayam goreng warung tenda dipinggir jln utk hadiah anaknya..

Hampir menangis rasanya sy diwarung itu..

Segera seblm air mata ini tumpah, saya berdiri & membayar mknan sya & jg dgn pelan sy bilang kepenjaga warung..
"mas, tagihan bpk itu sy yg bayar.. & tolong tambahin ayam goreng & tahu tempe"

Lalu lekas2 saya pergi.

kisah ini kutulis utk bahan perenungan..

Bhw Allah sdh memberikan yg terbaik utk saya saat ini...,
kita sering & biasa makan di Sushi-Tei, Kentucky, Mc Donald, Hoka Hoka Bento, Pizza Hut dsb...

Pdhl bagi org disekitar qta, pecel lele pinggir jln, adl makanan mewah...

Sungguh tak pantas bgi sya utk mengeluh & merasa kurang....
Rasa Syukur akan mengantarkan kebahagian

Selamat beraaaktifitas, semoga mulai saat ini kita semua menjadi manusia yg lebih mensyukuri nikmat yg telah Allah berikan...

_______END_______

Kita terlalu sibuk menginginkan terbang seperti burung hingga akhirnya kita lupa : masih banyak yang belajar merangkak. Sering kita mengeluh, memaki atas kekurangan yang kita miliki. Tapi, seringkah kita mensyukuri ketika kita melihat kelebihan diri kita dibandingkan kekurangan orang di sekitar kita?

Kita terlalu sibuk membahagiakan diri sendiri. Membeli kebahagiaan yang semu dengan berhura ria, pesta pora, memuaskan raga dengan dunia. Itu hak kita. Tapi, haruskah kita mengabaikan mereka?

Begitu mudahnya kita melangkahkan kaki keluar masuk pertokoan, menjinjing tas-tas belanjaan, mengenyangkan diri dengan steak, seafood, pizza, burger, McD. Blackberry kita beli, Android kita ingini. Tahu-tahu, iPad kita miliki. Tak ada yang salah. Itu memang hak kita. Tapi, sudahkah kita mensyukuri anugerah ini?

Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah.
Terima kasih untuk sepiring nasi yang setiap hari hamba nikmati...
Terima kasih untuk kenikmatan yang setiap hari hamba miliki...
Terima kasih ya Allah...
Maaf jika hamba kerap lupa mensyukuri semua ini... (ಥ ̯ ಥ)

P.S. : Ini salah satu alasan mengapa saya tidak begitu suka dengan MALL. Dan sekarang, saya makin tak menyukainya!

Sumber Kutipan : Unic77
Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Selasa, Oktober 09, 2012

Tak Ada Yang Berubah... (Tetap Sama)

Tak Ada Yang Berubah Jejak Manyar
Setapak Cinta
Aku melihat mereka : tetap sama
Bergenggam tangan
Meniti setapak menyusuri hutan
Siulan burung-burung,
Canda wanara dan rusa
Menjadi musik setiap pijakan langkah
Tak ada yang berubah...

Aku melihat mereka : tetap sama
Berlepas senyum,
Sesekali tawa renyah meledak ranum
Pancaran rasa bak sunggingan surya
Menerobos kepekatan pagi
Menjelang hadir sang matahari
Tak ada yang berubah...

Seribu orang berkata :
     "Mereka sesat dalam laku"
Seribu orang lainnya berkata :
     "Mereka taat dari nafsu"
Namun,
Tak ada yang berubah...

Suara memang semerdu surga
Meski acap setajam neraka
Mereka enggan peduli
Mereka enggan!
Memahat tali asmara dalam dada
Dan menyusun bongkahan kayu bahtera
Jauh membuat bahagia
Daripada menyulap dengki menjadi caci
Akankah berubah?
Tak!

Dan aku melihat mereka : tak ada yang berubah
Ketika senja menjingga
Dan purnama mengintip di ufuk raya
Sandaran dagu di bahu
Antarkan mereka
Teduh dalam pancaroba

Tatkala hari lengkap malam
Tak ada yang berubah
Mereka bersatu dengan rimba
Dendangkan kidung cinta
Sembari melabuhkan gelora
Dalam kanvas renjana yang mesra
Dan tak ada yang berubah
Tetap sama...

