Rabu, Desember 07, 2011

Lonceng Gereja

Sang Penanda Waktu

Dentang sang lonceng
Tepat ketika bias surya hilang dari lereng
Semesta diam
Aku pun diam
Langit merah
Aku marah. Kenapa pedih begini?

Orang-orang berjalan menunduk
Ketika hari hilang bentuk
Dan musim berlanda dalam kutuk

Orang-orang menangis dalam hati
Menyesali: tangan, kaki. Lidah yang tajam menggores nurani
Tapi. Kenapa kau ulangi lagi?

Jutaan detik berganti. Kau pasti menyadari
Dan. Jutaan kesempatan terlewati. Kenapa tak kau halangi?
Jalan kembali terbuka-tertutup berulang kali
Kenapa mesti kau ketuki ketika ia terkunci?

Maka. Ketika lonceng gereja berdentang lima kali
Malam turun menjadi sunyi
Langit makin merah. Aku makin marah
Orang-orang semakin parah:

Membingkai hidup dalam payah

Sumber Foto: Panoramio



Anda Sedang Membaca: Lonceng Gereja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen apa aja: Monggoooo.
Yang penting harus SOPAN dan Say No to SPAM

Salam Manyar... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...