Sabtu, Desember 10, 2011

Kerjapan di Silam Pagi

Di Kesendirian Masa Lalu
Mengerjap di silam pagi
Mengenang. Me-reka ulang dambaan yang lengang
Suaraku membungkus di gusar waktu
Terjerumus. Terjerebab di gelap gugus
Tiap kali aku bertanya:
Dimana Cahaya?
Selalu saja:
Tidak ada, jawabnya
Aku lalu diam. Diam
Dan... Diam

Maka. Ketika untuk sekian kali aku terpaku sendiri
Maka itu pula: aku putuskan untuk berdiri
Perlahan berjalan. Perlahan merangkak lepas dari kegelapan
Perlahan aku berlari. Berlari!
Lari! Lari! Lari!
Dan, LARIIIII!!!!
Ku terjang kebekuan itu!
Bah. Apa pula keperkasaan? Semu!
Kini. Dapat ku rasakan hangat mentari membakar isi hati
Dapat ku terima birama jiwa yang menyatu bersama simponi angin
Dapat segalanya!

Lalu. Aku dengar kamu bertanya:
Bagaimana dengan kerjapan itu?
Aku diam. Sesaat. Ku pandangi langit yang birunya semakin berat
Dan. Ku lempar senyum padamu. Aku berkata:
Yang lalu, biarkan berlalu
Sambil ku terus berlari. Berlari
Dan berlari...

Menuju Gerbang Hari Depan

Sumber Foto: Cyput-Rhyzae



Anda Sedang Membaca: Kerjapan di Silam Pagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen apa aja: Monggoooo.
Yang penting harus SOPAN dan Say No to SPAM

Salam Manyar... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...