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Rumput Liar

Rumput Liar Jejak Manyar
Tegak Terinjak
Dan rumput-rumput liar menyebar. Menjadi wabah. Memenuhi seluruh pekarangan depan rumah. Cangkul dan arit, seember air di bawah langit. Berharap sanggup melawan terjang di kembang jalang.

Dan. Benar. Tak butuh lama membuat mereka kapar. Dengan sabitan dan rengkuhan, mereka bergelimpangan. Menjadi sejarah di kotak sampah.

Dan bunga-bunga seruni bermekaran. Melati kuncup, mawar merekahan. Memadukan wangi seribu puji. Melemparkan sapa sehangat janji. Mereka bebas menari. Memanah sepi. Menyapa matahari. Atau sekedar menikmati lenggang awan yang putih. Tanpa bayang-bayang cemar mengotori : si rumput liar.
***
 Tapi. Mataku seakan teriak. Suaraku seakan melonjak. Sinar esok menyapa kembali. Di ujung kaki, rumput-rumput itu kembali lagi. Tumbuh mengapiti kembang pesona. Rimbun menindasi kuncup gairah. Angin menggoyang mereka. Waktu menghentak laju mereka. Dan, mereka semakin tumbuh. Tumbuh. Tumbuh. Dan, tumbuh! Tiba-tiba saja menjalari kakiku. Tiba-tiba saja...

Dan selanjutnya, tak pernah ada yang tahu. Tak juga kamu. Tak juga aku. Tak juga sajak yang terkenang di mukamu. Rumput liar menjadi legenda. Di telinga anak-anakku, cucu-cicitku, menjadi lukisan yang gempar. Menjadi dongengan menghapus lapar.

Dan bunga-bunga yang merebak, dimanakah mereka terserak?

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Minggu, Oktober 07, 2012

Buldozer

Buldozer Tirani Lingkungan Jejak Manyar
Tirani Besi
Kawanan elang meradang
Burung manyar
Memaki dalam kutuk yang gempar
Pepohonan menjerit ngeri
Dan ambisi
Bagai api di kemarau yang sunyi

Suara-suara makin mendekat
Kegaduhan makin melekat
Angkasa senja
Matahari punah
Rembulan sendu di balik mega
Hujan. Hujan
Turunkanlah hukuman!
Hujan. Hujan
Turunkanlah musibah
Entah wabah. Entah bahala semesta

Tapi. Sayang
Buldozer terlalu jalang
Bumi menangis dendam
Dan roda-roda besi
Menggilasi siang-malam
Tak berhenti

Di ujung langit
Seekor pipit meratap pahit
Begitu asyikkah siulan duit
Hingga nyanyian bukit
Harus digadai dan dihimpit?

Dan tak pernah ada jawabannya...

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Sabtu, Oktober 06, 2012

Rumah di Tepi Jalan*

Anak-Anak Terang!
Sepasang bocah
-gadis kecil dan adik lelakinya-
   bercengkrama di pelataran rumah
Di tepian jalan menuju Kota
Di antara ganasnya udara
Siang itu
Jum'at yang ku rindu

Ada tawa meraba
Ada bah'gia menjelma
Mimik wajah mereka
Tak peduli remuknya dinding batu
Atau kumuhnya lantai berdebu
Mereka tunjukkan pada surya
Kedamaian
Begitu mudah didapatkan
Lantas, akankah ditamatkan?

Ada haru
Menusuk jantung hatiku
Melihat si adik kecil
Dengan kaki mungil
Mencoba sandal karet sebesar jengkal
Berlompatan mengikuti sang kakak
Nyaris jatuh, siapa peduli?
Ia hanya ingin menikmati
Apapun yang bisa dinikmati
Lantas, akankah diakhiri?

Ada asa
Meledak di jiwa
Angan dan cita
Berandai ketika tahta, nama,
   harta bersujud di depan langkah
Suatu hari
Aku akan datang pada mereka
Dan memberikan apa yang mereka inginkan
Ketika detik ini begitu banyak yang tak bisa mereka dapatkan

Ada... cita!
Suatu hari
Aku akan menjelma menjadi angin
Meniupkan musim semi
Dan tumbuhlah ladang-ladang di dada mereka
Dan memugarlah istana mereka

Sayang,
Laju bus menghapus lamunku
Roda-roda berputar
Menjauhkan aku
Dari pemandangan yang teduh

Aku makin menjauh
Jarak kian tertempuh
Tapi,
Mengapa senyum mereka
   semakin jelas di jiwa?

