Selasa, November 29, 2011

Memandang Rembulan (Di Taman Hatimu)

My Love: I'll Never Let You Go...
















Setangkup sinar lembayung senja
Mengundang malam turun berdansa
Sepi. Sunyi
Sendiri
Ku petik kata menjadi puisi. Sendiri

Di taman perdu
Ku tunggu bintang bernyanyi
Kerlip janji. Riang menari
Ku gumamkan rindu
Mungkin kau tak mendengarnya
Sebab. Kau jauh di situ
Berlarian dengan kehidupan yang harus digapai. Sama sepertiku

Maka. Aku terdiam
Mencari dan memetik sekeping awan
'Tuk ku sulam sejuta pesan
Dan ku terbangkan padamu

Sampaikah ia?

Jalan memang panjang, Sayang. Dan waktu begitu gersang
Penantian yang tak kunjung menjelang
Memuing seribu tanya bagimu:
Sanggupkah bertahan?

Maka. Ketika gentar menghadang
Kau tatap saja langit
Seperti malam ini
Ketika angkasa begitu cerah tak gelisah
Ada sebingkai bulan di sana
Pandanglah ia!
Jelilah!
Karena: Ku titiskan bayangku di sana
Ia akan merasuk melalui celah bening matamu
Mengalir bersama udara
Dan singgah
Di lautan teduh sanubarimu. Di taman hatimu

Maka. Simpanlah ia!
Jika hasrat jumpa membumbung resah
Sentuhlah dia dengan kasihmu
Maka: ia 'kan alir
Menyatu ke dalam pikir

Sejak itu aku 'kan selalu ada: di mata. Dan jiwa. Mu.
Wahai, Cinta...

(Presented with Love from Me for You, My Love...)

Sumber Foto: Koleksi Pribadi



Anda Sedang Membaca: Memandang Rembulan (Di Taman Hatimu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen apa aja: Monggoooo.
Yang penting harus SOPAN dan Say No to SPAM

Salam Manyar... ヾ(●⌒∇⌒●)ノ

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...