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

*Terinspirasi dalam perjalanan pulang menuju Bondowoso via Jember pada Jum'at, 8 Juni 2012. Foto diambil di salah satu tempat di ruas jalan Lumajang-Jember, sekitar 1 km dari pertigaan Wonorejo ke arah Jember.
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Capung

Capung Jejak Manyar
The Dying Dragonfly
Capung
Layang lambung
Hinggap
Di antara ruang gelap yang pengap

Kau capung
Merayap turun dari gunung
Lalu hilang
Di tengah hening asing yang bising

Timbun. Timbun
Berbisiklah daun-daun
Alun. Alun
Desah angin remuk di semak rimbun
Berjenakkah kau diam berayun?

Cuaca pikuk gulana
Kau. Si capung balau
Terkulai dalam risau
Sayapmu letih
Yakinmu repih
Perjalanan -sepertinya- sudah tiba di titik henti

Dan kau. Capung rimba
Terkulai dan masai
Payah di kecamuk batin tak berdamai
Dengan mata menerobos celah
Dan. Kau... punah!
Musnah...

Sumber Gambar : Matahari - Menangkap Capung
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Kamis, Oktober 04, 2012

Selepas Hujan

Selepas Hujan Jejak Manyar
Masihkah Harus Berharap?
(Ratapan Lelaki Sisa-Sisa)

Matahari telah lenyap
Bulan senyap
Gelap :
   Tiada cahaya
Aku tertatih di jalanan basah
Selepas hujan yang marah...

Aku tak mengenalimu:
   Wahai, Hatiku yang Bisu
Aku bagai sekoci sunyi
Di ombang gelombang
Di ambing tak terbimbing

Aku tak mengenalimu:
   Wahai, Langkahku yang Rapuh
Aku tersudut dalam kuyu
Tertindas dalam simpuh
Terlindas dalam keluh

Dan aku lebih tak mengenalimu:
   Wahai, Suaraku yang Dungu
Kemana lantangmu ketika aku jatuh?
Dimana tegarmu ketika aku luluh?
Bayang semukah dirimu?

Dan, benar!
Matahari memang terlanjur buyar
Sinar-sinar dilahap mendung
Lalu hujan merapat, merundung
Aku. Mereka
Dan sejuta orang tak ber-asa
Putus senyum sekian warsa

Hujan akhirnya datang lagi
Sayang. Hati kami masih tak sembuh lagi
Tak 'kan pernah terjadi...

Sumber Gambar : Ulfia Rahmi's Weblog - Hujan dengan modifikasi Sang Manyar
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Selasa, September 25, 2012

Ksatria Senja

(Dan sesungguhnya mereka yang kalah adalah juara. Pemenang atas nafsu sesat mereka sendiri)

Foke Ksatria Fairplay Jejak Manyar
Sang Perwira
Perang asa
Udara panas mereda
Di cakrawala
Burung-burung berarak ke sarang mereka
Dan kau termangu di kursimu
Masih di situ...
***
Ada bisikan dengki
Ada bisikan benci
Tapi. Satu-satu kau tepisi
Ada gumpalan marah
Ada gelora dendam mewabah
Tapi. Sakal dalam hela kau bantah

Matamu tak sanggup berkata
Lidahmu tak mampu meraba
Tanganmu tak bisa menjamah
Keajaiban di awan rekah

Berkali-kali kau coba tabah
Meski. Sejuta kali kekecewaan memanggili
Meski. Sejuta kali kegundahan meneriaki
Berkali-kali kau coba tegar
Hingga. Di suatu detik akumu gempar :
      Aku kalah...
***
Lekat-lekat kau pandangi sisa tahta
Dalam-dalam kau hayati jejak masa
"Pengabdianku sampai di sini"
"Langkahku cukup di sini"

Dan. Perang asa
Udara panas reda
Di cakrawala
Surya merangkak ke sarang beranda
Langit teduh berwarna
Kau. Di antara sorot kamera
Dan di sela kepasrahan yang baka
Salutkan juang kepada juara
Tulus. Tanpa musihat menghunus
***
Perang nuansa
Malam lengkap luna
Kau-
     ksatria senja
     -meraba jalanan sunyi
Menikmati kedamaian yang sepi
Tanpa tunduk dan kultus
Dalam kerelaanmu yang kudus

Hasta la vista, Kawan
Terima kasih atas teladan
Yang kau pampangkan ke muka kami
Dalam sandiwara politik musim ini
Semoga kami bisa lebih bijak lagi
Lebih arif lagi...

Sumber Gambar & Inspirasi : Tempo.co. Metro - Fauzi Bowo : Kokong Kalah, Ini Saat Menyedihkan
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>

Senin, September 24, 2012

Pintaku : Kedamaian Ala SAS

SAS Pintaku Jejak Manyar
Legenda
SONATA Tandjung, Arthur Kaonang, dan Syeck Abidin. Trio alumnus AKA ini membentuk grup baru bernama SAS yang merupakan singkatan dari ketiga nama mereka. Lagu dan aksi ketiganya populer tahun 70an sampai sekitar gerbang era 90an. Itu menurut referensi yang saya baca di Internet. Bukan sejarah mereka yang akan saya bahas. Tapi, kesederhanaan karya mereka dari sisi gaya bahasa dan monumental dari sisi musikal. Salah satunya bisa Sahabat Manyar simak dalam lagu Pintaku, salah satu lagu dalam album Pop & Rock Indonesia I sekitar tahun 1979.

Saya kenal lagu ini pertama kali sekitar tahun 2010 dari sebuah program yang disiarkan radio KDS 8 Malang yang lokasinya ada di Jalan Raya Langsep Barat, Kota Malang#Saya nggak setuju sama nama jalannya. Masa jalan "imut" begitu dibilang raya?? ⎝↯⎵↯⎠# Kalo nggak salah nama programnya NADA NOSTALGIA INDONESIA. Persis mengudara jam 10 malam. Sekarang sih saya lama nggak stay tuned karena radio di kosan ngadat dan nggak bersahabat buat ngedengerin program kesayangan nomor dua itu setelah program lagu jadul mancanegara jam 9-nya... Apes... v(ಥ ̯ ಥ)v
***
Sejak dengar pertama kali itu saya browsing mati-matian di Internet. Nihil karena nggak ada satu website pun yang nyimpen lirik lagu easy listening ini. Dan, seperti Rites of Passage-nya Yanni kemaren, saya dapet lagu ini nggak sengaja. Asal download lagu-lagu SAS dan dapatlah lagu ini. Pintaku...

Konsep pesan yang ditawarkan juga simpel walau agak kontradiksi buat yang cuma sekali, dua kali denger. Di bagian awal dan tengah, lagu ini bercerita tentang situasi alam di desa. Tentang pemandangan, panorama, tentang kealamian. Bagian reffrent, mulai ngomong nggak butuh emas, harta, dan tahta. Cuma pengen kedamaian. It's okay. Nah. Di bagian penutup, "Dengar kasih suara sanubariku//Penuh dengan getar asmara cinta//Bukan bukit berlian yang ku damba//Pintaku hanya kasih sayang..." Lihat yang di-bold!#Sorry kebanyakan...(×̯×)# Apa hubungannya : Pemandangan, Butuh Kedamaian, dan Pengen Kasih Sayang?

Ternyata, setelah ditelusuri pelan-pelan, ketangkep makna utuh dari lagu ini. Begini :
Sang pria #soalnya yang nyanyi SAS. Masa iya saya bilang "sang wanita"?! ⇎_⇎# ngajak kekasihnya untuk mengamati suasana sederhana yang ada di desa atau kampung atau udik atau apalah namanya. Di sana penuh dengan kealamian dan kebersahajaan. Si pria, di bagian reffrent, ngingetin kalo yang namanya bahagia itu bukan soal keduniawian, tapi kedamaian. Dan sebagai penutup, si pria ngasih penegasan : Dengerin suara hatiku. Yang aku mau dari kamu hanya satu : kasih sayang! Mantap kan?

Ini yang bikin saya penasaran pertama kali denger lagu SAS karena tema lingkungan, humanis, dan cinta nyampur jadi satu. "Tebakan" saya tentang makna lagu ini saya dasarkan pada setiap bait, kecuali reffrent, yang selalu menyebutkan "Dengar Kasih..." Kata-kata itu menyuratkan si pembawa meminta kekasihnya atau jika diperluas adalah fans atau pendengar dan jika diperluas lagi adalah semua orang yang ada di dunia untuk mencermati kesederhanaan yang ada dan mengembalikan arti bahagia bukan secara materi melainkan substansi kebahagiaan itu sendiri : Kedamaian. Coba pikir : Adakah kebahagiaan itu tanpa kedamaian?

Kita lihat "sampah" di sekitar kita! Kaya-raya, direktur perusahaan, rumah mewah, tapi anak cucunya naujubillah kelakuannya. Kaya-raya, aset milyaran, orang terpandang, eh kena korupsi. Ada lagi yang jadi presiden tapi ciut kena skak nggak bisa maju and nggak bisa mundur gara-gara kesandera banyak isu di parpolnya#Jangan-jangan dia kena juga!ಠ╭╮ಠ#. Mereka adalah orang-orang dengan keleluasaan harta dan tahta. Tapi, mengapa tak ada kebahagiaan itu? Jawabannya, Karena mereka tidak memiliki kedamaian dalam hidup mereka.

Orang bahagia tidak pernah memiliki ketakutan. Dan orang yang memiliki ketakutan selamanya tidak akan pernah bahagia sebelum ia berhasil mengalahkan ketakutannya itu. Karena itu : Jangan fokuskan umur kita untuk menggenggam dunia. Pikirkanlah bagaimana kita bisa bahagia dengan dunia yang kita punya. Seperti burung gereja. Andai kata ia mengukur kebahagiaannya dengan mengimpikan diri menjadi elang, niscaya ia takkan pernah keluar dari sarangnya setiap hari. Begitu pun kita. Jika kebahagiaan diukur dengan harta dan kuasa, haruskah anak-anak jalan di luar sana menyesali takdir mereka sebagai "anak buangan"?

KITA MEMANG TIDAK BISA MEMILIH MENJADI LAHIR SEBAGAI APA. TAPI KITA BISA MEMILIH MENJADI BAHAGIA DENGAN CARA APA. Dan itu keputusan Sahabat mau menjadikan kebahagiaan itu selamanya atau hanya sementara. Menjadikan kebahagiaan itu sungguh atau semu. Dan kebahagiaan yang semu bukan kebahagiaan yang dibangun di atas pondasi kedamaian. Tidak akan pernah bisa!

Sementara Sahabat asyik memilih mau bahagia yang sejati atau kebahagiaan nisbi #Hahahaha,,, (〃^∇^)ノ#, saya kasih lirik lagu utuh dari SAS. Pintaku. Selamat membaca... *(◠‿◠)*

SAS - Pintaku

Dengar Kasih suara burung berkicau
Merdu dan mengalun memikat sukma
Burung naik dan meninggi
Dihempus angin... nan merayu

Dengar Kasih suara air mengalir
Gemericik alun merasuk jiwa
Tenteram damai kehidupan di desa
Pemandangannnya...

Betapa teduh perasaan
Betapa tenteram sanubari
Hidup bahagia bukan emas...
Bukan harta...
Bukan tahta...
Melainkan... Kedamaian...

Dengar Kasih suara sanubariku
Penuh dengan getar asmara cinta
Bukan bukit berlian yang ku damba
Pintaku hanya kasih sayang...

Interlude

Betapa teduh perasaan
Betapa tenteram sanubari
Hidup bahagia bukan emas...
Bukan harta...
Bukan tahta...
Melainkan... Kedamaian...

Dengar Kasih suara sanubariku
Penuh dengan getar asmara cinta
Bukan bukit berlian yang ku damba
Pintaku hanya kasih sayang...
***
Finally, saya harus tutup artikel ini. Semoga sedikit dari saya memberikan sedikit inspirasi bagi Sahabat yang lagi galau menentukan kebahagiaan Sahabat, terutama soal masa depan. Sebelum saya gembok #Emang pager digembok??!! ̿ ̿̿'̿'\̵͇̿̿\=(•̪●)=/̵͇̿̿/'̿̿ ̿ ̿ ̿#, sudah saya siapin link audio buat Sahabat yang pengen tahu lagu SAS yang satu ini kayak apa. INGET : Gunakan dengan bijak! Jangan diperjual-belikan dan jangan dikomersilkan dalam bentuk apapun tanpa seijin dari pemegang hak cipta!

>>> 4Shared MP3 Version : SAS - Pintaku

Sekian dari Sang Manyar! Semoga sukses menemukan kebahagiaan kalian!

Sumber Gambar : Musikku345 : SAS Album Pop & Rock Indonesia I
Pengen Baca Lebih? Klik Nih ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ >>